Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Mei 2012

Referensi Untuk IT & Al-Qur'an / Hadist

Surat: Al-Alaq (96)
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, (1)
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (2)
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, (3)
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, (4)
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (5) 

Logika berfikirnya – mengapa “bacalah”? Bukan “Dengarlah” atau “Lihatlah”? Membaca & tulis menulis adalah kunci utama dalam islam & orang yang berfikir. “Kalam” atau “Tulisan” adalah perantara proses pembelajaran dari Allah SWT kepada mahluknya. Komputer, IT, Internet merupakah teknologi informasi yang sangat berbasis tulis menulis.

Surat: Saad (38)
Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?  (28)
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (29) 

Logika berfikirnya – hanya mereka yang mau berfikir yang akan memperoleh berkah & pelajaran dari Allah SWT. Komputer, IT, Internet pun hanya akan bermanfaat maksimal bagi mereka yang terpelajar.

Surat: Al-Mujaadila  (58)
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (11) 

Logikanya – semakin lapang sebuah majlis akan semakin mudah bagi kita untuk belajar. Dan oran-orang berilmu pengetahuan beberapa derajat lebih tinggi dari umat lainnya. Internet pada dasarnya merupakan majlis yang amat sangat lapang, “hampir tanpa batas”. Mereka yang menjadi penulis, produsen pengetahuan di Internet akan mempunyai derajat yang lebih di bandingkan dengan mereka yang hanya mengkonsumsi pengetahuan / informasi.

Surat: Fussilat (41)
Haa Miim. (1)
Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (2)
Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, (3)
yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. (4) 

Surat: Az-Zukhruf (43)
Haa Miim. (1)
Demi Kitab (Al Quran) yang menerangkan. (2)
Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). (3) 

Surat: Yusuf (12)
Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). (1)
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (2) 

Logikanya – Al Qur'an berbahasa Arab agar kita (manusia) mengetahui & memahami, tapi tidak harus AHLI bahasa Arab. Komputer memungkinkan kita untuk mengetahui & memahami Al Qur'an dengan fasilitas searching, terjemahan dll tanpa perlu menjadi AHLI bahasa arab.

Sabda Rasullullah Saw: sebaik-baiknya manusia adalah orang yang lebih bermanfaat bagi orang lain. (H.R. Bukhari)
Logikanya – kata kunci manfaat sangat penting, semakin besar manfaat maka semakin tinggi nilai si manusia tersebut. Nilai tidak di tentukan oleh pangkat, jabatan, gaji, kekuasaan, gelar, tingkat pendidikan tapi lebih kepada manfaat pada orang lain. Komputer & Internet memungkinkan kita untuk memberikan manfaat kepada jutaan umat manusia dengan sangat effisien sekali.

Senin, 07 Mei 2012

Sehat Bermasyarakat Cerdas Berinternet

Pendapat yang paling klise, yang bertahan selama (mungkin) ribuan tahun. Semua orang tua pasti menginginkan anak-nya menjadi orang yang dapat di banggakan oleh orang tua-nya. Semua orang tua pasti akan memproteksi anak-nya dari hal-hal yang dianggap tidak baik bagi si anak. Tidak dapat di sangkal bahwa premis tersebut menjadi dasar banyak orang tua untuk membangun keluarga, anak bahkan usaha membangun masyarakat yang sehat agar generasi mendatang dapat menjadi lebih baik lagi.

Teknologi terus berkembang, terutama teknologi informasi, menelorkan berbagai modus baru dalam penyampaian informasi dan pengetahuan. Salah satu yang paling santer hari ini adalah Internet. Teknologi berbasis komputer ini menjadikan informasi dan pengetahuan cepat mencapai penggunanya di seluruh dunia.

Karena Internet merupakan media bebas, informasi dan pengetahuan yang ada sangat beragam. Termasuk di dalamnya informasi yang mengandung, pornografi, kekerasan, judi, penipuan (phising), adware, alkohol, drug, dating, senjata / weapon, SARA dll, lengkap dan sangat mudah untuk di temukan. Tidak tanggung-tanggung, ada lebih dari empat (4) juta situs yang membawa berbagai informasi tidak baik ini di Internet, seperti dilaporkan oleh OpenDNS (http://www.opendns.com). Daftar lengkap berbagai situs tersebut bisa di ambil gratis di
http://www.pinux.org/pinux-porn-list.zip (Buatan Pointer Multimedia Bandung)
http://squidguard.mesd.k12.or.us/blacklists.tgz, http://cri.univ-tlse1.fr/documentations/cache/squidguard_en.html#contrib
 http://www.shallalist.de/Downloads/shallalist.tar.gz (1.5 juta situs & untuk non-komersial free)
http://urlblacklist.com/?sec=download (2 juta situs) 

Orang tua yang normal, yang menginginkan anak-nya maupun anak muda Indonesia untuk maju pasti akan berusaha memberikan akses ke media informasi & pengetahuan Internet agar dapat berselancar dengan sehat dan cerdas. Mau tidak mau proteksi harus di tambahkan agar proses selancar tersebut dapat dilakukan dengan nyaman dan menyenangkan.

Saya pribadi masih berpendapat bahwa teknik blok yang paling baik, paling ampuh dan paling murah adalah  menggunakan mekanisme blok yang diberikan oleh Pencipta Manusia. Semua teknik blok lainnya, dibuat oleh manusia. Tidak ada jaminan dapat melakukan tugasnya dengan baik 100%. Ada banyak cara untuk mem- bypass proses blok buatan manusia.

Walaupun di laptop saya sendiri menggunakan Sistem Operasi Ubuntu Muslim Edition yang di tambahkan addons procon latte dan Glubble Family Edition di browser firefox sehingga sangat ampuh untuk memblokir berbagai situs dan informasi yang tidak baik. Bukan untuk apa-apa, sering kali tidak sengaja ter-klik hal yang tidak baik tersebut pada saat browsing di Internet dan menyebabkan muncul pop-up yang menyebalkan. Dengan menggunakan Ubuntu Muslim Edition, bekerja dan berselancar menjadi lebih bersih dan nikmat.

Pada dasarnya ada beberapa teknik proteksi yang dapat digunakan dan semuanya gratisnya, seperti,

Menggunakan Sistem Operasi yang Sehat, contoh, Ubuntu Muslim Edition.
Menggunakan Tampilan Desktop untuk Anak.
Menggunakan Software Parental Control
Menggunakan mekanisme blok dan Parental Control pada browser, Internet Explorer maupun Firefox.
Menggunakan Anti Virus, Anti Trojan, dan Anti Adware.

Semua di terangkan dengan gamblang di situs http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Teknik_Memblok_Situs_Tidak_Baik.

Salah satu sifat jelek dari situs-situs tidak baik adalah selain membuat ahlak menjadi turun, juga membuat masalah dari sisi teknis, seperti,

Menyita banyak bandwidth.
Menginfeksi & menyebarkan virus, trojan dan adware ke komputer kita.

Bagaimana dengan WARNET? Kantor? Sekolah? dan Kampus? Salah satu concern dari rekan-rekan penyelenggara Internet di tingkat institusi seperti WARNET, Sekolah dan KAMPUS terutama adalah bandwidth. Terutama WARNET, Kantor, dan Kampus, umumnya digunakan oleh orang yang sudah dewasa, ahlak bukan sesuatu yang harus di dikte dan di proteksi. Bandwidth lebih merupakan concern pertama-nya, supaya infrastruktur yang terbatas dapat di maksimalkan untuk kegiatan yang baik.

Para administartor WARNET, Kantor dan Kampus, mempunyai cukup banyak solusi untuk melakukan proteksi jaringannya melalui,

Teknik Blok Proxy Server
Teknik Content Filtering
Teknik Blok melalui OpenDNS.
Menggunakan Software Appliance untuk Router.

Detail teknik yang digunakan dapat di baca dengan mudah di situs 
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Teknik_Memblok_Situs_Tidak_Baik.

Tidak heran, jika banyak pengguna maupun administrator jaringan terutama di kantor dan kampus  yang melalukan proses bloking dan proteksi dilakukan secara sadar dan mandiri / sendiri. Tidak terjadi perdebatan panjang dan complain karena memang konsensus / kesepakatan / hukum tidak tertulis yang di berlakukan.

Pada tanggal 25 Maret 2008, di undangkan UU ITE, yang sebenarnya sebagian besar lebih di arahkan untuk masakah transaksi elektronik (misalnya, perbankan), ternyata ada pasal / ayat yang berkaitkan dengan masalah ahlak, seperti, pornografi, penipuan, fitnah dsb.  Berbagai komentar-pun bermunculan karena UU ITE ini belum matang, masih banyak kekurangan yang ada di UU ITE tersebut baik untuk transaksi elektronik maupun urusan lainnya. Beberapa komentar yang ada dapat di baca di http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/25_Maret_2008_UU_Informasi_dan_Transaksi_Elektronik_%28ITE%29_di_Undangkan_DPR_RI.

Yang cukup nekad adalah keputusan yang di ambil MENKOMINFO, pada tanggal 2 April 2008, MENKOMINFO mengeluarkan surat Nomor: 84/M.KOMINFO/04/08 tanggal 2 April 2008 Perihal: Pemblokiran Situs dan Blog Yang Memuat Film Fitna. Praktis, tidak lama sesudah itu akses ke situs YouTube, Multiply, RapidShare, dan beberapa situs Blog tidak lagi bisa di akses melalui Internet Indonesia. Sayang sekali, implementasi di lapangan tidak terlalu cerdas dan mem-blok Situs, bukan memblok URL / link menuju content yang mengandung film Fitna saja.

Situs YouTube, Multiply dan RapidShare dll, selain memuat film Fitna juga memuat banyak sekali bahan multimedia yang bersifat informasi dan pengetahuan. Bisa di bayang banyaknya hujatan dan makian yang di arahkan kepada MENKOMINFO maupun jajarannya akan ketidak cerdasan pemerintah. Ibarat ingin menangkap tikus, lumbung padi yang di bakar.

Sebetulnya, selama penentuan baik dan buruk dilakukan secara internal melalui hukum tidak tertulis dan konsensus oleh pengguna dan komunitas, sebetulnya tidak terlalu banyak masalah. Mekanisme self-censored dan Nettiquete adalah hal yang normal di masyarakat pengguna Internet.

Pemerintah harus sangat berhati-hati dalam memainkan peranan “Tuhan”, menentukan mana yang baik dan mana yang jelek. Apalagi menggunakan hukum tertulis yang sifatnya sangat top-down, tanpa kesepakatan dan konsensus dengan pengguna dan komunitas Internet. Yang ditakutkan adalah pemerintah menjadi badan yang melebihi “Tuhan” yang bukan mustahil mendekatkan pada karakter “Firaun”. Karakter “Firaun” akan cenderung untuk menentukan yang baik dan buruk sesuai selera Karakter “Firaun” tersebut, yang cenderung pada akhirnya men-zolim-i rakyat. Terbukti dengan kesalahan fatal dalam pemblokiran situs bukan URL menyebabkan banyak rakyat penggunakan Internet di zolim-i.

Pemerintah membutuhkan rakyat, tapi tidak sebaliknya. Jangan sampai pemerintah membuat kebijakan yang tidak populis yang menjatuhkan kredibilitas pemerintah dan aparat. Ingat PEMILU sudah dekat, pemerintah membutuhkan dukungan rakyat untuk meneruskan misi-nya.

Bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang bodoh. Bangsa Indonesia, terutama pengguna Internet Indonesia, umumnya orang terdidik dan terpelajar – mereka umumnya dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jelek bahkan sangat mungkin melakukan sensor sendiri menurut kriteria dan selera masing-masing.

Rakyat Indonesia ingin maju, ingin sejahtera, ingin pandai dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Rakyat lebih banyak membutuhkan pencerahan dan pemberdayaan supaya menjadi masyarakat yang sehat, sejahtera dan cerdas dalam ber-Internet. Internet merupakan salah satu sarana yang memungkinkan ini semua terjadi.

Self-sensor oleh masyarakat / komunitas merupakan solusi. Tapi sangat di sayangkan jika pemasungan sarana untuk maju dan berkembang ini justru yang di contohkan oleh pemerintah.

Filosofy Open Source

Kebebasan & Kemerdekaan merupakan impian banyak orang di dunia. Hal ini juga terjadi di dunia komputer, di tahun 1960-an pada masa awal berkembangkan komputer menggunakan mini komputer seperti PDP-11, para pemrogram masih relatif mudah melihat source code dari software yang digunakan. 

Sayangnya dunia kapitalis yang sangat komersial cenderung untuk memproteksi source code dan memaksimalkan keuntungan dari penggunaan software yang di kembangkan. Contoh yang paling extrim yang kita lihat hari ini adalah Microsoft. Dan kenyataan yang sangat menyakitkan adalah bangsa Indonesia harus membayar US$30 juta ke Microsoft untuk membayar lisensinya.

Bayangkan bangsa Indonesia yang miskin ternyata harus mensubsidi kekayaan Bill Gates yang jelas-jelas manusia terkaya di Dunia. Padahal uang yang sama akan jauh lebih bermanfaat jika dapat kita gunakan untuk pendidikan anak bangsa ini. Sedih-nya lagi, jika anda membajak produk Microsoft, penjara, sweeping, pengadilan, denda belum lagi penyitaan komputer oleh aparat sudah menjadi konsekuensi yang harus di tanggung. Banyak kisah horor yang telah terjadi di WARNET-WARNET, di perkantoran sejak tahun 2005 karena tindakan aparat dalam memberantas pembajakan Microsoft. 

Tentunya kita hidup di dunia bukannya tidak ada pilihan. Perlawanan terhadap software proprietary seperti Microsoft telah berlangsung lama. Salah satu perlawanan awal yang dilakukan adalah GNU Operating System yang di umumkan pertama kali pada tanggal 27 September 1983 di newgroup pada forum net.unix-wizards oleh Richard Stallman. Pengembangan GNU Software mulai dilakukan pada 
tanggal 5 January 1984, Richard Stallman melakukan tindakan extrim dengan cara keluar dari pekerjaannya di Massachusetts Institute of Technology (MIT). 

Objektif GNU adalah membuat software dan sistem operasi yang bebas, Richard Stallman menginginkan agar pengguna komputer bebas, bebas mempelajri source code dari software yang mereka gunakan, bebas bertukar software dengan orang lain, bebas mengubah perilaku software, bebas mempublikasi modifikasi softwarenya. Philosohy ini di publikasi sebagai GNU Manifesto bulan Maret 1985. 

Di tahun 1985 itu juga Richard Stallman membentuk Free Software Foundation untuk mendukung pergerakannya. Philosophy dari pergerakan adalah untuk memberikan kebebasan bagi pengguna komputer dengan cara mengganti proprietary software seperti Microsoft dengan free software, dan pada pada akhirnya membebaskan semua yang ada di "cyberspace". 

Pada saat ini ada dua (2) tokoh utama dalam pergerakan software bebas, yaitu, Richard Stallman dan Linux Torvalds. Kedua-nya mempunyai perbedaan philosophy yang sangat tajam. Hal ini menyebabkan banyak berita dramatis antara mereka berdua. Walaupun demikian, hal ini tidak menghalangi Richard Stallman menggunakan Linus Torvalds Kernel juga sebaliknya Linus Torvalds menggunakan Richard Stallman GNU General Public License (GPL). 

Komentar Richard Stallman yang cukup extrim tentang Linus adalah "Memberikan Linus Torvalds award ke Free Software Foundation adalah seperti memberikan Hans Solo award ke Rebel Fleet.” Richard menganalogikan ke film StarWar.

Yang menarik dari Linus Torvalds adalah adanya Hukum Linus. Menurut Eric S. Raymond, salah seorang hacker nomor satu di dunia, hukum Linus berbunyi, "given enough eyeballs, all bugs are shallow". Atau dalam bahasa yang lebih formal "Given a large enough beta-tester and co-developer base, almost every problem will be characterized quickly and the fix will be obvious to someone." Hukum tersebut di formulasikan oleh Eric S. Raymond dalam tulisannya "The Cathedral and the Bazaar". 

Bagi anda yang tertarik untuk melirik lebih dalam lagi akan kisah perjuangan Free Open Source Software ada baiknya melihat film Revolution OS http://www.revolution-os.com. Revolution OS menceritakan cerita para hacker yang berjuang melawan software proprietary seperti Microsoft dengan mengembangkan GNU/Linux dan gerakan Open Source. 

Dalam film tersebut tercatat bahwa pada tanggal 1 Juni 2001, CEO Microsoft Steve Ballmer berkata, "Linux adalah kanker yang menempel pada hak atas kekayaan intelektual dari semua semua yang di sentuhnya" . Revolution OS menampilkan interview dengan Linus Torvalds, Richard Stallman, Bruce Perens, Eric Raymond, Brian Behlendorf, Michael Tiemann, Larry Augustin, Frank Hecker, dan Rob Malda. 

Kisah yang menarik di sampaikan oleh Eric S. Raymond. Suatu hari saya berpapasan dengan dia (Craig Mundie dari Microsoft) di elevator. Saya lihat badge-nya dan berkata, "ah, anda bekerja di Microsoft". Craig melirik kepada saya dan berkata, "Oh ya, dan apa yang anda lakukan?" Hmm saya lihat itu seperti melecehkan, seseorang dengan jas memandang rendah pada seorang hacker urkan. Oleh karenanya saya memandang tajam ke Craig dan berkata, "I am your worst nightmare!" 

Tentunya Indonesia tidak ketinggalan di bandingkan dengan mereka yang ada di luar negeri 
banyak yang dilakukan oleh bangsa ini di bidang Open Source Software. Kisah-kisah perjuangan Open Source Indonesia banyak tercatat dalam Sejarah Perjuangan Internet Indonesia yang dapat anda baca-baca di situs SpeedyWiki maupun WikiDetikINET, pada alamat http://opensource.telkomspeedy.com/wiki maupun http://wiki.detikinet.com.

Beberapa hal besar yang perlu di catat adalah,
  1. Pemerintah telah mencanagkan gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) . Terutama di motori oleh rekan-rekan di MENRISTEK. Bahkan Pak Kusmayanto Kadiman dengan sepenuh hati akan menegur staff-nya di lingkungan RISTEK yang tidak menggunakan Open Source.
  2. Di sisi komunitas bermunculan banyak pengguna Linux, seperti, Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI), KLAS, Kelompok Linux Cewek (Kluwek), YPLI, dan terakhir yang baru terbentuk adalah Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI).
  3. Aktifitas komunitas IT lebih banyak berpusat di berbagai di mailing list maupun forum diskusi, seperti, tanya-jawab@linux.or.id , asosiasi-warnet@yahoogroups.com maupun di http://opensource.telkomspeedy.com/forum/
  4. Sangat banyak sekali Web para aktifis Open Source Indonesia, seperti http://kambing.ui.edu, http://www.ubuntu-id.org, http://www.postfix.or.id maupun yang sifatnya lebih umum seperti http://opensource.telkomspeedy.com/, http://www.linux.or.id 
  5. Ada beberapa majalah Linux, salah satu yang cukup besar adalah Majalah InfoLinux http://www.infolinux.web.id .
  6. Salah satu kegiatan yang paling keren adalah memecahkan empat (4) rekor MURI pada tanggal 2 Agustus 2008 yang baru lalu. Mengerahkan sekitar 300-an siswa sekolah, dan satu orang siswa SMP kita berhasil menginstalasi secara masal Linux BlankOn di 288 laptop dan terakhir membuat 1500+ halaman Blog di BlogDetik.com dalam waktu 2 jam-an saja. Detail beritanya dapat di baca di detik.com maupun di Situs Sejarah Perjuangan Internet Indonesia.

Semoga kita dapat merdeka dari penjajahan kapitalis, seperti Microsoft.

Content Lokal dan Dunia Usaha Berbasis Masyarakat

Berbeda dengan bayangan pemerintah dan mungkin media. Internet Indonesia banyak di dorong oleh dunia usaha dan content lokal berbasis masyarakat. Ini karena murahnya akses RT/RW-net dan broadband unlimited yang tidak sampai Rp. 200.000 / bulan, bahkan akses di bawah Rp. 5000 / hari melalui Selular!  Statistik di Bekas.com menunjukan, akses WARNET tinggal 21%, sebagian besar (42%) dari rumah (termasuk handphone), 33% Kantor, dan 4% HotSpot.

Hampir semua provider dan operator telekomunikasi mengakui bahwa 40-60% trafik Internet di dominasi oleh Facebook! Memang bandwidth Youtube mendominasi terutama di Speedy, tapi di selular dan lainnya hampir semua di dominasi Facebook.

Willy Sutrisno yang bekerja di perusahaan yang dapat memonitor traffic internet Indonesia dan bertanggung jawab atas peering peering dengan content/provider international. Dan Facebook merupakan salah satunya. Ternyata traffik FB di link international perusahaannya sudah mencapai 10% dari seluruh traffic internasional. Mengingat perusahaan Pak Willy adalah upstream lebih dari 50 ISP di Indonesia, maka data nya tampaknya cukup valid. 

Data Checkfacebook.com menunjukan Indonesia rangking ke 7 di dunia dengan 12 juta pengguna. Bahkan Indonesia merupakan negara yang paling banyak menambah pengguna Facebook di dunia dengan lebih dari 700.000 pengguna / minggu! Hal ini di konfirmasi Alexa (www.alexa.com) yang merangking Facebook sebagai situs nomor satu (1) di Indonesia. Tidak heran, Gramedia banyak menayangkan buku kiat berkiprah di Facebook. 

Jika kita tela'ah statistik Alexa, setelah Facebook, maka Blogger.com, Wordpress.com dan Kaskus.us merupakan situs yang banyak di akses Indonesia. Ini menjadi menarik karena semua situs tersebut termasuk Facebook hanya wadah saja, semua isi / content situs di generate  oleh pengguna Internet bukan pengelola situs. Bahkan Kaskus.us hanya forum diskusi elektronik. Baru sesudah Kaskus.us, bermunculan situs seperti detik.com, kompas.com, okezone.com dll di Alexa.

Istilah keren-nya “user generated content” ternyata menarik / marak. Pengguna Indonesia tampaknya suka pada berita / content dari pengguna lain, bukan content yang “resmi” dan profesional. Hal ini secara tidak langsung menjadi “ancaman” bagi situs berita, content provider. Juga ancaman bagi berbagai inisiatif “top down” untuk membuat content lokal yang banyak menjadi proyek di APBN. Merangkul komunitas sebagai bagian dari produsen informasi menjadi sangat penting dan strategis.

Yang tidak kalah menarik, situs jejaring sosial / forum maupun blog ternyata tidak hanya digunakan untuk sharing pengetahuan dan silaturahmi.  Mengais rejeki di Internet menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari komunitas informasi. Situs Facebook, Kaskus.us, Bekas.com menjadi alternatif wadah  mengais rejeki di Internet. Caranyapun mudah dan gratis, kita dapat aktif berdiskusi dan menawarkan solusi, menempelkan produk pada dinding atau catatan di Facebook, atau dengan sedikit uang memuat iklan baris di situs seperti Bekas.com.

Dengan 12 juta pengguna Facebook Indonesia, transaksi di Facebook menguntungkan.  Nama Facebook yang digunakan explisit memperlihatkan usahanya, seperti, Tripti Batik, the Boutique, teabag butik, Karina Jualan Sepatu, Jual Mobil Bekas, Jual-beli Sepeda,  House of Nayza - Butik Kaos Muslimah, Butik Anakku, Sepatu Lukis, sepedaku.com. Adanya group dan fans profile Facebook seperti, motifbatik (1 juta fans), Aku Cinta Batik Indonesia (40.000 fans), Fotografer.net (17.000 fans) menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi komunitas.

Penghasilan Internet sebagai tambahan sangat lumayan. Yurista Murtisari, ibu rumah tangga, di Pekalongan aktif di Facebook usaha kaos muslim online modal awal Rp. 300 ribu, omset Rp. 8 juta dalam waktu empat bulan. Biaya akses Internet tertutup, putra putri tetap terawasi tanpa perlu lelah kerja di kantor. Keuntungan Rp. 1-2 juta / bulan sangat mungkin. Trend ini menjadi solusi para ibu untuk berusaha dirumah, salah satu komunitas besar adalah http://komunitas.bundainbiz.com di motori Ibu Nadia, Ibu Sotya, Ibu Sharah, Ibu Riana dan Ibu Mia.

Selain Facebook, Kaskus.us Forum Jual Beli merupakan salah satu situs perdagangan Indonesia yang paling menarik. Ada sepuluh (10) barang yang paling diperdagangkan di Kaskus.us, yaitu, Action Figures, Blackberry Onyx, Sony PSP Go, Sony Digital Camera, iPod Touch, HTC PDA Phone, Acer Notebook, Canon DSLR Camera, Motor Ninja dan Kaos Distro. Cara jual sangat sederhana, penjual posting di Forum beserta gambar dan harga. Pembeli dapat menawar di Forum. Transfer uang melalui Bank sebelum barang dikirim. Andrew Darwis salah seorang pendiri Kaskus.us menceritakan edaran uang di Kaskus lumayan, seorang penjual kamera digital dapat memutarkan Rp. 100 juta / minggu tanpa stok barang! Barang di ambil dari distributor saat ada pemesanan.

Memang tidak semua usaha di Internet berahlak, lumayan banyak usaha yang tidak berahlak seperti foto bugil, situs porno dsb. Untungnya, usaha demikian sulit untuk menembus Facebook, Kaskus.us dll karena mekanisme moderasi dan filtering yang lumayan ketat. Pelaporan ke administrator Facebook, maka menjamin halaman esek-esek di tutup. Dalam bertransaksi di Internet jangan pernah menipu. Cerita mulut ke mulut akan dahsyat efeknya dan mematikan.  Di samping adanya UU ITE yang menambahkan payung hukum untuk transaksi di Internet.

Minggu, 06 Mei 2012

Jaringan Sosial di Internet

Sebuah jasa jaringan sosial di Internet akan memfokuskan dari untuk membangun komunitas (manusia) secara online untuk berbagai kesukaan, hobby, dan aktifitas. Kebanyakan jasa jaringan sosial berbasis Web dan memberikan berbagai cara untuk pengguna berinteraksi, mulai dari e-mail hingga Internet Messaging.

Jaringan sosial telah membuat cara baru yang sangat dahsyat untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Situs jaringan sosial digunakan oleh jutaan manusia, dan sekarang tampaknya jaringan sosial akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang.  Tipe utama jasa jaringan sosial biasanya berupa daftar / direktori yang berbasis pada kategori, misalnya, alumni sebuah sekolah, atau teman sekelas, sebagai cara untuk tetap berhubungan antar teman, atau sebuah sistem rekomendasi yang dihubungkan berdasarkan kepercayaan (trust). Metoda yang populer menggabungkan ke dua tipe jaringan ini. Jaringan sosial yang banyak digunakan di Amerika Serikat adalah MySpace dan Facebook. Di Eropa lebih banyak digunakan MySpace, Facebook dan Hi5. Sementara di Amerika Selatan dan Amerika Tengah lebih banyak menggunakan Orkut dan Hi4. Di Asia dan Pasifik lebih banyak menggunakan Friendster, Orkut dan Cyworld.

Sekarang ini semakin banyak para peneliti dan akademisi yang mulai mempelajari jaringan sosial, seperti, Facebook, terutama untuk melihat dampak yang akan terjadi pada masyarakat. Beberapa isu yang banyak di teliti adalah,

  • Kepribadian
  • Privasi
  • e-learning
  • Kapital sosial.
  • Penggunaan untuk remaja.

Bersyukurlah Indonesia Miskin

“Bersyukurlah kita hidup di Indonesia yang miskin!”

Berbeda dengan negara di Amerika Utara, Eropa, Jepang, Australia. Kita sebagai negara yang miskin, sebagian besar rakyat kita berpenghasilan rendah, hidup pas-pasan, berpendidikan pas-pasan. Hanya segelintir rakyat Indonesia yang bisa memperoleh gelar sarjana. Dari statistisk yang ada di DIKNAS Dari 6 juta anak yang masuk SD setiap tahun, hanya 600.000-an yang akan memperoleh gelar sarjana. 

Konsekuensinya memang cukup seru. Kita sebagai bangsa harus berfikir keras untuk dapat membuat 200 juta bangsa ini menjadi pandai. Mencari solusi supaya bisa banyak orang pandai dalam waktu singkat, dengan biaya yang murah. Internet & telekomunikasi mungkin bisa menjadi solusinya. Tapi kita harus berfikir keras memberikan solusi akses telekomunikasi & Internet yang murah. 

Terus terang, kebanyakan solusi yang di tawarkan oleh negara maju untuk memberikan akses murah sebetulnya tidak cocok untuk Indonesia.  Menggunakan logika sederhana saja,

“Solusi orang miskin pasti beda dengan solusi orang kaya”

Orang kaya cenderung, apa-apa beli, apa-apa membayar orang, apa-apa harus bagus. Orang miskin biasanya mempunyai karakter yang sangat berbeda. Orang miskin akan cenderung membuat apa-apa sendiri, kalau bisa dengan alat-alat yang sederhana. Kita mau tidak mau harus berinovasi, harus kreatif dalam mencari solusi yang kita butuhkan. Yang sering kita tidak sadar, (jika berhasil) keberhasilan Indonesia dalam memberikan akses telekomunikasi & Internet murah sebetulnya bisa menjadi contoh bagi banyak negara berkembang lain di dunia.

“Bersyukurlah kita hidup di Indonesia yang miskin!”

Indonesia mungkin “miskin”, tapi bukan berarti Indonesia tidak pandai, tidak mampu, ketinggalan jaman. Dari data-data yang ada, walaupun katanya Indonesia miskin, saat ini ada

100+ juta pengguna handphone
30+ juta pengguna internet
2+ juta blogger
Ranking ke dua pengguna facebook di dunia
Pembuat trending topik di twitter.
Negara dengan RT/RW_net terbesar di dunia.
Negara yang menggunakan twitter untuk mobilisasi ribuan relawan bencana alam #jalinmerapi.
Dll.

Dahsyat sekali! Bahkan India, Cina yang kategori-nya masih agak negara berkembang kalah oleh Indonesia!

Semua ini tentunya di dukung oleh banyak innovasi yang di kembangkan oleh rakyat Indonesia, yang di adopsi oleh banyak rakyat Indonesia lainnya, yang di putar menggunakan uang rakyat. Tanpa utangan bank dunia, kadang-kadang tanpa bantuan APBN. Beberapa contoh innovasi bangsa Indonesia yang sulit di tandingi oleh negara-negara berkembang maupun maju, seperti,

WARNET – tidak banyak negara di dunia yang mempunyai jumlah WARNET seperti Indonesia.
RT/RW-net – ini hanya ada di Indonesia.
Antenna Wajanbolic e-goen – Legendaris.
Antenna Wajanbolic 3G & CDMA.
Antenna Bazooka 3G, GPRS, CDMA.
Perjuangan Pembebasan Frekuensi 2.4GHz – hanya bangsa Indonesia yang membebaskan frekuensi 2.4GHz dengan perjuangan.
Buku Sekolah Elektronik untuk pelajaran TIK.
Teknologi OpenBTS – ini merupakan teknologi BTS open source murah Rp. 100+ juta yang bisa menggantikan teknologi BTS sekarang yang harganya Rp. 3 milyard.
Transaksi Online di Kaskus yang melibatkan uang dalam jumlah besar sekali.
Sistem Operasi IPTEKNUX yang gratis untuk pembelajaran sains di sekolah.
Sistem Operasi SchoolOnffline yang memungkinkan sekolah belajar Internet tanpa Internet.
Sistem Operasi BlanOn.
Sistem Operasi BlankOn Sajadah untuk umat islam di Indonesia.
SISFOKOL yang mengembangkan sistem informasi sekolah.

Terus terang masih banyak sekali innovasi yang dilakukan oleh rakyat Indonesia yang sering kali di sharing secara cuma-cuma di Internet.

“Bersyukurlah kita hidup di Indonesia yang miskin!”

Jika kita kaya, mungkin kita tidak mungkin se-kreatif sekarang sehingga menelurkan banyak innovasi.

“Bersyukurlah kita hidup di Indonesia yang miskin!”

Kekuatan Republik ini akan menjadi lebih dahsyat lagi jika orang pandai di republik ini bisa di perbanyak. Sistem pendidikan yang murah, yang berbasis IT, dengan materi bebas di Internet akan menjadi kunci. Semoga para petinggi republik ini sadar akan kekuatan terpendam Indonesia yang sangat dahsyat!

Bukan mustahil, bangsa-bangsa lain akan belajar kepada bangsa Indonesia di kemudian hari.

MERDEKA!!

Squid Web Proxy Cache

Salah satu contoh aplikasi proxy/cache server adalah Squid. Squid dikenal sebagai aplikasi proxy dan cache server yang handal. Pada pihak klien bekerja apliaksi browser yang meminta request http pada port 80. Browser ini setelah dikonfigurasi akan meminta content, yang selanjutnya disebut object, kepada cache server, dengan nomor port yang telah disesuaikan dengan milik server, nomor yang dipakai bukan port 80 melainkan port 8080 3130 (kebanyakan cache server menggunakan port itu sebagai standarnya).

Pada saat browser mengirimkan header permintaan, sinyal http request dikirimkan ke server. Header tersebut diterima squid dan dibaca. Dari hasil pembacaan, squid akan memparsing URL yang dibutuhkan, lali URL ini dicocokkan dengan database cache yang ada.

Database ini berupa kumpulan metadata (semacam header) dari object yang sudah ada didalam hardisk. Jika ada, object akan dikirimkan ke klien dan tercatat dalam logging bahwa klien telah mendapatkan object yang diminta. Dalam log kejadian tersebut akan dicatat sebagai TCP_HIT. Sebaliknya, jika object yang diminta ternyata tidak ada, squid akan mencarinya dari peer atau langsung ke server tujuan. Setelah mendapatkan objectnya, squid akan menyimpan object tersebut ke dalam hardisk. Selama dalam proses download object ini dinamakan “object in transit” yang sementara akan menghuni ruang memori. Dalam masa download tadi, object mulai dikirimkan ke klien dan setelah selesai, kejadian ini tercatat dalam log sebagai TCP_MISS. 

Hubungan antar cache atau nantinya disebut peer itu sendiri ada dua jenis, yaitu parent dan sibling. Sibling kedudukannya saling sejajar dengan sibling lainnya, sedangkan parent adalah berada diatas sibling, dua jenis peer ini yang selanjutnya akan bergandengan membentuk jaringan hirarki cache

ICP sebagai protokol cache berperan dalam menanyakan ketersediaan object dalam cache. Dalam sebuah jaringan sebuah cache yang mempunyai sibling, akan mencoba mencari yang dibutuhkan ke peer sibling lainnya, bukan kepada parent, cache akan mengirimkan sinyal icp kepada sibling dan sibling membalasnya dengan informasi ketersediaan ada atau tidak. Bila ada, cache akan mencatatkan ICP_HIT dalam lognya. Setelah kepastian object bias diambil dari sibling, lalu cache akan mengirimkan sinyal http ke sibling untuk mengambil object yang dimaksud. Dan setelah mendapatkannya, cache akan mencatat log SIBLING_HIT.

Jika ternyata sibling tidak menyediakan object yang dicari, cache akan memintanya kepada parent. Sebagai parent, ia wajib mencarikan object yang diminta tersebut walaupun ia sendiri tidak memilikinya (TCP_MISS). Setelah object didapatkan dari server origin, object akan dikirimkan ke cache child tadi, setelah mendapatkannya cache child akan mencatatnya sebagai PARENT_HIT.

Konfigurasi, penggunaan dan metode Squid

Konfigurasi-konfigurasi mendasar squid antara lain :

http_port nomor port. 
Ini akan menunjukkan nomor port yang akan dipakai untuk menjalankan squid. Nomor port ini akan dipakai untuk berhubungan dengan klien dan peer.

icp_port nomor port. 
Ini akan menunjukkan nomor port yang akan dipakai untuk menjalankan squid. Nomor port ini akan dipakai untuk berhubungan dengan klien dan peer.

cache_peer nama_peer tipe_peer nomor_port_http nomor_port_icp option. 
Sintask dari cache peer ini digunakan untuk berhubungan dengan peer lain, dan peer lain yang dikoneksikan ini tipenya bergantung dari tipe peer yang telah dideklarasikan ini, bias bertipe sibling maupun bertipe parent,dan port yang digunakan untuk hubungan ICP maupun HTTP juga dideklarasikan disini, sedangakan untuk parameter option disini ada bermacam-macam salah satunya adalah default yang berarti dia adalah satu-satunya parent yang harus dihubungi (jika bertipe parent) dan proxy-only yang berarti bahwa object yang dipata dari peer tersebut tidak perlu disimpan dalam hardisk local.

Dead_peer_timeout jumlah_detik seconds. 
Masing-masing peer yang telah didefinisikan sebelumnya mempunyai waktu timeout sebesar yang ditentukan dalam konfigurasi ini, Jika peer tidak menjawab kiriman sinyal ICP dalam batas waktu yang telah ditentukan, peer akan dianggap tidak akan dapat dijangkau, dan cache server tidak akan mengambil object dari server yang bersangkutan dalam interval waktu tertentu.

Hierarcy_stoplist pola1 pola2
Sintaks ini digunakan untuk menyatakan apa yang harus tidak diminta dari peer, melainkan harus langsung dari web server origin, jika pola1 dan pola 2 adalah parameter cgi-bin, ?, dan lain-lain maka jika ada request URL yang mengandung karakter tersebut maka akan diambilkan langsung ke server origin.

Cache_mem jumlah_memori (dalam bytes)
Sintaks ini akan menentukan batas atas jumlah memori yang digunakan untuk menyimpan antara lain : intransit object yaitu object yang dalam masa transisi antara waktu cache mendownload sampai object disampaikan ke klien, dan hot object, yaitu object yang sering diakses.

Cache_swap_low/high jumlah (dalam persen)
Squid akan menghapus object yang ada didalam hardisknya jika media tersebut mulai penuh. Ukuran penuh ini yang diset pada cache_swap_low dan cache_swap_high. Bila batas swap_low telah tercapai maka squid mulai menghapus dan jika batas swap_high tercapai maka squid akan semakin sering menghapus.

Cache_dir jenis_file_sistem direktori kapasitas_cache dir_1 jumlah dir_2
Sintaks ini akan menjelaskan direktori cache yang dipakai, pertama adalah jenis file sistemnya, lalu didirektori mana cache tersebut akan disimpan, selanjutnya ukuran cache tersebut dalam MegaBytes lalu jumlah direktori level 1 dan direktori level 2 yang akan digunakan squid untuk menyimpan objectnya.

RT/RW-Net Yang Makin Meraja

Penggunaan internet yang makin marak, membuat banyak orang kemudian berpikir untuk makin mendekatkan teknologi yang semula rumit dan mahal itu kepada masyarakat. Bukan hal baru lagi, jika wajan dan tutup panci bisa digunakan sebagai antena untuk menangkap sinyal agar bisa mengakses internet.

Yang menarik, jika penggunaan internet tersebut dilakukan banyak warga untuk menggali potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. Di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat misalnya, warga di empat desa yaitu Cilampeni, Pangauban, Sangkanhurip, dan Sukamukti bisa mengakses internet melalui RT/RW-net, jaringan internet murah yang bisa diakses di lingkungan desa.

Jika didefinisikan, RT/RW-Net adalah jaringan komputer swadaya masyarakat dalam ruang lingkup RT/RW melalui media kabel atau wireless 2.4 Ghz dan hotspot sebagai sarana komunikasi rakyat yang bebas dari undang-undang dan birokrasi pemerintah. Pemanfaatan RT/RW Net ini dapat dikembangkan sebagai forum komunikasi online yang efektif bagi warga untuk saling bertukar informasi, mengemukakan pendapat, melakukan polling ataupun pemilihan ketua RT/RW dan lain-lain yang bebas tanpa dibatasi waktu dan jarak melalui media e-Mail/Chatting/Web portal, di samping fungsi koneksi internet yang menjadi fasilitas utama. Bahkan fasilitas tersebut dapat dikembangkan hingga menjadi media telepon gratis dengan teknologi VoIP.

Membangun RT/RW Net merupakan suatu konsep di mana beberapa komputer dalam suatu perumahan atau blok dapat saling berhubungan dan dapat berbagi data serta informasi. Konsep lain dari RT/RW Net adalah memberdayakan pemakain internet di mana fasilitas internet tersedia selama 24 jam sehari selama sebulan di mana biaya yang akan dikeluarkan akan murah karena semua biaya pembangunan infrastruktur, operasional dan biaya langganan akan ditanggung bersama.

Sebagian dari mereka memilih media wajan dan tutup panci sebagai penerima sinyal. Sementara sebagian yang lain memilih media kabel. Dengan biaya Rp100.000 per bulan, sekitar 30 warga Kecamatan Katapang bisa mengakses internet secara tak terbatas (unlimited). ”Kecepatannya bisa dibandingkan dengan provider internet yang lain. Dengan RT/RW-net, kita bisa mendapatkan kecepatan internet hingga 1 megabyte per detik,” jelas Supriatna, salah seorang pengurus layanan RT/RW-net di Kecamatan Katapang, (22/1).

Wajan bisa digunakan untuk menangkap sinyal dengan jarak antara 100-500 meter. ”Sementara kalau di bawah 100 meter, bisa menggunakan kabel,” ujar Supriyatna. Alat yang diperlukan untuk mengakses internet lewat media wajan pun menurutnya tergolong mudah.

”Tinggal sediakan wajan berdiameter 45 sentimeter dan pipa paralon berukuran 3 inci yang di dalamnya dipasangi Wi-Fi USB. Sekarang di Kec. Katapang sudah ada beberapa pengurus layanan RT/RW-net,” ucapnya.

Pada awalnya, kata Supriyatna, banyak warga yang tertarik berlangganan internet karena alasan hiburan. ”Tapi ke sini-sininya malah mencetuskan kreativitas warga. Misalnya kalau ada kegiatan di Kecamatan Katapang, mereka langsung mem-posting melalui blog,” kata Supriyatna, yang juga merupakan salah seorang administrator dari situs Kecamatan Katapang. Dalam 10 bulan, jumlah pengunjung mencapai 28.441 orang.

Bicara mengenai situs atau blog, Kecamatan Katapang juga memiliki blog yang memiliki alamat (hosting) di www.kecamatan.katapang.net. Selain berisi berita dan kejadian sehari-hari, situs ini juga biasa digunakan masyarakat untuk memunculkan potensi di desa masing-masing.

Camat Katapang Nina Setiana mengakui manfaat  situs tersebut sangat besar. ”Saya jadi tahu secara langsung aspirasi dari masyarakat. Kami juga bisa mengevaluasi pelayanan yang telah kami berikan kepada mayarakat,” kata Nina.

Nina juga mengatakan, pelayanan publik online melalui internet merupakan tujuan yang ingin diraih. ”Sepertinya enak ya kalau warga bisa mengurus surat-surat, sertifikat, dan keperluan kependudukan hanya dengan mengklik dari rumah. Makanya kami akan terus mendukung pengadaan internet di Kecamatan Katapang,” ucapnya. 

Sebenarnya di Bandung sudah cukup banyak berdiri RT/RW Net, hanya saja mereka kurang terekspos melalui media misalnya karena hanya mengandalkan website untuk unjuk eksistensinya. Bahkan sudah banyak berdiri komunitas RTRW Net. Mereka pun membuat web untuk merangkul komunitas. Sebut saja www.vilanusaindah.com di Bekasi, www.griyamelati.net di Bogor, www.topazpermata.com di Kota Cimahi, Jawa Barat, www.gadingmas.com di Jakarta, www.rt-net-kapelima.com di  Bandung, dan masih banyak lagi.

Pakar Internet Onno W Purbo mengatakan, RT/RW-net sebetulnya produk hasil jerih payah banyak rakyat di Indonesia yang mendambakan internet murah. Dari sisi kebijakan RT/RW-net memperlihatkan sebuah fenomena ketidakadaan ruang legal bagi infrastruktur berbasis komunitas, yang di bangun dengan peralatan buatan sendiri, dari rakyat, oleh rakyat, oleh rakyat. Tidak ada ruang legal bagi infrastruktur Wireless Internet menggunakan WiFi.

”Adanya peralatan teknologi informasi yang mutakhir tidak cukup. Keberhasilan RT/RW-net di Indonesia terjadi karena adanya proses pemandaian masyarakat tentang alternatif teknologi internet yang murah. Belakangan hari, teknologi wireless internet tampaknya menjadi tulang punggung RT/RW-net di Indonesia,” kata Onno kepada Biskom.

Istilah RT/RW-net pertama kali digunakan sekitar tahun 1996-an oleh para mahasiswa di Universitas Muhammadyah Malang (UMM) yang menyambungkan kos-kos-an mereka ke kampus UMM yang tersambung ke jaringan AI3 Indonesia melalui GlobalNet di Malang dengan gateway internet di ITB. Sambungan antara RT/RW-net di kos-kosan ke UMM dilakukan menggunakan walkie talkie di VHF band 2 meter pada kecepatan 1200bps.

“Secara bercanda para mahasiswa Malang ini menamakan jaringan mereka RT/RW-net karena memang di sambungkan ke beberapa rumah di sekitar kos-kosan mereka,” kata Bino yang waktu itu masih bekerja di GlobalNet.

Implementasi yang serius dari RT/RW-net dilakukan pertama kali oleh Michael Sunggiardi di perumahannya di Bogor sekitar tahun 2000-an. Banyak kisah sedih yang diceritakan Michael lantaran sulitnya mencari pelanggan di awal 2-3 tahun operasi RT/RW-net-nya. Sebagian besar tetangga Michael saat itu tidak merasa butuh akses Internet 24 jam dari rumahnya.

Waktu itu, Michael banyak menggunakan kabel LAN untuk menyambungkan antar rumah. Karena lebih reliable dan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan radio/wireless LAN/ Wireless Internet. Namun belakangan, tampaknya lebih banyak RT/RW-net yang menggunakan wireless internet karena lebih mudah dan harga peralatan yang makin murah.

Di tahun 2005-2006, setelah frekuensi 2.4GHz dibebaskan. Tampaknya RT/RW-net menjadi sangat booming, hal ini dapat dimonitor dari dekat dari berbagai diskusi yang terjadi di mailing list indowli@yahoogroups.com, banyak sekali permohonan akses RT/RW-net yang dilayangkan ke mailing list indowli@yahoogroups.com.

Berita yang menarik terjadi di Bandung, beberapa kos-kosan juga mengembangkan kos-kos-an Net di bawah RT/RW-net dan menarik sekitar Rp. 50.000 / bulan untuk setiap anak kos yang mengakses Internet 24 jam. Dengan cara ini Internet menjadi sangat terjangkau untuk para mahasiswa.

Seperti biasa, setelah berjalan beberapa mulai terjadi tindakan represif terhadap RT/RW-net yang di sweeping Balai Monitoring POSTEL. Argumentasi yang digunakan adalah ijin ISP, agak ajaib sebuah RT/RW-net kalau harus memiliki ijin ISP yang di tanda tangani oleh seorang menteri. Bayangkan Menkominfo harus menanda tangani juta-an ijin RT/RW-net seluruh Indonesia? 

Antenna Wajan, atau Wajanbolic e-goen merupakan terobosan dalam Teknologi RT/RW-net. Antenna Wajanbolic e-goen dapat menjadi client yang murah dalam sebuah RT/RW-net sehingga kita dapat ber Internet dengan murah. Internet murah bukan berarti mencuri bandwidth dan berinternet gratis, seperti kebanyakan orang menyangka. Internet menjadi murah karena beban biaya ditanggung ramai-ramai oleh banyak pengguna di sebuah RT/RW dalam RT/RW-net.

Sabtu, 28 April 2012

Prosedur Instalasi Wireless LAN

Peralatan
  1. Kompas dan peta topografi
  2. Penggaris dan busur derajat
  3. Pensil, penghapus, alat tulis
  4. GPS, altimeter, klinometer
  5. Kaca pantul dan teropong
  6. Radio komunikasi (HT)
  7. Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
  8. Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
  9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
  10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
  11. Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
  12. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)
Survey Lokasi
  1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
  2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
  3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
  4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi
  5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
  6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat
Pemasangan Konektor
  1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
  2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
  3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
  4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
  5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
  6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
  7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
  8. Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
  9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
  10. Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet
Pembuatan POE
  1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
  2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
  3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
  4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter
Instalasi Antena
  1. Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
  2. Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
  3. Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
  4. Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
  5. Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
  6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah
Instalasi Perangkat Radio
  1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
  2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
  3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
  4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
  5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
  6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
  7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
  8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna
Pengujian Noise
  1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
  2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
  3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
  4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
  5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
  6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
  7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.
Perakitan Antena
  1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
  2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
  3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
  4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
  5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan
Pointing Antena
  1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
  2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
  3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
  4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
  5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
  6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
  7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)
Pengujian Koneksi Radio
  1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
  2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
  3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
  4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing 
  5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
  6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
  7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
  8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
  9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
  10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar

Multimedia To Home

Multimedia masuk ke rumah-rumah? Mengapa tidak! Layanan multimedia berupa kanal-kanal TV, News, dan High Speed Internet, secara bersamaan saat ini sudah dapat dinikmati langsung oleh jutaan pemirsa TV dan pelanggan internet di rumah-rumah di seluruh Indonesia. Dengan bermodalkan sebuah card yang dilengkapi antena parabola biasa, user sudah bisa menikmati siaran-siaran TV seperti CNN, Bloomberg, dsb, sembari mendownload file-file MP3 dari Internet. Tidak itu saja, kecepatan download dari Internetpun sangat cepat mencapai 15 s/d 50 kali kecepatan download Internet sekarang lewat dial/up. Pernahkan Anda merasakan download file Game Quake III 47 Mpbs kurang dari 15 menit?

PERKAWINAN TV BROADCASTING DAN INTERNET
Satu kata kunci yang sering disebut-sebut oleh pengamat TI adalah: konvergensi. Dan ini selalu dikaitkan dengan Internet. Gampang dilihat, sekarang Internet mencoba melebarkan servisnya ke layanan TV, jadilah Internet TV. Tidak ketinggalan TV Broadcastingpun melebarkan kemampuaannya agar Internet enabled. Lalu kenapa keduanya tidak kawin saja? Ya, perkawinan itu sekarang sudah terjadi dan hasilnya muncul teknologi DVB (Digital Video Broadcasting) yaitu sebuah teknologi yang memungkinkan paket-paket data (khususnya paket data IP – Intenet Protocol) ikut “nebeng” dalam kanal-kanal siaran TV Broadcsting.
Pilar yang ikut memperkuat perkawinan tersebut adalah lahirnya teknologi kompresi video dan audio yang sangat canggih yaitu teknologi MPEG (Motion Picture Expert Group). Kompresi MPEG ini dapat mengkompresi data-data digital sampai dengan 10 kali bahkan lebih tanpa mengurangi kualitas gambar dan suara.
Hal lain yang semakin memuluskan perkawinan teknologi TV Broadcasting dengan Internet ini adalah keluasan implementasi protokol IP (Internet Protocol) karena didukung oleh massive-nya subcriber internet di seluruh jagad saat ini, yang menyebabkan mau tidak mau semua protokol transport maupun network harus bisa berbicara dengan protokol IP ini. Disamping itu IP sendiri secara teknologi telah mensupport applikasi-aplikasi streaming video satu arah dengan teknologi IP Multicast. 

CIKAL BAKAL “MTH”
Sebenarnya layanan Multimedia To Home (disingkat MTH) ini bukanlah termasuk barang yang benar-benar baru. Di Amerika produk/layanan ini sudah ada pertengahan tahun ’94 dengan proyek yang dinamakan DirectTV dan DirectPC oleh HNS (Hughes Network System). Sukses layanan diatas sangatlah cepat dimana dalam satu tahun setelah peluncuran sudah menggaet lebih dari satu juta pelanggan. DirectTV adalah layanan TV Satelit digital seperti layaknya layanan TV Satelit Indovision di Indonesia. Dengan antena dish yang cukup kecil, TV dirumah dapat menangkap beragam siaran TV, mulai dari siaran berita, edukasi, hiburan, dll.
Sedangkan DirectPC adalah layanan Internet kecepatan tinggi asimetrik dimana “request” menggunakan jalur telepon biasa sedangkan “reply” diterima dari satelit (melalui antena parabola). 
Pada saat itu DirectTV maupun DirectPC menggunakan standar propietary Hughes, dimana layanan ini menggunakan DBS (Digital Broadcast Satellite) pada transmisi ke satelitnya dan menggunakan MPEG 1.5 (istilah tidak resmi untuk MPEG 1 yang dikanibal). Memang pada saat itu standar MPEG 2 belum diratifikasi, sehingga Hughes memodifikasi standar MPEG 1. Modifikasi ini perlu karena standar MPEG 1 masih memiliki beberapa kelemahan jika diimplementasikan dalam TV Broadcasting.
Pada saat yang hampir sama, sebuah konsorsium di Eropa mengembangkan standar baru untuk TV Broadcasting digital, yang kemudian memunculkan standar DVB (Digital Video Broadcast). Standar DVB ini merupakan Open Standar, sehingga setiap manufaktur bisa membuat receiver atau decoder yang comply dengan standar ini. Dengan sifat terbuka tersebut dalam waktu singkat teknologi dan standar DVB ini dapat diterima diseluruh dunia termasuk di benua Amerika sendiri. Satu persatu siaran-siaran TV yang memancar secara analog ke satelit mengkonversikan diri menjadi memancar secara digital dengan format DVB.

SERVICE YANG TERSEDIA DI “MTH”
Saat ini layanan “MTH” menyediakan 3 layanan utama, yaitu: Internet kecepatan tinggi, Video and News Broadcasting, dan Distribusi File. Layanan Internet kecepatan tinggi ini bisa berlangsung karena downstream dari Internet diterima dari satelit dengan kapasitas hampir full transponder (+/- 30 Mbps). PC user harus memiliki sambungan ke Internet terlebih dahulu lewat dial/up maupun leased line untuk dapat menikmati layanan ini. Kecepatan download rata-rata 200 s/d 400 kbps dan dapat burst up sampai dengan 1.5 Mbps.
Pada saat yang sama user dapat menikmati siaran-siarang TV atau Video seperti CNN, Bloomberg, Disney, dsb. Dan untuk customer-customer tertentu seperti corporate, dapat menikmati layanan Distribusi File dengan teknologi Push ataupun Pull, dimana pada waktu-waktu yang telah dijadwalkan PC user menerima satu atau beberapa file yang langsung terekam di Hard Disk user secara otomatis. Layanan ini sangat cocok untuk cetak jarak jauh, distribusi Video dan Musik dalam format MPG atau mp3, dan pembelajaran jarak jauh.
Saat ini penyedia jasa “MTH” ini di Indonesia sudah ada tiga perusahaan, yaitu: PT. Satelindo (dengan layanan Palapanet), PT TELKOM (Dengan layanan Turbonet) dan PT. Infokom Elektrindo (dengan layanan MELESAT). Ketiga penyedia jasa ini menggunakan teknologi yang kurang lebih sama yaitu DBV, MPEG, dan IP.

Selamat datang era multimedia yang sesungguhnya!

Menabur Satelit ke Bumi Menuai Data di Langit

SKY is the limit. Langit batasnya. Ungkapan ini tepat untuk menggambarkan, sebenarnya akses informasi dalam perkembangan pesat teknologi informasi sekarang ini batasnya adalah langit. Di tengah-tengah para pemain industri telekomunikasi mencari berbagai peluang dan mendorong percepatan akses informasi melalui kabel atau nirkabel melalui serat optik dan gelombang udara, muncul peluang lain untuk bisa mengakses informasi melalui gelombang satelit.Memang sekarang ini muncul persoalan serius di mana percepatan pertambahan informasi dibanding dengan infrastruktur jaringan akses bandwith yang tersedia sekarang ini sudah tidak memadai. Semua pengguna jaringan Internet sekarang ini menghadapi persoalan serius lambatnya akses ke berbagai informasi mancanegara yang sekarang ini jumlahnya sudah tidak terhitung berapa terabyte teks, belum lagi ditambah dengan semakin banyaknya informasi berupa audio dan video yang bertambah dalam skala gigantic. 
Persoalannya memang terletak pada infrastruktur telekomunikasi yang memiliki berbagai kendala, mulai dari regulasi yang berkaitan dengan masalah telekomunikasi yang berbeda di setiap negara, persoalan tidak memadainya dana investasi untuk mengembangkan jaringan yang ada, tingginya biaya produksi karena berbagai faktor termasuk non-ekonomi, hambatan politik di berbagai negara termasuk persoalan nasionalisme, faktor pemilihan teknologinya sendiri yang tepat guna, dan persoalan-persoalan lainnya. 
Kecepatan eksponensial teknologi informasi, khususnya jaringan Internet, tidak mau pusing dengan persoalan-persoalan ini. Either you catch up or left behind. Dan karena ketertinggalan dalam masalah akses ke jaringan Internet yang lambat karena persoalan infrastruktur telekomunikasi yang tidak memadai, dengan sendirinya juga akan memperburuk kesan pengguna jaringan Internet yang seharusnya menstimulasi personal excitement karena memperolah pengalaman yang berbeda dari perkembangan pesat multimedia dewasa ini. 
Artinya, jaringan Internet tidak akan menunggu siapa yang akan membeli siapa dalam persoalan antara PT Telkom dan PT Indosat. Karena, pengakses awam jaringan Internet tidak mau pusing juga dengan persoalan yang dihadapi BUMN yang menurut seorang pejabat kepada Kompas di tengah acara ITU Telecom 2000 di Hongkong, 4-9 Desember 2000, akan diadu secara terbatas. 
Apa yang dimaksud dengan kompetisi terbatas ini memang tidak jelas. Tetapi, yang pasti pemerintah tidak berniat untuk melakukan deregulasi secara penuh di bidang telekomunikasi ini. Artinya, pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia masih panjang jalannya. Artinya, orang yang mengakses jaringan Internet di Indonesia sekarang ini masih tetap lambat karena tidak memadainya jaringan yang tersedia. Artinya, biaya mengakses jaringan Internet tetap mahal, karena dibutuhkan waktu yang lama untuk mengakses trilyunan data dari jaringan Internet. Artinya, artinya, artinya, dan arti lainnya yang menghambat perkembangan teknologi informasi di Indonesia secara keseluruhan, termasuk proses mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Satelit Palapa 
Banyak analis telekomunikasi yang memperkirakan akses Internet melalui jaringan broadband (DSL) dan modem berkecepatan tinggi akan meningkat empat kali lipat dalam kurun waktu lima tahun mendatang, kenyataan-kenyataan yang muncul di atas masih ada dan akan terus ada orang-orang yang tidak bisa mengakses jaringan Internet melalui metode-metode yang yang menggunakan kabel. Setidaknya untuk ukuran Indonesia, yang geografis dan jumlah penduduknya yang besar, jelas pertumbuhan empat kali lipat sampai tahun 2005 merupakan sebuah mimpi. 
Akan tetapi, ini tidak berarti tidak ada jalan ke luar terhadap tingginya permintaan dan kebutuhan untuk mengakses jaringan Internet. Ada sesuatu yang terlupakan dalam mengamati perkembangan teknologi telekomunikasi dewasa ini, teknologi satelit. Indonesia adalah pemain awal dalam teknologi satelit yang dikenal dengan nama Palapa yang diluncurkan pada tahun 1976 untuk keperluan domestik. 
Peluncuran satelit Palapa ini menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga setelah AS dan Kanada dalam teknologi persatelitan. Keputusan Presiden Soeharto ketika itu untuk membeli satelit Palapa ini, sekarang terlihat manfaatnya. Mungkin tanpa satelit Palapa sudah tidak ada Indonesia yang kita kenal sekarang ini, satelit komunikasi yang menghubungkan seluruh Kepulauan Nusantara dari Sabang sampai Merauke. 
Di kawasan Asia-Pasifik sekarang ini, bertebaran berbagai satelit milik berbagai negara. Australia sekarang memiliki empat buah satelit (seri Optus), Cina memiliki tiga satelit (ChinaSat, ChinaStar, dan SinoSat), Hongkong tiga satelit (seri Apstar), India memiliki lima satelit (seri Insat), Indonesia empat satelit (seri Palapa dua buah C1 dan C2, Telkom 1, dan Cakrawarta-1), Jepang memiliki 15 buah (seri BSAT, JCSAT, dan NSTAR, dan Superbiird), Malaysia dua buah (seri MeaSat), Filipina satu buah (seri Agila yang merupakan joint venture dengan Indonesia dan RRC), Singapura-Taiwan satu buah (ST-1), Korsel tiga buah (seri KoreaSat), dan Thailand tiga buah (seri Thaicom). Masih ada sekitar 13 buah satelit yang akan diluncurkan sampai dengan tahun 2002 mendatang. 
Bayangkan, sejak peluncuran satelit Palapa 24 tahun lalu sekarang ini sudah ada 44 buah satelit yang gentayangan di orbit bumi di atas kawasan Asia-Pasifik. Dari perkembangan pesat teknologi satelit ini menunjukkan bahwa kawasan Asia-Pasifik yang tidak terkoneksi semuanya mulai beralih ke telekomunikasi satelit mempermudah akses telepon dan jaringan Internet. 
Menurut penelitian Pioneer Consulting di AS, pendapatan dari total satelit broadband di seluruh dunia akan meningkat dari 200 juta dollar AS pada tahun 1999 menjadi 37 milyar dollar AS pada tahun 2008. Dari jumlah ini, kawasan Asia-Pasifik memberikan sumbangan terbesar setelah AS sendiri. Mungkin satelit akan menjadi alternatif menarik untuk mempercepat dan menerobos bottleneck yang sekarang terjadi dalam infrastruktur telekomunikasi, khususnya di Indonesia, menuju ke jaringan Internet secara lebih cepat dan efisien.

StarBand 
Mengakses jaringan Internet melalui satelit sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan oleh Hughes Network System yang memproduksi DirecPC dengan menghubungkan komputer PC mengakses jaringan Internet melalui satelit. Ketika awal diperkenalkan sekitar tahun 1994 pada pameran Comdex di Las Vegas, AS, DirecPC hanya bekerja satu arah, artinya pengakses jaringan Internet tetap menggunakan jaringan telepon untuk mengirim data melalui penyedia jasa Internet (ISP), tetapi menerima data dari jaringan Internet melalui satelit dengan kecepatan beberapa kali di atas kecepatan modem. 
Sekarang, dengan pesatnya perkembangan jaringan Internet, sebuah perusahaan StarBand Communications (http://www.starband.com) bekerja sama dengan EchoStar (http://www.dishnetwork.com/content/aboutus/index.shtml) dan Microsoft (http://www.microsoft.com) meperkenalkan jasa StarBand Internet, sebuah jasa akses Internet berbasis satelit. StarBand mengirim dan menerima data melalui satelit, dan tidak memerlukan sambungan telepon dan yang menarik akses ke Internet bersifat always on. 
StarBand menerima data lebih cepat dari dibanding mengirim data. Menurut StarBand, menerima data (downstream) bisa mencapai kecepatan rata-rata 500 kbps pada tingkat maksimum, dan 150 kbps pada waktu sibuk. Sedangkan kecepatan mengirim data (upstream) lebih lambat dan berkisar pada 50 kbps. Dewasa inim StarBand menggunakan dua buah satelit masing-masing GE-4 dan Telstar 7. 
Persoalan muncul pada saat terjadi hujan atau salju. Beberapa pengguna StarBand mengatakan, kecepatan akses menurun pada saat cuaca seperti ini. Persoalan lainnya muncul, sebenarnya di luar kendali StarBand sendiri, terjadi pada kinerja host server memuat situs-situs Web yang menjadi sasaran browser yang digunakan. Memang mempunyai kemampuan akses kecepatan tinggi bukan merupakan jaminan pula untuk memperoleh kinerja berkecepatan tinggi. 
Dengan biaya instalasi termasuk antena parabola, perangkat lunak, dan kartu pengendali sebesar 900 dolar AS (sekitar Rp 1 juta) serta biaya bulanan sebesar 60 dollar AS (sekitar Rp 750.000), StarBand termasuk mahal dibanding dengan menggunakan modem kabel atau DSL. Namun, penggunaan StarBand atau akses jaringan Internet lain melalui satelit mungkin jauh lebih fantastis dibanding menggunakan kecepatan analog seperti sekarang ini. 

Sinar laser 
Pilihan lain untuk mengakses jaringan Internet yang tidak kalah menarik adalah apa yang dilakukan oleh TeraBeam Networks (http://www.terabeam.com) yang mengembangkan sebuah jaringan laser, bisa mentransfer 1 gigabit data per detik melalui udara. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1997 ini, menargetkan pengembangan usaha jaringan lasernya pada perusahaan menengah dan besar dalam memenuhi kebutuhan transmisi data. 
Cara bekerjanya? Secara tradisional transmisi melalui serat optik (fiber-optic) membawa data sebagai cahaya melalui serat-serat seperti kaca di jaringan ini. Pada saat sinyal mencapai tujuannya, sebuah penerima akan mengubahnya dari cahaya menjadi data kembali. 
Teknologi optik nonserat TeraBeam menghilangkan keberadaan fisik kabel serat optik, menghilangkan keterlambatan yang ada pada jaringan telepon dalam jalur T1 dan DSL, serta menghindari penumpukan yang terjadi pada saat ketika data berjalan pada jaringan optik harus mengubahnya menjadi denyut elektrik pada kabel tembaga. Berbeda dengan komunikasi laser nirkabel antartitik (point to point), teknologi TeraBeam bisa beroperasi dari atap gedung atau melalui jendela kaca, serta tidak perlu untuk mengkabelkan gedung atau menetapkan posisi tertentu. 
Sinyal TeraBeam menjelajah dalam kecepatan panjang gelombang sebesar 1.550 nanometer, sebuah spektrum kecepatan yang terletak antara cahaya yang terlihat dan cahaya ultraviolet. Harga alat penerimanya sekitar 150 dollar AS atau sekitar Rp 1,5 juta berupa sebuah dish kecil yang terhubungan ke jaringan kerja lokal (LAN), yang begitu terhubungkan memerlukan jarak pandang yang bebas antara transmis dan penerima. 
Pertanyaan yang muncul dari teknologi adalah apa yang akan terjadi kalau hujan lebat, panas, salju, atau berkabut? Berapa akurat sebenarnya sinar laser, dan apakah bisa menembus kaca? Apa yang akan terjadi kalau seekor burung terbang melintas sinar laser? Apakah burung itu akan jatuh tewas dan mengganggu lintas transmisi? Semua ini tidak akan mengganggu transmisi sinar laser, dan mungkin satunya burung yang berpotensi mengganggu jaringan transmisi data laser ini adalah burung yang disebut pembom B-52. 
Sekarang banyak cara untuk bisa mengakses ke jaringan Internet. Bagi mereka yang serius untuk terus mengeksplorasi potensi dan peluang yang tersedia di jaringan Internet, lupakan PT Telkom. Sudah waktunya mengejar ketertinggalan, lihat ke langit karena di sana terletak potensi dan peluang yang tidak ada batasnya. The sky is your limit.

Senin, 23 April 2012

Network File System


Protokol NFS
Jika Anda menggunakan UNIX workstation, Anda akan memerlukan NFS untuk menghubungkan File system-files system yang ada. Sistem Solaris 2.5 mendukung dua versi protokol NFS. Versi 2 NFS di implementasikan pada tahun 1984 dan direlease pada SunOS 2.0. Versi 3 dibuat tahun 1992 ketika beberapa grup bergabung untuk membuatnya, dan diumumkan pada tahun 1994 pada konferensi USENIX di Boston. 
Versi 3 ini masih baru untuk beberapa mesin, Jadi pilihannya tergantung pada pemakai, jika tidak dapat menggunakan Versi 3, maka sebagai default digunakan versi 2. 
Ide dasar NFS cukup sederhana. Ketika kita menambahkan suatu disk pada sistem UNIX, maka kita menggabungkan disk itu pada file system yang sudah ada dengan menggunakanperintah mount. Disk yang baru membentuk cabang baru dari tiga struktur. Kita dapat berpindah ke dalamnya dengan perintah cd dan mengakses file-filenya. Dengan NFS Kita melakukan hal yang sama. Kita sebagai client, memberikan perintah mount  yang dikirimkan ke remote server, dan bagian dari struktur file system menggabungkan lokal file system. Server sekarang mempunyai daftar mesin yang diijinkan mengakses file system tersebut.
Pada SunOS, daftar tersebut terdapat pada file yang bernama /etc/exports. Pada Solaris, daftar dikontrol  oleh perintah share, yang dapat ditemukan pada /etc/dfs/dfstab. Ketika proses pada client mengakses remote file dengan membaca system, sebagai contoh, maka panggilan sistem tersebut akan dikembalikan ke network dengan menggunakna protokol NFS. Server mengecek validitas dari request, dan menampilkan operasi yang diinginkan. 
Sekali kita telah me-mount remote file system pada satu struktur file, kapanpun kita menginginkan file pada tempat kita melakukan mount,  sytem akan menerjemahkan perintah itu ke dalam NFS request dan mengirimkan ke network dari server. Server akan mengeksekusi permintaan tersebut dan akan mengembalikan kepada kernel. Sebagai balasannya, kernel akan memberikan resume ke proses jika permintaan itu dilayani oleh local disk.
NFS protokol mengasumsikan bahwa server tidak menahan kondisi apapun dari client. Sebagai contoh, UNIX yang normal membaca panggilan sistem mengingan seberapa jauh proses yang berbeda harus membaca suatu file yang ditulis. Panggilan yang berurut dapat digunakan suatu file dari awal hingga akhir.  NFS akan memberikan “ dimana kita sekarang “ pada satu client, dan ketika menscan suatu file, ini merupakan kerjaan client untuk mengirimkan perintah-perintah membaca dan masing-masingnya berisi posisi dan ukuran informasi.
Jadi dalam hal ini server tidak cerdas. Ia tidak tahu menahu tentang apa-apa ynag dilakukan user. Client melakukan beberapa hal untuk efisiensi, yaitu : mengingan posisi, dan menyimpan informasi sehingga tidak harus mengulang dengan menelusuri jaringan kembali. 
Tujuan awal dari desain NFS serndiri adalah agar remote file system tidak harus terikat pada UNIX, sehingga tidak kaku untuk menggunakan UNIX file system. Maka tujuan untuk membuat suatu system yang  dapat mensupport berbagai tipe file sisyem yang ada telah terlaksana. 
NFS server stateless. Karena secara sedern\hana ia mengirimkan permintaan transaksi dan melakukan proses. Setiap permintaan adalah kejadian yang independent dan secara teori, pengapdate-an file dapat terjadi dalam berbagai cara. Statelessness merupakan criteria desain asli dari NFS yang dapat mencegah dari crash recovery. Ketika server crash, client cukup menunggu sampai server kembali jalan dan meneruskan operasi. 

NFS versi 3
Masalah terbesar dari NFS versi 2 adalah kebutuhan server NFS untuk melakukan penulisan secara sinkron. Ketika satu client memberikan permintaan untuk menulis, ia mengirimkan satu RPC yang mengatakan “ Tulis data ini pada posisi ini dan ini pada file. Server tidak dapat membalas RPC ini dengan menjawab “dane” sampay data benar-benar telah tersimpan pada media penyimpanan yang aman, antara lain Hardisk ataupun magnetik disk.  Jika dikatakan “OK” ketika ia masih ada di memory dan tiba-tiba sistem crash. sebelum sempat menulisnya ke dalam media penyimpanan, maka kemudian file berada dalam kondisi yang tidak konsisten karena client mengira bahwa ia menulis data yang sebenarnya tidak ada pada disk. Server harus melakukan penulisan  dan tidak mengembalikan hasilnya sampai data benar-benar telah tertulis pada disk. Client harus menunggu sampai operasi write telah selesai. 
Hal ini menghasilkan bottle neck  untuk pengimplementasian NFS. Beberapa sistem memberikan kondisi tidak aman untuk mode menulis dimana data ditahan pada memori server dan harapan client untuk tidak sering terjadi crash. 
Saat ini data ditulis pada disk. Sehingga jika sistem crash sistem akan menuliskan data yang belum senpat di save sebelum melakukan bootstraping. 
Versi 3 meningkatkan performansi dengan mengijinkan client untuk memilih transaksi asyncronous dan kemudian mengirimkan perintah yang mengatakan “ ok dan tulis data pada disk”. Operasinya dipenuhi dengan “ write verifier” . 
Versi 3 mengijinkan NFS menggunakan hubungan TCP/IP pada remote machine dibandingkan dengan menggunakan UDP. Penggunaan UDP justru kemunduran karena kelambatannya. Pemikiran bahwa TCP/IP menyebabkan terlalu banyak protokol yang tidak digunakna dan otomatis akan menurunkan kecepatan operasi NFS. dDisainer NFS kemudian menemukan bahwa ada kebutuhan untuk memberikan banyak layanan dari TCP/IP, seperti reliability, error recovery, congestion control, timeout dan seterusnya. Kode UDP menjadi dapat diimplementasikan pada aspek tertentu dari TCP/IP. Agar adil, kecepatan meningkat dengan meningkatnya kecepatan prosesor dimana disain NFS yang asli membuat protokol TCP semakin efisien.
Versi 3 memiliki tambahan performansi dengan mengurangi protokol yang menganggur ketika mengembalikan informasi direktori. Tujuannya adalah untuk mendukung pada kondisi yang sering terjadi. 
Versi 3 menyediakan beberapa  help untuk client untuk mempunyai cache informasi yang disimpan pada server.
Akhirnya Versi 3 support file 64-bit.
Oleh karena itu, gunakan versi 3 jika dapat, karena keuntungan diatas, dan tentu saja semampuan internetwork pada implementasi sebelumnya juga menjadi salah satu tujuan pendesainannya.

Minggu, 01 April 2012

Insiden Keamanan Jaringan Komputer

Insiden keamanan jaringan komputer adalah suatu aktivitas yang berkaitan dengan jaringan komputer, dimana aktivitas tersebut memberikan implikasi terhadap keamanan. Biasanya, hal ini berarti aktivitas tersebut bertentangan dengan policy keamanan, baik secara eksplisit maupun implisit. Insiden dapat terjadi dalam berbagai macam bentuk dan dapat terjadi dari mana saja di internet, meskipun ada beberapa jenis serangan yang harus dilakukan dari sistem atau jaringan yang spesifik dan memerlukan akses terhadapa account khusus. Sebuah penyusupan mungkin hanya melibatkan ebuah situs atau melibatkan ribuan situs .

Pola umum yang digunakan untuk menyerang adalah memperoleh akses terhadap account user, dan kemudian menggunakan sistem milik korban sebagai platform untuk meyerang situs lain. Hal tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 45 detik dan dengan menggunakan automatisasi akan sangat mengurangi waktu yang dibutuhkan.

Policy Keamanan Jaringan

Policy keamanan menyediakan kerangka-kerangka untuk membuat keputusan yang spesifik, seperti misalnya mekanisme apa yang akan digunakan untuk melinfung jaringan dan bagaimana mengkonfigurasi servis-servis. Policy keamanan juga merupakan dasar untuk mengembangkan petunjuk pemrograman yang aman untuk diikuti  user maupun bagi administrator sistem . Karena policy keamanan mencakup bahasan yang sangat luas, maka pada bab ini hanya akan dibahas inti permasalahan saja, dan tidak akan membahas hal-hal yang bersifat spesifik dari segi teknologi.

Sebuah policy keamanan mencakup hal-hal berikut ini :
  • Deskripsi secara detail tentang lingkungan teknis dari situs, hukum yang berlaku, autoritas dari policy tersebut, dan filosofi dasar untuk digunakan pada saat menginterpretasikan policy tersebut.
  • Analisa resiko yang mengidentifikasi aset-aset situs, ancaman yang dihadapi oleh aset-aset tersebut, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk kerusakn/kehilangan aset-aset tersebut.
  • Petunjuk bagi administrator sistem untuk mengelola sistem
  • Definisi bagi user tentang hal-hal yang boleh dilakukan.
  • Petunjuk untuk kompromi terhadap media dan penerapan hukum yang ada, serta memutuskan apakah akan melacak penyusup atau akan mematikan sistem dan kemudian memulihkannya lagi.
Faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan policy keamanan antara lain adalah :
  • Komitmen dari  pengelola jaringan.
  • Dukungan teknologi untuk menerepkan policy keamanan tersebut
  • Keefektifan penyebaran policy tersebut
  • Kesadaran semua user jaringan terhadap keamanan jaringan.
Pihak pengelola jaringan komputer mengatur tanggung jawab terhadap keamanan jaringan , menyediakan training untuk personel-personel yang bertugas di bidang keamanan jaringan, dan mengalokasikan dana untuk keamanan jaringan. Yang termasuk pilihan-pilihan teknis yang dapat digunakan untuk mendukung keamanan jaringan komputer antara lain :
  • Authentikasi terhadap sistem
  • Mengaudit sistem untuk akuntabilitas dan rekonstruksi
  • Enkripsi terhadap sistem untuk penyimpanan dan pengiriman data penting
  • Tool-tool jaringan , seperti misalnya firewall dan proxy