Jumat, 25 Mei 2012

Inilah pesan teks yang akan mengubah hidup mu

Saat sedang pengen baca-baca artikel di internet malam ini, saya sengaja mampir ke blog kenalan saya yang sudah cukup terkenal: www.jimmysun.net. Kebetulan artikel terbaru di bagian paling atas yang berjudul “Petisi Digital Zona Bebas Ponsel” itu menarik perhatian saya.
Setelah saya buka dan lihat video yang dipampang di blog pribadi tersebut, saya jadi terpana dan ingin juga menuliskan artikel serupa. Video ini bercerita mengenai bahayanya mengetik SMS (menggunakan HP) selama mengemudi.
Langsung saja lihat videonya ya. Meski agak panjang, coba dilihat sampe habis karena video berdurasi 10 menit ini bagus banget dan merupakan kisah nyata. Kisah yang diceritakan oleh mereka yang mengalaminya sendiri.
Bagaimana? Hal apa yang pertama kali terlintas dalam benak Anda? Mungkin sama dengan saya, yakni betapa bahayanya ber-SMS/ber-BBM sambil mengemudi. Kata-kata ini seringkali kita dengar pastinya, saya sendiri juga pernah meremehkan anjuran tersebut. Tapi, kini pikiran itu berubah 180 derajat.
Bagi yang gak bisa streaming video, saya ceritain isi videonya.
Dalam video di atas, ada beberapa kesaksian dari mereka yang masih hidup (walau ada yang sampai cacat seumur hidup) atau kesaksian dari kerabat dan teman dari korban tewas. Ada yang berkata bahwa korban adalah orang yang ‘multitasking’ dan lihai mengetik pesan teks.
Nyatanya, hanya karena mengetik pesan teks yang berbunyi: “Where u at”, “Where r”, “Yeah” dan “LOL”, kehidupan mereka harus berubah selamanya. Yang hidup menjadi trauma atau cacat seumur hidup, yang tewas meninggalkan duka.
Tapi akhirnya, mereka semua menarik kesimpulan yang sama, yakni Jangan pernah mengetik pesan teks sembari mengemudi atau itu akan mengubah hidup Anda selamanya.
Saksi hidup yang sekarang cacat seumur hidup, berkata “Orang mungkin tak akan menyadari bahwa (kecelakaan yang merubah hidup saya) ini hanya membutuhkan waktu 3 detik saja.”
Sebuah kata-kata yang cukup dalam dari seorang saksi hidup. Bahaya tak mengintai kita sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar kita.
Video yang cukup bagus ini sengaja dibuat oleh ATT dalam rangka kampanye yang bertujuan untuk mengedukasi pengguna ponsel mengenai bahayanya mengetik sambil menyetir. Dari kesaksian langsung mereka yang merasakan secara langsung dan mendalam bagaimana bahayanya mengetik pesan teks sambil menyetir, diharapkan tak ada lagi kasus serupa.
Ingat, yang bersaksi mengenai bahayanya mengetik pesan teks sembari mengemudi ialah mereka mereka yang mengalaminya sendiri, secara langsung dan nyata. Jadi jangan coba-coba untuk mempertaruhkan hidup Anda. Bukan Anda? Oke bagus, saya percaya bukan Anda orangnya. Tapi..
Hanya karena mengetik pesan teks “Where u at”, pria ini harus rela cacat seumur hidup.
Ada banyak mereka diluar sana yang masih ‘nakal’. Mengetik sambil mengemudi mobil? Motor atau bahkan Sepeda fixie? Pasti sering kita jumpai bukan? Nah langkah yang mungkin paling efektif ialah memperlihatkan kepada mereka video diatas.
Setelah itu, tanyakan “Pesan Teks Apa Yang (Akan) Mengubah Hidupmu?” Kalau masih nakal, pertanyaannya menjadi “Pesan teks apa yang akan mengubah hidupmu?”. Kalau mereka pernah mengalaminya, tanyakan “Pesan teks apa yang mengubah hidupmu?”.
Kesimpulannya, jangan pernah mengetik pesan teks entah itu chatting, BBM-an, Facebook-an, SMS-an atau browsingan. Bahkan untuk menerima telepon pun jangan. Sebuah studi membuktikan bahwa emosi seseorang saat menerima telepon bisa berakibat fatal. Apa yang terjadi jika seseorang menerima kabar perselingkuhan kekasihnya via telepon?
Dalam perkembangannya, praktek mengemudi secara aman akan sangat bervariasi. Dengan kehadiran gadget-gadget baru semisal perangkat keras (tablet PC, GPS) atau juga perangkat lunak (seperti aplikasi jejaring sosial, chatting, games) dan kegiatan apapun yang berbahaya jika dilakukan saat mengemudi, harus kita hindari.
Apa yang bisa kita lakukan? Kita tak bisa menyuruh seseorang untuk berubah, hanyan dirinya-lah yang mampu merubah hidupnya. Jadi, mari kita sama-sama mempraktekkan dan menyerukan gerakan “Bebas ponsel saat mengemudi”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.