Senin, 07 Mei 2012

Content Lokal dan Dunia Usaha Berbasis Masyarakat

Berbeda dengan bayangan pemerintah dan mungkin media. Internet Indonesia banyak di dorong oleh dunia usaha dan content lokal berbasis masyarakat. Ini karena murahnya akses RT/RW-net dan broadband unlimited yang tidak sampai Rp. 200.000 / bulan, bahkan akses di bawah Rp. 5000 / hari melalui Selular!  Statistik di Bekas.com menunjukan, akses WARNET tinggal 21%, sebagian besar (42%) dari rumah (termasuk handphone), 33% Kantor, dan 4% HotSpot.

Hampir semua provider dan operator telekomunikasi mengakui bahwa 40-60% trafik Internet di dominasi oleh Facebook! Memang bandwidth Youtube mendominasi terutama di Speedy, tapi di selular dan lainnya hampir semua di dominasi Facebook.

Willy Sutrisno yang bekerja di perusahaan yang dapat memonitor traffic internet Indonesia dan bertanggung jawab atas peering peering dengan content/provider international. Dan Facebook merupakan salah satunya. Ternyata traffik FB di link international perusahaannya sudah mencapai 10% dari seluruh traffic internasional. Mengingat perusahaan Pak Willy adalah upstream lebih dari 50 ISP di Indonesia, maka data nya tampaknya cukup valid. 

Data Checkfacebook.com menunjukan Indonesia rangking ke 7 di dunia dengan 12 juta pengguna. Bahkan Indonesia merupakan negara yang paling banyak menambah pengguna Facebook di dunia dengan lebih dari 700.000 pengguna / minggu! Hal ini di konfirmasi Alexa (www.alexa.com) yang merangking Facebook sebagai situs nomor satu (1) di Indonesia. Tidak heran, Gramedia banyak menayangkan buku kiat berkiprah di Facebook. 

Jika kita tela'ah statistik Alexa, setelah Facebook, maka Blogger.com, Wordpress.com dan Kaskus.us merupakan situs yang banyak di akses Indonesia. Ini menjadi menarik karena semua situs tersebut termasuk Facebook hanya wadah saja, semua isi / content situs di generate  oleh pengguna Internet bukan pengelola situs. Bahkan Kaskus.us hanya forum diskusi elektronik. Baru sesudah Kaskus.us, bermunculan situs seperti detik.com, kompas.com, okezone.com dll di Alexa.

Istilah keren-nya “user generated content” ternyata menarik / marak. Pengguna Indonesia tampaknya suka pada berita / content dari pengguna lain, bukan content yang “resmi” dan profesional. Hal ini secara tidak langsung menjadi “ancaman” bagi situs berita, content provider. Juga ancaman bagi berbagai inisiatif “top down” untuk membuat content lokal yang banyak menjadi proyek di APBN. Merangkul komunitas sebagai bagian dari produsen informasi menjadi sangat penting dan strategis.

Yang tidak kalah menarik, situs jejaring sosial / forum maupun blog ternyata tidak hanya digunakan untuk sharing pengetahuan dan silaturahmi.  Mengais rejeki di Internet menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari komunitas informasi. Situs Facebook, Kaskus.us, Bekas.com menjadi alternatif wadah  mengais rejeki di Internet. Caranyapun mudah dan gratis, kita dapat aktif berdiskusi dan menawarkan solusi, menempelkan produk pada dinding atau catatan di Facebook, atau dengan sedikit uang memuat iklan baris di situs seperti Bekas.com.

Dengan 12 juta pengguna Facebook Indonesia, transaksi di Facebook menguntungkan.  Nama Facebook yang digunakan explisit memperlihatkan usahanya, seperti, Tripti Batik, the Boutique, teabag butik, Karina Jualan Sepatu, Jual Mobil Bekas, Jual-beli Sepeda,  House of Nayza - Butik Kaos Muslimah, Butik Anakku, Sepatu Lukis, sepedaku.com. Adanya group dan fans profile Facebook seperti, motifbatik (1 juta fans), Aku Cinta Batik Indonesia (40.000 fans), Fotografer.net (17.000 fans) menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi komunitas.

Penghasilan Internet sebagai tambahan sangat lumayan. Yurista Murtisari, ibu rumah tangga, di Pekalongan aktif di Facebook usaha kaos muslim online modal awal Rp. 300 ribu, omset Rp. 8 juta dalam waktu empat bulan. Biaya akses Internet tertutup, putra putri tetap terawasi tanpa perlu lelah kerja di kantor. Keuntungan Rp. 1-2 juta / bulan sangat mungkin. Trend ini menjadi solusi para ibu untuk berusaha dirumah, salah satu komunitas besar adalah http://komunitas.bundainbiz.com di motori Ibu Nadia, Ibu Sotya, Ibu Sharah, Ibu Riana dan Ibu Mia.

Selain Facebook, Kaskus.us Forum Jual Beli merupakan salah satu situs perdagangan Indonesia yang paling menarik. Ada sepuluh (10) barang yang paling diperdagangkan di Kaskus.us, yaitu, Action Figures, Blackberry Onyx, Sony PSP Go, Sony Digital Camera, iPod Touch, HTC PDA Phone, Acer Notebook, Canon DSLR Camera, Motor Ninja dan Kaos Distro. Cara jual sangat sederhana, penjual posting di Forum beserta gambar dan harga. Pembeli dapat menawar di Forum. Transfer uang melalui Bank sebelum barang dikirim. Andrew Darwis salah seorang pendiri Kaskus.us menceritakan edaran uang di Kaskus lumayan, seorang penjual kamera digital dapat memutarkan Rp. 100 juta / minggu tanpa stok barang! Barang di ambil dari distributor saat ada pemesanan.

Memang tidak semua usaha di Internet berahlak, lumayan banyak usaha yang tidak berahlak seperti foto bugil, situs porno dsb. Untungnya, usaha demikian sulit untuk menembus Facebook, Kaskus.us dll karena mekanisme moderasi dan filtering yang lumayan ketat. Pelaporan ke administrator Facebook, maka menjamin halaman esek-esek di tutup. Dalam bertransaksi di Internet jangan pernah menipu. Cerita mulut ke mulut akan dahsyat efeknya dan mematikan.  Di samping adanya UU ITE yang menambahkan payung hukum untuk transaksi di Internet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.