Selasa, 15 Mei 2012

Renungan untuk para suami

Sangat susah jadi seorang istri yang bisa ideal menurut pandangan pria, sudah berusaha lebih baikpun seringkali dianggap keliru, lantas apa yang perlu dilakukan para istri. Lihatlah beberapa ungkapan para wanita dibawah ini: Kalau dia diam, kita menuduhnya berakal kosong sehingga tidak ada yang dapat dia katakan. Sedang kalau dia berbicara kita memakinya dengan cerewet. Dia lupa bahwa tugas istri adalah menenangkan pikiran suami yang sudah demikian letih dengan aneka problem dan beban.
Kalau dia keluar rumah, kita menilainya tidak betah di rumah, mengabaikan urusan anak-anaknya dan membiarkan mereka dididik oleh pembantu. Sedang kalau dia mengurung dirinya di dalam rumah kita berkata bahwa dia enggan menambah wawasannya melalui pertemuan dengan orang lain atau malas menambah pengetahuannya menyangkut apa yang terjadi di luar batas rumah. Kalau ia tidak bertanya tentang ihwal pekerjaan suaminya, kita menilainya sebagai perempuan yang tidak memiliki arti, tidak dapat meningkat bersama suaminya menuju masa depan, dan tidak juga berusaha untuk berbagi kesulitan dengan suaminya. Sedang bila ia menanyakan ihwal pekerjaan suaminya, maka kita berkata bahwa dia ingin mencampuri segala urusan suaminya. Kalau dia sayang ibunya dan menggunakan setiap kesempatan untuk mengunjunginya, maka kita menilainya masih kekanak-kanakan; berlari menuju ibu untuk meminta saran buat setiap langkah yang diayunkannya. Sedang bila ia mengurangi kunjungannya kepada ibunya, ia dinilai perempuan yang angkuh yang enggan meraih manfaat dari pengalaman ibunya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.