Jumat, 18 Mei 2012

Waspadai stroke bagi para penggemar daging

Survei kesehatan yang melacak pola makan 10.000 orang sejak mereka berusia pertengahan tahun sampai usia lanjut. Selama lebih dari 20 tahun studi ini, hampir 1.400 pria dan lebih dari 2.600 wanita terserang stroke. Serangan stroke tersebut disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah sehingga aliran darah ke otak terhenti. Stroke tercatat sebagai penyebab kematian terbesar ketiga di Amerika Serikat.

mengetahui pengaruh jenis-jenis protein pada risiko stroke, para peneliti membagi responden penelitian berdasarkan seberapa sering mereka mengasup daging merah, daging unggas, ikan, produk susu, dan sumber protein lain yang lazim dikonsumsi setiap hari. Pria yang mengasup dua atau lebih sajian daging merah setiap hari, atau termasuk dalam kelompok penggemar daging merah, risikonya terkena stroke meningkat 28 persen dibandingkan dengan orang yang hanya makan daging sepertiganya. Satu sajian daging merah setara dengan 4-6 ons daging. Sementara itu, wanita yang

setiap harinya makan dua sajian daging merah risikonya terkena stroke 19 persen lebih tinggi dibanding yang makan daging lebih sedikit. Peningkatan risiko sampai dengan 19 persen setara dengan 31 orang dari 1.000 orang yang menderita stroke. Para peneliti juga menganalisis apakah ada perubahan risiko stroke jika jenis proteinnya diganti. Bila proteinnya adalah daging unggas, akan terjadi penurunan risiko sampai 27 persen. Sementara jika diganti dengan kacang-kacangan atau ikan, risikonya turun 17 persen, dan risikonya turun sampai 11 persen jika kebutuhan protein dipenuhi dari produk susu. Menurut Dr Adam Bernstein, ketua peneliti, kaitan antara daging merah dan penyakit sudah lama diteliti. “Kaitannya bisa dilihat pada penyakit diabetes dan jantung koroner,” katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.