Kamis, 10 Mei 2012

Revolusi teknologi membuat para remaja AS kekurangan tidur

Banyaknya tekonologi komunikasi dan informasi mulai berdampak pada kalangan remaja. Sebuah temuan terbaru menyebutkan, remaja Amerika dilaporkan tidak cukup tidur gara-gara terlalu banyak bermain-main dengan teknologi komunikasi ketika seharusnya mereka tidur.
Sebuah studi dari National Sleep Foundation yang mengamati masalah tidur menyebutkan, hampir setengah dari remaja berusia 13-19 tahun berselancar di internet setiap malam pada jam-jam tidur mereka.
Disebutkan, 36% di antara mereka bermain game video dan 18% terbangun karena email, telefon atau pesan pendek di telepon genggam, demikian sebagaimana dikutip BBC.
Dalam kajian itu juga dikatakan remaja paling banyak mengoperasikan teknologi terbaru dibandingkan kelompok usia lainnya. Dan sejumlah pakar mengatakan kekurangan tidur akan menimbulkan gangguan kesehatan serius.
Salah seorang yang menghadapi kesulitan tidur adalah Amit Millo, yang berusia 16 tahun. Dia sedang didampingi pakar tentang tidur Dr. Helena Emsellem karena selalu terbangun pada malam hari.
"Saya banyak menggunakan komputer untuk pekerjaan rumah, melihat-lihat Facebook atau apa pun untuk menyaksikan video. Telefon seluler saya sering digunakan untuk mengirim pesan pendek dan juga saya juga mungkin nonton televisi satu jam satu malam," kata Millo.
Dia mengaku bahwa kebiasaan itu mengirimkan pesan yang salah kepada otaknya ketika dia seharusnya tidur. "Saya bisa berjaga malam hari ketika menggunakan komputer. Kelihatannya mata saya tersangsang cahaya komputer sehingga sulit tidur bahkan tubuh saya lebih aktif," tambah Amit.
Menurut Amit Millo, kalau pun membaca buku dia kembali ke internet sehingga kebiasaannya untuk melihat-lihat situs online kembali muncul.

Dr Emsellem sendiri merupakan seorang spesialias yang menganggap kurang tidur disebabkan antara lain penggunaan teknologi dapat menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang bagi para remaja Amerika.
"Kami yakin terdapat interaksi yang besar antara tidur yang kurang dengan berat badan. Mereka menjadi kegemukan ketika masa kanak-kanak sehingga menimbulkan ancaman tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung ketika mereka dewasa," jelas Dr Emsellem.
Menurut National Sleep Foundation, para remaja ini sebenarnya termasuk kelompok usia yang sulit tidur di Amerika.
Mereka juga termasuk kelompok yang sulit mematikan teknologi komunikasi yang mereka gunakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.