Senin, 14 Mei 2012

Ciri ciri ikan berformalin

Pada umumnya formalin digunakan sebagai pengawet mayat/jenazah dan penggunaannya dilarang sebagai bahan pengawet makanan. Hal tersebut tercantum pada Peraturan Menteri Kesehatan No 722/1988.
Namun sayangnya masih banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab menggunakan formalin sebagai bahan pengawet makanan terutama pada makanan yang mudah busuk salah satunya adalah ikan.
Oleh karena itu, kita sebagai konsumen harus dapat membedakan mana ikan yang benar-benar segar dengan ikan yang terlihat segar karena menggunakan formalis sebagai pengawetnya:
Ciri-ciri ikan yang diawetkan menggunakan formalin:
* Tidak busuk hingga 3 hari walaupun tidak disimpan di kulkas.
* Insang ikan berwarna merah tua gelap, bukan merah segar.
* Daging ikan berwarna putih bersih dan kenyal.
* Ikan berformalin tidak dihinggapi lalat.
* Bau ikan tidak seperti ikan segar. Ikan segar berbau amis, sedangkan ikan berformalin berbau amis bercampur busuk yang menyengat.
Selain digunakan pada ikan segar, formalin juga digunakan untuk mengawetkan ikan asin. Berikut ciri-ciri ikan asin berformalin:
* Tidak rusak hingga lebih dari sebulan.
* Ikan asin berwarna bersih dan cerah.
* Tidak berbau khas ikan asin.
* Ikan asin tidak mudah hancur
* Ikan asin tidak dihinggapi lalat bila diletakkan di tempat terbuka.
Selain dengan ciri-ciri tersebut, sebuah penelitian sederhana mengungkapkan bahwa getah pepaya dapan membantu memperlihatkan makanan yang telah menggunakan formalin atau tidak. Jika getah pepaya yang ditaruh pada makanan tersebut menggumpal, maka kemungkinan besar makanan tersebut mengandung formalin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.