Selasa, 22 Mei 2012

Ternyata Di ibukota Jakarta Ada Simbol Illuminati

Simbol Illuminati Ternyata Ada di Kota Jakarta, Indonesia lhooo..
Tahukah Anda jika kota Jakarta itu dibangun para Freemason di Indonesia? Sejak pembangunan Stadhuis, kini dikenal sebagai Gedung Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah (kordinat: 6°8’7.2377”S 106°48’48.164”E) di tahun 1707 hingga sekarang, para Freemasonry ini terus membangun Jakarta dan menyisipkan aneka simbol ‘pagan’nya ke ibukota tercinta ini.
1
Tahukah Anda jika luas keseluruhan Museum Fatahillah adalah 13.000 meter persegi? Tahukah Anda jika gerbang utama Museum Fatahillah terdiri dari 13 buah batu berbentuk Arch? Tahukah Anda jika batu istana DAM di depan Museum Fatahillah tersusun atas 13 baris? Tahukah Anda jika struktur paramida keanggotaan Freemansory juga terdiri dari 13 tingkat? Tiga belas adalah nomer baik untuk para Freemason.


Tahukah Anda jika renovasi Air Mancur bundaran Hotel Indonesia (kordinat 6.1949711S 106.8230563E) di tahun 2001 sarat dengan simbolisme Kabbalah (yang merupakan campuran antara ilmu perbintangan, ilmu sihir zaman Firaun dan Raja Nimrodz, dan paganisme lainnya) dimana proyeknya mengambil tema sentral “Cahaya” atau “Illuminati“?
1
Taman Menteng/suropati
Tahukah Anda jika Freemason Belanda membangun pusat Menteng (Taman Suropati dan gedung Bappenas sekarang, (kordinat 6.2007362S 106.8322027E) dengan desain simbol kepala kambing iblis Baphomet yang sampai sekarang masih bisa disaksikan oleh siapapun?
1
1
TUGU MONAS JAKARTA
Proyek mercusuar pembangunan Monumen Nasional tersebut sesungguhnya dilakukan saat kondisi keuangan negara dalam masa kritis yang sangat hebat. Pada saat itu, Sukarno juga tengah mengerjakan proyek lainnya yang mungkin dianggap lebih ‘mulia’, yakni pembangunan Masjid Istiqlal, masjid terbesar se-Asia Tenggara. Dihadapkan pada pilihan sulit, akhirnya Sukarno lebih memilih merampungkan proyek Tugu Monas.
1
Tugu Monas hanyalah salah satu dari obelisk-obelisk lain yang tersebar di pusat-pusat kota seluruh dunia. Obelisk tertua berasal dari kebudayaan Mesir Kuno, simbol menjulang menuju dewa tertinggi bangsa pagan purba (dan modern).
Selain Kairo dan Jakarta, obelisk asli Mesir dapat kita saksikan di ibukota penguasa dunia saat ini, Washington DC Amerika Serikat. Lokasinya tepat di depan Capitol Hill tempat presiden-presiden Amerika terpilih mengucapkan sumpahnya secara turun-temurun.
1
Obelisk atau phallus juga bisa kita jumpai tepat di tengah lapangan Basilika Santo Petrus, Vatican City, negara tempat pemimpin umat Katholik Roma sejagat raya. Phallus modern juga dapat berupa obelisk baja yang menjulang di tengah-tengah ibukota Perancis, Paris berupa Menara Eiffel.
Obelisk adalah simbol kejantanan, kekuatan, dan kekuasaan.
Di amerika
1
Semua Nabi Telah Diperingatkan

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa setiap Nabi dimasa lalu telah diperingatkan oleh-Nya tentang kaum atau golongan yang satu ini, para golongan pemuja setan. Allah SWT telah memperingatkan kepada “Para Nabi dan Rasul utusan-Nya” tentang adanya golongan Anti Agama, Anti-Christ, Dajjal dan Imam Mahdi palsu atau Messiah palsu.

Salah satunya adalah beliau memperingatkan kaumnya, “…tetapi aku berkata kepadamu sesuatu yang tak pernah dikatakan sebelum aku, Antichrist melihat dengan ‘satu mata’ : mata kirinya. Sedangkan mata kanannya buta, tampak seperti anggur yang menggelembung. Tapi Tuhanmu tidak bermata satu…“.

Jelas disini yang dimaksudkan adalah seperti lambang kaum tersebut yang “bermata satu” yaitu Illuminati, Freemason dan Masonic (walaupun ini bukan Dajjal yang sesungguhnya, mereka ini lebih tepat disebut antek-antek Dajjal – pen.).

Jadi setiap mu’min akan mampu membaca dan mengenali ‘kafir’, apakah mu’min itu melek ataupun mu’min itu buta huruf. Tapi kemudian, mengapa bahwa orang kafir tidak dapat membaca?????

Karena hanya orang yang mempunyai iman yang dapat membaca. Orang yang tidak mempunyai iman, tidak dapat membaca. Padahal matanya sempurna, tidak ada penyakit dan tidak cacat.

Dan mengapa orang yang mempunyai iman dapat membaca dan mengenali ‘kafir’? Karena orang yang mempunyai iman tidak membaca dengan mata.

Lalu, apakah kita mempunyai mata lainnya selain mata ini? Apakah kita memiliki telinga yang lain selain telinga ini? Apakah kita memiliki cara lain untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi, selain merasakan penipuan dan rasionalitas yang menyesatkan selama ini?

Ada dua jawaban: dunia kafir modern mengatakan: TIDAK, namun Al-Qur’an mengatakan: YA.

Al-Qur’an mengatakan bahwa hati kita dapat melihat, Al-Qur’an mengatakan bahwa hati kita dapat mendengar.

Ketika iman telah masuk ke dalam hati, maka Allah SWT menempatkan “nur” (cahaya) ke dalam hatinya. Dan dengan cahaya itu maka hati dapat melihat sesuatu yang mata ini tidak dapat melihatnya.

Jadi sekarang telah terang dan jelas, bahwa ketika seseorang yang mempunyai iman dan melihat, dia dapat melihat lebih dari mata ini, karena dia melihat dengan hati.

Dan sekarang pun juga telah terang dan jelas, bahwa ketika Dajjal melihat dengan mata kiri, melambangkan sisi eksternal. Dan ketika Dajjal itu buta dimata kanan, itu melambangkan kebutaan hati.

Dengan pengenalan ini, kita semua sekarang mengerti bahwa ketika kita sedang berhadapan dengan subjek Antichrist, ada banyak simbolisme di dalamnya, yaitu simbolisme agama yang perlu ditafsirkan.

Untuk lebih jelasnya tentang ini, ada proyek bersama internasional yang bernama Wake-Up Project, yang seolah-olah memperingatkan tentang ancaman ini. “Ayo, bangunkah kau! sadarlah wahai para agamais, wake-up!!” .



1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.