Kamis, 10 Mei 2012

Larangan merokok di New York semakin ketat

Wali Kota New York Michael Bloomberg semakin ketat mengatur soal rokok. Penyewa atau pembeli apartemen di New York harus diberi informasi apakah di apartemen tersebut diperbolehkan merokok di dalam atau luar ruangan, seperti lobi, balkon, taman, atau tempat cucian. 

Tujuannya untuk memperingatkan dan memberi kesempatan kepada calon penyewa dan pembeli untuk memilih gedung mana yang bebas asap rokok. ”Merokok menyebabkan kematian dan orang memiliki hak untuk tahu apakah dia akan terpapar sebagai perokok pasif,” ujar Bloomberg. 

”Kami mengusulkan aturan tentang rokok ini untuk menanggapi keluhan warga New York. Larangan merokok tidak akan diberlakukan di gedung perumahan, tetapi untuk memberikan kesempatan kepada warga New York agar dapat memilih tempat yang bebas rokok,” lanjutnya lagi. 

Bloomberg merupakan salah seorang warga AS yang gencar berkampanye antirokok. Larangan merokok ini memperluas larangan merokok yang sebelumnya sudah diberlakukan di kantor, restoran, bar, dan pantai. Dia telah membelanjakan dana pribadinya 600 juta dollar AS agar semakin banyak orang yang tidak merokok di dunia ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.