Rabu, 23 Mei 2012

Konser musik paling berpengaruh terhadap penurunan fungsi pendengaran

Bukan hanya band dalam negeri band mancanegara juga turut menghiasi jadwal Indonesia. Sampai bulan ini saja, sudah lebih dari 1o konser yang berhasil menggebrak panggung musik Indonesia. Setelah sebulan lalu dimanjakan dengan penampilan dari Boy Band asal Korea Super Junior, kini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasak kusuk batal atau tidaknya konser Lady gaga. Terlepas dari itu semua, tahukah Kamu jika terlalu sering mendengarkan konser musik akan berefek buruk bagi kesehatan?. Berdasarkan hasil penelitian terbaru, ada sekitar 32% remajan mengalami penurunan kemampuan untuk mendengar usai menghadiri konser musik terutama yang beraliran keras. Para penguji telah meneliti 29 remaja dari sebelum sampai setelah mereka mendengarkan konser dan hasilnya, 72% dari mereka telah mengalami penurunan pendengaran.

 Setelah konser, sebagian besar peserta penelitian ditemukan memiliki penurunan yang signifikan dalam Distorsi Produk uji Emisi otoacoustic, yang memeriksa fungsi sel-sel rambut luar kecil di telinga bagian dalam yang diyakini menjadi yang paling rentan terhadap kerusakan dari kebisingan berkepanjangan eksposur, dan sangat penting untuk mendengar. Dengan paparan suara yang terlalu keras, sel-sel rambut luar menunjukkan penurunan dalam kemampuan mereka untuk fungsi, yang kemudian dapat pulih. Namun, diketahui bahwa dengan paparan yang terjadi berulang-ulang terhadap suara keras, sel-sel rambut kecil dapat menjadi permanen rusak.

 Setelah konser, 53,6% peserta mengatakan mereka merasa tidak mendengar apa-apa. 25 persen melaporkan bahwa mereka mengalami tinnitus atau dering di telinga mereka, yang sebelumnya tidak dialami.
Hasil dari penelitian ini, dipresentasikan pada 21 Mei 2012 kemari di Pertemuan Masyarakat otologic Amerika di Los Angeles dan akan diterbitkan dalam jurnal Otology & Neurotology. M. Jennifer Derebery, salah satu peneliti dari House Research Institute, menjelaskan, seorang remaja hendaklah memahami sesuatu yang didengarnya. Karena hal itu diperlukan agar fungsi pendengaran tak menurun. “Remaja perlu memahami satu eksposur terhadap suara keras baik dari sebuah konser atau dari pendengarkan suatu perangkat pribadi yang dapat mengganggu pendengaran,” Ucapnya. “Dengan beberapa eksposur terhadap kebisingan lebih dari 85 desibel, sel-sel rambut kecil mungkin berhenti berfungsi dan kehilangan pendengaran yang kemungkinan menjadi permanen,” lanjutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.