Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Mei 2012

Sistem Pembelajaran di Amerika Serikat

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia,” jawab saya. Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap.Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terang nya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

*** Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN
Bisakah kita mencetak orang orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru,sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

Minggu, 06 Mei 2012

Bersyukurlah Indonesia Miskin

“Bersyukurlah kita hidup di Indonesia yang miskin!”

Berbeda dengan negara di Amerika Utara, Eropa, Jepang, Australia. Kita sebagai negara yang miskin, sebagian besar rakyat kita berpenghasilan rendah, hidup pas-pasan, berpendidikan pas-pasan. Hanya segelintir rakyat Indonesia yang bisa memperoleh gelar sarjana. Dari statistisk yang ada di DIKNAS Dari 6 juta anak yang masuk SD setiap tahun, hanya 600.000-an yang akan memperoleh gelar sarjana. 

Konsekuensinya memang cukup seru. Kita sebagai bangsa harus berfikir keras untuk dapat membuat 200 juta bangsa ini menjadi pandai. Mencari solusi supaya bisa banyak orang pandai dalam waktu singkat, dengan biaya yang murah. Internet & telekomunikasi mungkin bisa menjadi solusinya. Tapi kita harus berfikir keras memberikan solusi akses telekomunikasi & Internet yang murah. 

Terus terang, kebanyakan solusi yang di tawarkan oleh negara maju untuk memberikan akses murah sebetulnya tidak cocok untuk Indonesia.  Menggunakan logika sederhana saja,

“Solusi orang miskin pasti beda dengan solusi orang kaya”

Orang kaya cenderung, apa-apa beli, apa-apa membayar orang, apa-apa harus bagus. Orang miskin biasanya mempunyai karakter yang sangat berbeda. Orang miskin akan cenderung membuat apa-apa sendiri, kalau bisa dengan alat-alat yang sederhana. Kita mau tidak mau harus berinovasi, harus kreatif dalam mencari solusi yang kita butuhkan. Yang sering kita tidak sadar, (jika berhasil) keberhasilan Indonesia dalam memberikan akses telekomunikasi & Internet murah sebetulnya bisa menjadi contoh bagi banyak negara berkembang lain di dunia.

“Bersyukurlah kita hidup di Indonesia yang miskin!”

Indonesia mungkin “miskin”, tapi bukan berarti Indonesia tidak pandai, tidak mampu, ketinggalan jaman. Dari data-data yang ada, walaupun katanya Indonesia miskin, saat ini ada

100+ juta pengguna handphone
30+ juta pengguna internet
2+ juta blogger
Ranking ke dua pengguna facebook di dunia
Pembuat trending topik di twitter.
Negara dengan RT/RW_net terbesar di dunia.
Negara yang menggunakan twitter untuk mobilisasi ribuan relawan bencana alam #jalinmerapi.
Dll.

Dahsyat sekali! Bahkan India, Cina yang kategori-nya masih agak negara berkembang kalah oleh Indonesia!

Semua ini tentunya di dukung oleh banyak innovasi yang di kembangkan oleh rakyat Indonesia, yang di adopsi oleh banyak rakyat Indonesia lainnya, yang di putar menggunakan uang rakyat. Tanpa utangan bank dunia, kadang-kadang tanpa bantuan APBN. Beberapa contoh innovasi bangsa Indonesia yang sulit di tandingi oleh negara-negara berkembang maupun maju, seperti,

WARNET – tidak banyak negara di dunia yang mempunyai jumlah WARNET seperti Indonesia.
RT/RW-net – ini hanya ada di Indonesia.
Antenna Wajanbolic e-goen – Legendaris.
Antenna Wajanbolic 3G & CDMA.
Antenna Bazooka 3G, GPRS, CDMA.
Perjuangan Pembebasan Frekuensi 2.4GHz – hanya bangsa Indonesia yang membebaskan frekuensi 2.4GHz dengan perjuangan.
Buku Sekolah Elektronik untuk pelajaran TIK.
Teknologi OpenBTS – ini merupakan teknologi BTS open source murah Rp. 100+ juta yang bisa menggantikan teknologi BTS sekarang yang harganya Rp. 3 milyard.
Transaksi Online di Kaskus yang melibatkan uang dalam jumlah besar sekali.
Sistem Operasi IPTEKNUX yang gratis untuk pembelajaran sains di sekolah.
Sistem Operasi SchoolOnffline yang memungkinkan sekolah belajar Internet tanpa Internet.
Sistem Operasi BlanOn.
Sistem Operasi BlankOn Sajadah untuk umat islam di Indonesia.
SISFOKOL yang mengembangkan sistem informasi sekolah.

Terus terang masih banyak sekali innovasi yang dilakukan oleh rakyat Indonesia yang sering kali di sharing secara cuma-cuma di Internet.

“Bersyukurlah kita hidup di Indonesia yang miskin!”

Jika kita kaya, mungkin kita tidak mungkin se-kreatif sekarang sehingga menelurkan banyak innovasi.

“Bersyukurlah kita hidup di Indonesia yang miskin!”

Kekuatan Republik ini akan menjadi lebih dahsyat lagi jika orang pandai di republik ini bisa di perbanyak. Sistem pendidikan yang murah, yang berbasis IT, dengan materi bebas di Internet akan menjadi kunci. Semoga para petinggi republik ini sadar akan kekuatan terpendam Indonesia yang sangat dahsyat!

Bukan mustahil, bangsa-bangsa lain akan belajar kepada bangsa Indonesia di kemudian hari.

MERDEKA!!

Sabtu, 28 April 2012

Dinosaurus Brain

Mengapa perilaku kepemimpinan nasional kita tidak menunjukkan keprofesionalan selaku penyelenggara negara. Contoh ketidakprofesionalan penyelenggara negra itu antara lain terimplementasi dalam pembukaan KTT G-15 (Keprotokolan dan Tatakrama Pergaulan Internasional, yang tercantum dalam UU No. 8 Tahun 1987 tentang Keprotokolan dan PP No. 62 Tahun 2000 tentang Tata Penghormatan, Tata Tempat dan Tata Upacara), pengangkatan Kapolri (Keppres yang baru bertentangan dengan Keppres yang sebelumnya). Pemberhentian pejabat PNS versi Kabinet I/99 (likuidasi 6 instansi) tanpa prosedur hukum yang sahih. Perilaku kepemimpinan nasional yang kontroversal ini membuat rakyat bingung, apalagi juru bicara Presiden dan Wapres beserta para pengikutnya masing-masing senantiasa menyampaikan informasi yang saling dapat dipertentangkan, bahkan jika dibantah sangat mudah disetip atau di tip-ex. Itu baru sebagai contoh konkrit yang dapat diamati dan dirasakan rakyat. Mudah-mudahan segenap komponen pemimpin bangsa tidak memiliki kelakuan seperti yang dilansir oleh LPPSDM Jakarta, yang dengan diinspirasi oleh Albert Bernstein dalam karyanya : “DINOSAURUS BRAIN” 1989 ; merumuskan sifat-sifat negatif sbb :

“Suka bertingkah aneh-aneh, tidak wajar, lucu dan menggelikan. Kemauannya tidak jelas, sulit untuk dimengerti orang. Suka mengancam, menakut-nakuti dan menggertak orang. Sering marah-marah dan mengamuk tanpa ada sebab yang jelas.”

“Suka mengejek, merendahkan orang lain. Bahkan kalau menghukum orang merasa bangga dan merasa diri hebat. Tidak mau mainannya diganggu. Teritorialnya tidak boleh dimasuki orang.”

“Egois, mau menang sendiri, kurang memiliki rasa toleransi. Sok disiplin, sok peraturan, tidak ada keluwesan sama sekali. Suka cekcok dan berantem dengan sesama “SPECIES”. Tega menekan dan memeras sesama ‘bangsa”.

“Tidak peka pada perasaan orang lain, sulit diberitahu, …ndableg…Merasa paling kuat, paling besar dan paling berkuasa tetapi kalau kalah cepat lari. Anggap enteng orang, tidak menghargai sesamanya”.

“Merasa paling berjasa, sok pahlawan, sok penting, suka pamer, suka ngambeg, murung, bersikap masa bodo dan tidak bertanggung jawab. Berani hanya di kandang sendiri (jago kandang). Badan segede gunung, nyali cuma sekecil kacang ijo. Amit-amit deh”. Sumber inspirasi : Albert Bernstein : “DINOSAURUS BRAIN”, 1989.

Maksud LPPSDM Jakarta melansir Dinosaurus Brain, Karya Albert Bernstein di atas bukanlah untuk menyindir para pemimpin, namun diarahkan sebagai bahan kajian para manajer muda, agar mau dan mampu merubah perilaku pribadi mereka menjadi perilaku kelompok. Karena sangat disadari kepemimpinan masa depan bukanlah kepemimpinan pribadi/individual, melainkan kepemimpinan antar pribadi, kepemimpinan kolektif, kepemimpinan multi budaya dan bahkan Rosabeth Moss Kanter menyebutnya sebagai : Pemimpin Kosmopolitan (The Drucker Foundation : The Leader of The Future ; 1997, Hal 89). James F. Bolt menyebutnya : Pemimpin Tiga Dimensional (hal : 161).

Ciri-ciri Pemimpin Berkarakter

Aktualisasi karakter kepemimpinan yang diharapkan bangsa dan negara  adalah yang mampu mengantarkan anak bangsa dari ketergantungan (dependency) menuju kemerdekaan ( independency ), selanjutnya menuju kontinum maturasi diri yang komplit ke saling tergantungan 
(interdependency), memerlukan pembiasaan melalui contoh keteladanan perilaku para elite politik yang bergerak di eksekutif, yudikatif dan legislatif dalam taman sari demokrasi yang kondusif. Habitat yang dapat dijadikan persemaian karakter pemimpin itu antara lain harus dapat menumbuh suburkan dan mengembangkan perilaku dan sifat-sifat seperti :
  1. Kesadaran diri sendiri (self awareness) jujur terhadap diri sendiri dan terhadap oranglain, jujur terhadap kekuatan diri, kelemahan dan usaha yang tulus untuk memperbaikinya.
  2. Dasarnya seseorang pemimpin cenderung memperlakukan orang lain dalam organisasi atas dasar persamaan derajad, tanpa harus menjilat keatas menyikut kesamping dan menindas ke bawah. Diingatkan oleh Deepak Sethi agar pemimpin berempati terhadap bawahannya secara tulus.
  3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya.
  4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing ( lawan politik ) atau musuh, dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.
  5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional keilmuan dalam jabatannya. Hasil pekerjaanya berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
  6. Memiliki rasa kehormatan diri ( a sense of personal honour and personal dignity ) dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya. Tidak seperti saat ini para pemimpin saling lempar ucapan pedas terhadap rekan sejawatnya yang berbeda aliran politiknya.
  7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat “ team work “, kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas. 


Rabu, 07 Maret 2012

Tuntutan Akan Etika dan Tolak Ukur Etika

Tuntutan akan etika dan tolok ukur etika meningkat, disebabkan oleh :
  1. Pengungkapan etika pada publik, pengumuman dan media massa (pengaruh terbesar, menurut suatu survei).
  2. Kepedulian publik meningkat, kewaspadaan publik meningkat, kesadaran publik meningkat, tekanan sosial baik dalam maupun luar negeri (pengaruh besar).
  3. Regulasi pemerintah, intervensi pemerintah dan tuntutan pengadilan akan malpraktek (pengaruh sedang).
  4. Jumlah dan mutu manajer profesional dan terdidik meningkat.
  5. Pengharapan baru akan suatu peran sosial suatu profesi.
  6. Kesadaran dunia usaha dan para CEO akan etika bisnis meningkat (pengaruh besar)
Tuntutan akan etika dan tolok ukur etika menurun, disebabkan oleh :
  1. Kerusakan sosial, masyarakat yang longgar, materialisme dan hedonisme meningkat, hilangnya atau menurunnya pengaruh agama, kebutuhan akan kecepatan dan kuantitas, bukan kualitas.
  2. Persaingan bertambah berat, gaya hidup, stress merebut sukses.
  3. Korupsi, hilangnya kepercayaan dan rasa hormat pada pemerintah, etika sebagai sarana politik. 
  4. Penetahuan akan tindakan non etikal meningkat dan menjadi terbiassa, oleh media massa. Media massa menjadi penyebab meningkatnya kejahatan.
  5. Haus harta, sukses diukur dengan materi, egoisme dan individualisme.
  6. Tekanan laba dari investor & penyandang dana, harus bertahan untuk tetap hidup.

Etika Jati Diri

Pada etika pengingkaran diri, subyek ingin menyatu dengan etika (disebut pula etika karakter). Kualitas utama, tatkala etika menyatu dalam jati diri. Contoh : terlambat ? itu bukan aku. Menerima pekerjaan itu ? itu bukan aku. Tak ada persoalan survival, pertimbangan sosial-ekonomi dan rasa takut. Yang  ada adalah pengingkaran diri. Subyek adalah (pengejawantahan) etika. Tahap ini mirip dengan tahap 6 Kohlberg, jarang tercapai. Pengaturan penampakan etika mirip pekerjaan memangkas daun pohon (penampakan penyimpangan etika, syatar, fatsoen), agar sebuah pohon cemara (hakekat, jati diri, etika dalam) tampak sebagai pohon kelapa (dari kejauhan).
Kebanyakan profesi mengatur dan mengawasi sebatas etika penampakan. Beberapa pemikir menyatakan cara di atas tak seberapa keliru. Pembentukan ciri luar berulang-ulang dalam jangka panjang, akan mengubah kebiasaan, kebiasaan mengubah karakter, karakter akan mengubah hakekat jati diri mereka yang bertahan tinggal untuk dipangkas. Etika penampakan harus powerful, agar tak diremehkan. Siapa menubruk etika, ia akan patah. Karena itu, etika profesi bersanksi.
Kebiasaan adalah medan grafitasi yang kuat. Suatu upaya yang beretika (tinggal landas dari medan grafitasi) disedot oleh daya grafitasi, dan jatuh berantakan (crash).   Tebal tipis moral, nilai yang dianut, kepekaan naluri dan tingkat daya pikir. Tingkat kesadaran beretika artinya, pada setiap langkah kegiatan profesional secara otomatis memasukkan unsur pertimbangan etika. 
 
Elemen etika yang amat abstrak itu harus diidentifikasi satu persatu dalam bentuk pelatihan profesi, agar dapat dikenali di dunia praktik. Masalah lain adalah manipulasi nilai spiritual sebagai alat sukses dan menguntungkan, sebagai trademark, bukan sebagai tujuan. Hal ini dapat terjadi pada jenis kegiatan berlandas etik, seperti dalam manajemen universitas, koperasi dan rumah sakit.
Norma agama menimbulkan rasa takut kepada Tuhan Yang Maha Esa (sanksi oleh Tuhan, rasa berdosa), rasa takut ketahuan oleh sesama pemeluk agama (rasa tak tentram, sanksi oleh sesama manusia).   Apabila hanya takut ketahuan sesama pemeluk agama, maka norma agama menjadi prosedur formalitas.
 
Norma agama dapat dijalin dengan etika profesi, misalnya dengan sumpah dokter, sumpah jabatan sesuai agama masing-masing. Norma etik, norma budi pekerti, norma kesusilaan, melarang perbuatan tercela yang merugikan anggota atau non anggota. Batasan dengan norma agama, amat tipis. Pada Buku lain disebut moral, ahlak, budi pekerti baik, kemampuan memisahkan yang baik dan buruk, tak nampak, tak dapat diawasi  manusia.
Norma fatsoen atau sopan santun, terkait pada adat istiadat. Pelanggaran menyebabkan pengucilan, pelecehan, penghinaan atau teguran terang-terangan, perilaku tak bersahabat, bahkan mungkin denda adat. Hukuman dapat dijatuhkan pada seluruh anggota keluarga pelanggar.

Etika Kepribadian

Kelompok pertama adalah etika kepribadian, form over substance, etika sandiwara atau hipokrisi, etiket. Kualitas etika boleh pilih, tatkala secara aman kita kuat dari etika, kita patahkan etika. Etika berwawasan ekonomi, kepatuhan minimum, kepatuhan tatkala menguntungkan. Didalamnya termaktub rasa khawatir ketahuan dan hukuman antar manusia. Contoh : dalam perjanjian bertemu dengan orang penting, harus tepat waktu, agar mendapat citra disiplin, takut sanksi.
Seseorang terpaksa beretika dan harus tampak beretika, adalah hipokrisi, bahkan dapat menjurus pada psikopat ; jiwa pecah dan bersandiwara secara sempurna sepanjang hari.
Etika berwawasan ekonomi, menggunakan hukum ekonomi etika bertaraf hipotesa
  • Laba pasti dan segera vs manfaat jangka panjang etika yang tak pasti.
  • Setiap mahluk ekonomi digerakkan oleh kepentingan pribadi, diatas kepantingan kelompok
  • Etika bagus adalah bisnis bagus atau sebaliknya survival vs ethics.
  • Bahwa yang bermaksud tinggal-lama-purna waktu dalam profesi lebih memperhatikan etika dibanding yang sebaliknya.
Pilihan (maslahat ekonomi dan non ekonomi) bersama suatu profesi, tekad bulat semua profesi  atau pilihan pemerintah (maslahat profesi sebagai sokoguru negara kuat) berdasar hipotesa etika atau mati (ethics or die), dapat mencipta political will.
Contoh etika untung rugi, adalah sebagai berikut : 
  1. Perusahaan memperhatikan dan memenuhi kebutuhan karyawan. Hasil yang diharap adalah kesetiaan meningkat, produktivitas meningkat, laba meningkat. 
  2. Pemasok menolak menaikan harga pada saat barang langka dan saat sellers’market, karena ingin hubungan baik terus dijaga saat buyers’market. 
  3. Karena menolak pekerjaan atau biaya marketing kurang etikal (misalnya memperoleh pekerjaan profesi dengan menyuap pengambil keputusan), maka pekerjaan lepas. Lahan kerja sempit, rasionalisasi karyawan merupakan tindakan kurang etis. Teori relativitas etika ini mengajukan pilihan etika kompromistis. Seperti pada hukum ; deteksi etika, ganjaran atau hukuman terkait penampan perilaku (gejala etika).

EQ Tinggi Pada Manusia

EQ seseorang disebut tinggi bila test 5 hal sebagai berikut : 
  1. Mengenal perasaan sendiri, sebagai modal mengarungi kehidupan, melakukan keputusan dan memilih hal yang baik.
  2. Mampu mengendallikan perasaan, tak larut dalam kegembiraan, mata gelap, putus asa / frustasi, takut / cemas atau kesedihan, dan memperoleh kehidupan yang tenang. 
  3. Mampu memanfaatkan perasaan untuk tujjuan tertentu.  
  4. Mampu meperhatikan perasaan orang lain, merasakan kebutuhan orang lain dan menjadi sumber empati.
  5. Mampu mengendalikan perasaan orang lain, modal pergaulan sosial, memperoleh dukungan, popularitas baik dan pengakuan sebagai pemimpin.

Selasa, 21 Februari 2012

Live Motivation

  • “Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda”
  • “Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil”
  • “Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru”
  • “ORANG-ORANG YANG BERHENTI BELAJAR AKAN MENJADI PEMILIK MASA LALU. ORANG-ORANG YANG MASIH TERUS BELAJAR, AKAN MENJADI PEMILIK MASA DEPAN”
  • “Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan”
  • “Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bias anda capai melalui perubahan itu”
  • “ANDA TIDAK AKAN BERHASIL MENJADI PRIBADI BARU BILA ANDA BERKERAS UNTUK MEMPERTAHANKAN CARA-CARA LAMA ANDA. ANDA AKAN DISEBUT BARU, HANYA BILA CARA-CARA ANDA BARU”
  • “Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah”
  • “Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak
  • pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda”
  • “HANYA ORANG TAKUT YANG BISA BERANI, KARENA KEBERANIAN ADALAH MELAKUKAN SESUATU YANG DITAKUTINYA. MAKA, BILA MERASA TAKUT, ANDA AKAN PUNYA KESEMPATAN UNTUK BERSIKAP BERANI”
  • “Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.”
  • “JANGAN PERNAH MEROBOHKAN PAGAR TANPA MENGETAHUI MENGAPA DIDIRIKAN. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN TUNTUNAN KEBAIKAN TANPA MENGETAHUI KEBURUKAN YANG KEMUDIAN ANDA DAPAT”
  • “Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan”
  • “BILA ANDA BELUM MENEMUKAN PEKERJAAN YANG SESUAI DENGAN BAKAT ANDA, BAKATILAH APAPUN PEKERJAAN ANDA SEKARANG. ANDA AKAN TAMPIL SECEMERLANG YANG BERBAKAT”
  • “Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai”
  • “Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat
  • pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan”
  • “JANGAN HANYA MENGHINDARI YANG TIDAK MUNGKIN.DENGAN MENCOBA SESUATU YANG TIDAK MUNGKIN, ANDA AKAN BISA MENCAPAI YANG TERBAIK DARI YANG MUNGKIN ANDA CAPAI.”
  • “Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.”
  • “BILA ANDA MENCARI UANG, ANDA AKAN DIPAKSA MENGUPAYAKAN PELAYANAN YANG TERBAIK. TETAPI JIKA ANDA MENGUTAMAKAN PELAYANAN YANG BAIK, MAKA ANDALAH YANG AKAN DICARI UANG”
  • “Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri”
  • “Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.”
  • “TIDAK ADA HARGA ATAS WAKTU, TAPI WAKTU SANGAT BERHARGA. MEMILIK WAKTU TIDAK MENJADIKAN KITA KAYA, TETAPI MENGGUNAKANNYA DENGAN BAIK ADALAH SUMBER DARI SEMUA KEKAYAAN”
  • “Ikhlaskanlah Diri Anda untuk Menerima dan Meniru Cara-Cara Mereka yang Sudah Berhasil, dan Tunggu Keberhasilan itu Menghampiri Anda...
  • “Biarkanlah hidup mengalir sejalur dengan jalan-jalan yang telah terbukti benar dan membawa keberhasilan, jadi tugas kita bukanlah menenantang arus atau melawan angin kehidupan tapi mengikuti arus dari jalur yang telah terbukti benar, jadi carilah jalur yang benar itu dan jalani sesuai aliran kehidupan, biarkanlah mengalir...”
  • Seorang yang berani, bersedia melakukan sesuatu yang penting bagi kecemerlangan hidupnya, …
  • Meskipun dia belum berpengalaman
  • Meskipun dia tidak memiliki uang untuk itu
  • Meskipun banyak orang meragukan kesempatan keberhasilannya
  • Meskipun telah banyak orang gagal dalam upaya yang sama
  • Meskipun sama sekali tidak ada jaminan
  • Meskipun sebetulnya dia sangat ketakutan, dan
  • Meskipun lebih mungkin baginya untuk gagal. atau
  • Hanya seseorang yang takut yang bisa bertindak berani.
  • Tanpa rasa takut itu - tidak ada apapun yang bisa disebut BERANI.
  • “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain..”
  • “Berangkatlah dari ketidaksempurnaan menuju sempurna”
  • “Setiap pemikiran maupun ide yang baru yang pernah muncul adalah dari orang-orang yang pernah di cap “GILA” oleh dunia”
  • “Kualitas Pikiran kita akan menentukan hidup kita”
  • “Rubahlah pikiran anda dan anda akan dapat merubah nasib anda”
  • “Manusia dapat merubah cara hidupnya dengan cara merubah cara berpikirnya”
  • “Berpikirlah menjadi pemenang jangan berpikir menjadi pecundang”
  • “Kalau kita bisa berlari kenapa harus berjalan”
  • “Sulit bukan berarti tak bias”
  • “Jika kesulitan dijadikan suatu alasan untuk menghadapi kehidupan yang lebih baik , maka manusia tidak akan pernah bertumbuh maju”
  • “Janganlah takut jika anda akan gagal tetapi takutlah bahwa anda tidak akan suskses”
  • “Semakin berat masalah yang kita hadapi, maka akan semakin besar pula kemuliaan yang Tuhan berikan kepada kita”
  • “Keuletan dan kemampuan yang akan membawa kita menuju sukses”
  • “jangan sibuk melihat kelemahan yang ada dalam diri anda tetapi sibuklah dengan kelebihan yang ada didalam diri anda”
  • “Jika impian anda lebih kuat daripada masalah yang anda hadapi, maka kesuksesan akan menjadi milik anda”
  • “Ingatlah dibelakang kita? Ada orang-orang yang menunggu kesuksesan kita, ayah….ibu….istri….anak, teman-teman kita, itu semua sangat berarti di kehidupan kita, mereka itu lebih penting untuk kita perjuangkan”
  • “Tidak ada pekerjaan yang berat dan sulit jika akhirnya pekerjaan itu bias membahagiakan orang-orang yang kita cintai”
  • “Janganlah kita menyerah untuk suatu hal yang bias merubah hidup kita menjadi lebih baik”
  • “Jika kita hanya melakukan hal-hal yang mudah dalam hidup ini, maka hidup ini akan terasa menjadi sulit”
  • “Jika kita rela melakukan hal-hal yang sulit dalam hidup ini, maka hidup ini akan menjadi mudah”
  • “Setiap tantangan, halangan, rintangan, akan membentuk diri kita menjadi seseorang yang lebih berharga, lebih bernilai dan lebih berkualitas”
  • “Jangan pernah perduli dengan pendapat orang lain tetapi perdulilah jika tidak mempunyai pendapatan”
  • “Jika anda ingin menjadi kaya dan bahagian maka binalah citra diri dan harga diri”
  • “Langkahkan kaki menuju sukses”
  • “Berpikir 1X, bertindak 10X maka hasilnya sukses”

Selasa, 07 Februari 2012

Memotivasi Diri Melalui Rasa Percaya Diri

Aset paling berharga bagi banyak orang adalah juga aset yang paling belakangan dihargai. Aset itu, bila ditangani dengan semestinya, akan mampu memberikan hasil secara dramatis. Aset yang tidak dapat dikenakan harga setinggi apapun. Itulah otak manusia, pikiran dan proses berfikir.

Otak merupakan kawasan penyimpanan yang kapasitasnya luar biasa, menjadi pentinglah untuk berhati-hati di dalam mengisinya. Sebagian orang mempunyai otak yang penuh dengan pemikiran dan pengalaman negatif. Mereka akan secara terus-menerus menanamkan masukan saya tidak mampu dengan setumpuk alasan mengapa mereka tidak mampu. Sehingga ketika dihadapkan pada sebuah kesempatan atau tantangan baru, otak mereka, ketika ditanya, mengirimkan jawaban: Tidak, kamu tidak mampu, atau tanggapan lain semacam itu.

Lima langkah yang diperlukan untuk membangun kepercayaan diri dan yang pada gilirannya membangun rasa percaya diri bagi motivasi diri dari dalam.

Hindari Mencari-Cari Alasan
Begitu banyak orang mengurungkan niat mereka dengan mengajukan alasan yang tidak masuk akal dan samasekali salah. Seperti:
- Saya tidak bisa
- Saya tidak mampu sebab...
- Pendidikan saya belum memadai
- Saya sudah terlalu tua
- Saya masih terlalu muda, dll
Siapapun dapat mencari alasan bagi hampir segalanya, maka dalam membangun kepercayaan diri, jangan sekali-kali membuat alasan. Hal itu mungkin sangat menyenangkan dan menentramkan hati, tetapi alasan-alasan hanya akan menghamabat seseoarang dari pencapaian sasaran. Ingatlah bahwa otak Anda adalah kawasan penyimpanan apa yang Anda masukkan pada gilirannya akan keluar lagi, jadi gantilah penyisipan hal-hal negatif dengan hal-hal positif.

Gunakan Daya Imajinasi
Otak dengan kapasitasnya yang tidak terbatas dapat membantu Anda dengan tanpa batasan mencapai ambisi hidup jika Anda memberinya kesempatan. Biarkan dia menggambarkan diri Anda sebagai pribadi yang Anda inginkan. Dengan jelas menggambarkan apapun wujud yang Anda inginkan. Semakin Anda memikirkan itu semua semakin besar kepastian akan suatu hasil yang positif.
Jika Anda terus menerus membiarkan pikiran Anda dipenuhi dengan bermacam-macam pemikiran mengenai penyakit dan kesehatan yang buruk, Anda hampir pasti akan mengalami penyakit yang Anda pikirkan. JIka Anda terus menerus memikirkan hasil negatif tentang pergaulan atau karier bisnis, pemikiran itu pada gilirannya akan mengakar dalam diri Anda.
Maka dalam proses membangun kepercayaan diri dengan menmggunakan proses kesan daya imajinasi otak, pentinglah untuk menjadi yakin bahwa apa yang sedang Anda pikirkan dan lihat dengan jelas adalah hal yang positif. Hal yang positif itu harus memungkinkan kesan positif pada diri Anda dan peningkatannya, serta pemikiran positif itu harus mengarah ke sasaran Anda, cita-cita dan kebahagiaan dalam hidup.

Jangan Takut Gagal
Kegagalan telah mengahalangi begitu banyak orang sehingga mereka mundur sebelum mencoba, berbuat atau meraih keberhasilan sebab mereka tidak mampu menerima terminologi dimana ada kemungkinan untuk gagal. Sebagian orang benar-benar tidak pernah mencoba sesuatupun sebab rasa takut gagal ini telah menguasai otak mereka selama bertahun-tahun. Setiap hari mereka memikirkan kegagalan ini sehingga mereka tidak pernah sungguh-sungguh melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka tidak percaya diri dan penuh keraguan.

Penampilan Membentuk Kepercayaan DiriPenampilan luar memang bukan segalanya. Kadang-kadang perlu untuk membelanjakan uang demi penampilan luar yang menarik, karena dengan penampilan luar yang menarik memberi kesempatan yang ada dalam diri Anda untuk merasa baik. Tetapi haruslah tetap bersikap realistis. Sebagian orang bersikap berlebihan dalam penampilan mereka dan pada akhirnya semua itu hanya demi kepuasan ego mereka.

Susunlah Catatan Mengenai Sukses Yang Diperoleh
Setiap orang pernah mencapai sukses dalam hidupnya. Cara mengumpulkan catatan sukses masa lalu sangat sederhana. Pikirkan balik sukses Anda yang paling awal yang mungkin terjadi pada masa sekolah ketika memenangkan lomba balap kelereng atau balap karung. Mungkin juga berawal dari ucapan selamat ketika memenangkan lomba mengambar atau melukis. Ini bisa dulakukan secara lisan pada suatu audio kaset atau buku catatan. Anda bisa melihat kembali catatan dan memperbaharui aset paling berharga Anda dengan kenangan akan sukses tersebut.

Motivasi hanya dapat mengabadikan diri berdasarkan harapan. Untuk memotivasi diri, seseorang harus memiliki harapan tentang sebuah masa depan. Oleh karena itu dalam memotivasi diri seseorang bertanggung jawab untuk menciptakan sendiri harapannya.

Sabtu, 05 November 2011

Alternatif Sumber Daya Manusia Untuk Industri

"Lulusan perguruan tinggi tidak siap pakai!" begitu komentar klasik terhadap sarjana lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Tentunya ada argumen lain dari pihak perguruan tinggi, misalnya "Perguruan tinggi bertugas untuk menelurkan pemikir / perencana bukan sekedar tukang; polyteknik yang menelurkan tukang". Akibatnya apa? industri / perusahaan mau tidak mau harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendidik para sarjana agar "siap pakai". Syukur-syukur kalau pekerjaan yang dilakukan para sarjana ini sesuai dengan bidang yang ditekuni di perguruan tinggi. Yang disayangkan (dan sudah menjadi rahasia umum), banyak sarjana yang terpaksa "melacur" dan mengambil pekerjaan yang berbeda dengan apa yang dipelajari diperguruan tinggi (contohnya: customer service). Tentunya sudah banyak usaha untuk mengatasi hal ini misalnya dengan mendirikan Pusat Antar Universitas (PAU) dan lembaga-lembaga penelitian yang diharapkan dapat bekerjasama dengan industri dan secara tidak langsung menelurkan sarjana-sarjana yang siap pakai selain meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Kerjasama ini tampaknya sudah mulai berjalan walaupun disana sini kebanyakan tersendat-sendat.

Pada kesempatan ini, saya mencoba mengupas kemungkinan pendayagunaan lebih lanjut pra-sarana dan lembaga-lembaga di perguruan tinggi terutama untuk meningkatkan bargaining position perguruan tinggi terhadap industri. Mudah-mudahan hal ini bisa memperlancar kerjasama yang tersendat-sendat tadi. Hal ini penting, terutama untuk menarik dana dari industri untuk penelitian di perguruan tinggi yang secara langsung akan meningkatkan mutu perguruan tinggi dan lulusannya. Jadi semacam simbiosa mutualisma - industri senang memperoleh sarjana yang baik dan lebih siap pakai beserta hasil penelitiannya; perguruan tinggi juga senang memperoleh dana untuk memperbaiki mutu pendidikan maupun kesempatan untuk meneliti.

Mengapa peningkatan bargaining position ini penting? Bayangkan jika seorang dosen / peneliti diperguruan tinggi yang ingin berdedikasi (tidak ingin ngobyek) bermaksud mengadakan penelitian untuk mengembangkan ilmunya. Mengharapkan uang penelitian dari DIP? barangkali harus menunggu sampai 2-3 tahun sebelum dana turun; belum lagi terkadang harus melalui proses tender yang bertele-tele. Itupun dana yang diperoleh tidak seberapa. Akhirnya sang dosen menengok kepada Industri dengan harapan bisa memperoleh dana yang lebih baik. Apakah industri akan dengan senang hati memberikan dana? bagaimana industri bisa menjustifikasi bahwa proposal yang diajukan memang bisa dilaksanakan? apakah memungkinkan untuk memproduksi dan memasarkan ide sang dosen ini? apakah sang dosen cukup berkualifikasi dan berpengalaman? dan yang terpenting apakah industri diuntungkan dengan ide sang dosen / peneliti ini? begitu sebagian pertanyaan yang mungkin terlintas dibenak para manager di perusahaan-perusahaan. Jelas bahwa saat ini bargaining position dosen perguruan tinggi sangat lemah, apalagi sebagai pihak yang membutuhkan dana.

Apakah inti permasalahan diatas? sebetulnya sederhana, semua berkisar pada masalah pertukaran informasi antara perguruan tinggi dan industri. Sebagai contoh, berapa banyak industri elektronika dan pabrik perakitan komputer mikro yang tahu bahwa beberapa dosen di perguruan tinggi di Indonesia mampu membuat sendiri transistor, chip (IC), perangkat lunak untuk komputer dan bahkan sempat berkomunikasi lewat komputer dengan Indonesia selama belajar di luar negeri? tanpa ada usaha untuk menerangkan dari para dosen ini, saya yakin tidak banyak industri yang tahu tentang kemampuan yang terkandung dalam perguruan tinggi. Dilain pihak, berapa banyak dosen yang tahu persis kemampuan dan kebutuhan industri di Indonesia? Hal yang sama berlaku untuk industri. Jelas disini, proses pertukaran informasi antara industri dan perguruan merupakan inti untuk mengetahui kekuatan yang ada dikedua belah pihak dan akhirnya akan menaikan bargaining position dari perguruan tinggi.

Dengan semakin berkembangnya komputer, teknologi informasi elektronik komputer akan sangat memperlancar proses pertukaran informasi. Proses ini jauh lebih cepat dan sangat effisien dibandingkan media konvensional lainnya, seperti surat kabar, majalah, seminar, konferensi, fax, telepon dll. Apakah jaringan komputer telah berkembang di Indonesia? YA! beberapa perusahaan yang cukup besar seperti USI/IBM, Schlumberger dan Astra Graphia telah menyambungkan komputernya dengan jaringan komputer internasional. Saya di Canada sering berhubungan dengan teman-teman di perusahaan tersebut melalui komputer.

Bagaimana dengan dunia perguruan tinggi dan lembaga penelitian? PUSILKOM-UI telah beberapa lama berusaha mengembangkan jaringan komputer. Sayangnya tarif telepon interlokal dan SKDP relatif cukup mahal untuk perguruan tinggi negeri, akhirnya jaringan komputer ini tersendat-sendat. Mungkinkah ini salah satu contoh lemahnya bargaining position perguruan tinggi terhadap industri? Dengan adanya banyak SBK di perguruan tinggi, seperti ITB, ITS, IPB dan Universitas Indonesia Timur, alangkah bermanfa'atnya jika bisa dialokasikan 1-2% dari kapasitas sebuah transponder PALAPA untuk keperluan jaringan komputer untuk penelitian dan pendidikan di Indonesia. Bukankah salah satu misi PALAPA adalah untuk membantu dunia pendidikan? Alternatif lain (menggunakan radio), tengah digalakkan oleh ITB dengan dimotori oleh Prof. Dr. Iskandar Alisyahbana, Dr. Nasserie dan Dr. Kusmayanto Kadiman. Bahkan Prof. Alisyahbana telah berhasil memasang sebuah stasiun bumi sederhana untuk masuk ke satelit internasional komunikasi komputer radio yang memungkinkan hubungan internasional tanpa melalui SKDP. Hal ini memungkinkan pembentukan jaringan komputer biaya murah tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada telepon.

Jelas dari penjelasan di atas bahwa infra-struktur jaringan komputer dikedua belah pihak baik industri maupun perguruan tinggi telah mulai berkembang. Tinggal bagaimana menghubungkan jaringan-jaringan komputer yang ada menjadi satu kesatuan agar diperoleh manfa'at bagi kedua belah pihak. Secara teknis sebetulnya sangat mudah. Masalah terberat adalah birokrasi dan masalah administratif dari kedua belah pihak.

Mari kita renungkan bersama, apa yang akan kita peroleh dengan menyatukan infra-struktur informasi di perguruan tinggi dan industri. Bayangkan, waktu untuk menyiapkan seorang sarjana "siap pakai" di industri menjadi lebih singkat. Di samping itu, industri memperoleh masukan alternatif solusi / rancang bangun dari hasil penelitian di perguruan tinggi untuk produksinya. Bahkan, dapat diharapkan akan terjadi perbaikan mutu barang / jasa yang dipasarkan. Dilain pihak, mutu pendidikan tinggi menjadi naik dengan adanya masukan dana tambahan dari industri. Di samping itu, ilmu pengetahuan dan pengalaman dosen dalam meneliti akan meningkat. Hal ini sangat bermanfa'at untuk memperkaya pengetahuan para mahasiswa di perguruan tinggi. Hal lain yang akan sangat positif, perguruan tinggi akan dipaksa untuk memacu diri dalam membentuk dan membenahi jenjang pendidikan S2 dan S3 untuk menyediakan tenaga peneliti di perguruan tinggi yang secara langsung akan meningkatkan ilmu pengetahuan dan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Akhirnya, perguruan tinggi dan industri menjadi saling mengetahui akan kebutuhan, kemampuan maupun kekuatan yang ada di samping kemungkinan untuk bertukar informasi dan pengalaman.

Hal lain yang terpenting, dengan adanya jaringan komputer, seluruh jaringan birokrasi dan administratif yang sangat menghambat pekerjaan dapat dengan mudah dihilangkan / dilewati. Tidak perlu lagi kita membuang waktu menunggu di ruang tunggu hanya untuk meminta tanda tangan / bertemu dengan seorang kepala biro. Jejang administratif secara tidak sadar dapat dipersempit, contohnya, seorang dosen muda di perguruan tinggi dapat langsung berhubungan dengan direktur perusahaan tanpa menanti di ruang tunggu serta berhadapan dengan berbagai prosedur administratif melalui berlapis sekertaris. Tidak perlu lagi bersusah payah mengumpulkan seluruh staf ahli / peneliti hanya untuk rapat bulanan. Rapat dapat dilakukan tanpa perlu bertatap muka setiap hari bahkan setiap menit melalui surat elektronis. Jelas bahwa waktu untuk pemroses suatu pekerjaan dapat sangat dipersingkat.

Bukan mustahil dengan terbentuknya jaringan komputer ini, kita akan melihat sebuah revolusi informasi, industri dan ilmu pengetahuan di Indonesia. Memang untuk merealisasi semua ini dibutuhkan kerja keras (terutama membenahi masalah birokrasi dan administratisi) dari pihak industri maupun perguruan tinggi. Tapi saya pribadi yakin bahwa semua ini bukan hal yang mustahil melihat potensi yang terkandung di perguruan tinggi maupun industri, apalagi jika didasari dengan keinginan dan niat baik dari berbagai pihak yang terkait. Bukan hanya perguruan tinggi dan industri yang akan memperoleh keuntungan oleh sistem ini, tapi juga seluruh rakyat Indonesia.

Sabtu, 23 Juli 2011

Kritikan

"Anda tidak berhak dipuji kalau tidak bisa menerima kritikan."
Halle Berry, 2005

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry, artis peraih Oscar melalui film James Bond 'Die Another Day' di tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie Award.

Razzie Award adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai aktingnya buruk. Label pemain terburuk ini didapatkan Halle setelah memainkan perannya di film 'Cat Woman'. Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian penghargaan tersebut. Tidak ada Aktor dan Artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video.

Sambutannya sungguh menarik : "Saya menerima penghargaan ini dengan tulus. Saya menganggap ini sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik di film-film saya berikutnya. Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak bisa menerima kritikan'."

Tepukan tangan sambil berdiri sebagai bentuk ketakjuban dari para hadirin sangat memeriahkan malam itu. Ya, sangat sedikit orang yang sanggup menerima kritikan seperti Halle. Nah, sekarang, apa arti kritik bagi ? Apakah itu musibah buruk? Seperti bencana yang tidak terduga, atau... simbol kehancuran diri? Adakah yang bisa menganggap kritik layaknya ia menerima pujian?

Kritik memiliki banyak bentuk
Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan, hingga cacian pedas. Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik. Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik? Tokh kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik. :-)

Kalau suka sepak bola, pasti sering mengamati para komentator dalam mengeluarkan pernyataan pedasnya. Padahal belum tentu kepandaian mereka dalam mengkritik orang lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh memainkan bola sendiri di lapangan. ;-)

Belum lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka ramai-ramai berkomentar kepada publik, seolah pernyataan merekalah yang paling benar. :-)

Namun bukan itu permasalahannya

Pertanyaannya sekarang adalah...
seandainya  mendapatkan kritikan, yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus  lakukan?

Jawabannya adalah
"Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue kegemaran kita"

Mungkinkah? Mengapa tidak! :-)

Kita mempunyai wewenang penuh untuk mengontrol perasaan kita.
Berikut tips untuk kita saat menghadapi kritik:

Ubah Paradigma Kita Terhadap Kritik
Tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan adanya yang *masih peduli* kepada kita. Coba perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang harus mengirimkan berbagai survey untuk mengetahui kelemahannya. Bayangkan jika kita harus melakukan hal yang sama, mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengetahui kekurangan kita! LoL. :-)
Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.

Cari Tahu Sudut Pandang Si Pengkritik
Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang disampaikan. Kita bisa belajar dari mereka dan melakukan koreksi terhadap diri kita. Bisa jadi kritik yang disampaikan benar adanya. Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik sekaligus saran kepada kita. Tokh kita tidak akan menjadi rendah dengan hal itu. Justru sebaliknya, pendapat orang bisa jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigma baru yang mendukung goal .

Kritik Tidak Perlu Dibalas Dengan Kritik!
Tanggapi kritik dengan bijak.  tidak perlu merasa marah atau memasukkannya ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat adalah hak semua orang. Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk ringan dalam mema'afkan seseorang. Anggaplah semua itu untuk perbaikan yang menguntungkan kita kelak. Jangan pernah kita balas kritik dengan kritik. Karena hal ini hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran. Tidak ada gunanya...

Terimalah Kritikan Dengan Senyuman.
Ini semua bisa melatih mental kita agar bisa *tegar* menghadapi ujian yang lebih hebat di kemudian hari. Singkatnya, kita memang hanya layak dipuji jika sudah berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus keberanian.

Jumat, 15 Juli 2011

Sikap Percaya Diri Mahasiswa

PERBEDAAN RASA PERCAYA DIRI ANTARA MAHASISWA YANG AKTIF DENGAN MAHASISWA YANG TIDAK AKTIF DALAM ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI UMM

Rasa percaya diri adalah satu diantara aspek-aspek kepribadian yang penting dalam kehidupan manusia. Alfred Adler mencurahkan dirinya pada penyelidikan rasa rendah diri. Ia mengatakan bahwa kebutuhan yang paling penting adalah kebutuhan akan rasa percaya diri dan rasa superioritas (Lauster, 1999: 10).

Menurut Koentjaraningrat , salah satu kelemahan generasi muda Indonesia adalah kurangnya rasa percaya diri. Pernyataan ini didukung oleh penelitian Afiatin dkk, terhadap siswa SMTA di Kodia Yogyakarta menunjukkan bahwa permasalahan yang banyak dirasakan dan dialami oleh remaja pada dasarnya disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri (Martaniah, 1998: 66).

Martin (1974: 2) melakukan penelitian tentang rasa percaya diri pada 144 pelajar Indian pada BIA Boerding School yang berada di Oklahoma. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pelajar yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi akan lebih cepat untuk menyelesaikan studinya dibandingkan dengan pelajar yang memiliki rasa percaya diri lebih rendah.

Kloosterman (1988: 348) meneliti pada pelajar School in South-Central Indiana dengan jumlah 266 wanita dan 233 pria. Ia meneliti tentang rasa percaya diri pada pelajar. Ternyata rasa percaya diri sangat penting bagi pelajar untuk berhasil dalam belajar matematika. Dengan adanya rasa percaya diri, maka akan lebih termotivasi dan lebih menyukai untuk belajar matematika, sehingga pelajar yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi lebih berhasil dalam belajar matematika.

Penelitian yang dilakukan oleh Panduranti (2001: 59) tentang hubungan antara rasa percaya diri dan perilaku konsumtif pada mahasiswi. Subjek penelitian yang terdiri dari beberapa mahasiswi Universitas Muhammadiyah malang ini menunjukkan bahwa percaya diri mempunyai hubungan negatif dengan perilaku konsumtif. Maksudnya apabila rasa percaya diri individu tinggi maka perilaku konsumtifnya rendah, begitu pula sebaliknya. Individu yang memiliki rasa percaya diri rendah maka perilaku konsumtifnya tinggi.

Penelitian yang dilakukan oleh Gandamana (2000: 50) tentang hubungan rasa percaya diri dengan penyesuaian sosial pada remaja di panti asuhan menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara rasa percaya diri dengan penyesuaian sosial pada remaja. Penelitian terhadap remaja di panti asuhan anak yatim Mabarrot Sunan Giri Malang ini menunjukkan bahwa semakin positif atau tinggi rasa percaya diri akan diikuti semakin positif atau tinggi penyesuaian sosial yang dialami individu.

Sehubungan dengan penelitian di atas, Marfiyanti (2001: 58) meneliti tentang hubungan rasa percaya diri dengan efektifitas komunikasi pada pasangan muda. Berdasarkan dari hasil penelitiannya ia menyimpulkan bahwa semakin tinggi rasa percaya diri maka semakin tinggi pula efektifitas komunikasi individu. Penelitian dengan subjek sebanyak 40 orang dengan pendidikan SMU hingga S1 ini diketahui ternyata faktor percaya pada kemampuan pribadi merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap rasa percaya diri dibanding faktor lainnya. Hal ini disebabkan karena seseorang yang percaya pada kemampuan yang dimilikinya atau dengan kata lain memilki keyakinan yang positif akan lebih percaya diri, sehingga akan mempunyai keberanian untuk berkomunikasi dan lebih bersikap terbuka dengan pasangannya.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Zimat (2002: 2) dari sekolah kedokteran Universitas Indiana Polis, bahwa remaja putri yang kurang memiliki rasa percaya diri lebih cenderung melakukan seks bebas daripada remaja putri yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini karena mereka membutuhkan pengakuan dari lawan jenisnya dan memiliki ikatan atau seseorang yang dapat dijadikan teman terdekat untuk menumbuhkan rasa percaya diri mereka.

Rasa percaya diri merupakan faktor yang dapat menyembuhkan stres seseorang dari hasil penelitian yang dilakukan pada pelajar SLTP/ SMUN Ragunan menunjukkan bahwa salah satu sumber stres yang dialami oleh atlet pelajar adalah kurangnya rasa percaya diri dan adanya pikiran negatif (Nasution, 2001: 3).

Sudirman Siahaan (dalam Ghozali, 2001: 2) menyampaikan hasil penelitian tentang pendidikan dan latihan jarak jauh penyuluhan pertanian dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup petani di Kabupaten Ogan Komering Hilir SUMSEL, pesertanya adalah petugas penyuluhan pertanian kelompok lulusan sekolah pertanian pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek merasa lebih percaya diri dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari karena subjek mendapatkan wawasan yang luas dan pola pikir yang lebih maju setelah mereka mengikuti diklat.

Selain itu, sebuah penelitian baru menemukan bahwa para remaja putri yang memutuskan untuk berhenti merokok ternyata memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi. Errin Perkle dari National Senter on Addction Substacion Abuse di Kolombia University New York menyampaikan hasil temuannya di pertemuan tahunan American Psychological Society bahwa, hasil survei yang dilakukan bersama Linda Ricther terhadap 6.500 remaja putri yang berusia antara 13-15 tahun menunjukkan remaja putri lebih merasa percaya diri setelah berhenti merokok dibandingkan sebelum berhenti merokok ( Ruslaini, 2002 : 1).

Lowe (2002: 1) mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan pada wanita yang akan melahirkan untuk pertama kalinya cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah. Wanita dengan rasa percaya diri yang tinggi akan lebih mudah dalam proses persalinan. Sedangkan wanita dengan percaya diri yang rendah akan selalu merasa takut dan khawatir sehingga mempersulit proses persalinan bagi mereka.

Mas’ unah (2001: 50) meneliti tentang perbedaan percaya diri remaja yang mempunyai orang tua cerai dan orang tua tidak cerai di kecamatan Mayar kabupaten Gresik. Penelitian yang dilakukan pada 60 remaja yang terdiri dari 30 remaja yang mempunyai orang tua cerai di desa Peganden dan 30 remaja dari orang tua tidak cerai di desa Sidomukti menunjukkan bahwa ada perbedaan tentang rasa percaya diri remaja yang mempunyai orang tua cerai dengan remaja yang mempunyai orang tua tidak cerai. Remaja yang memiliki orang tua tidak cerai percaya dirinya lebih tinggi dibandingkan dengan remaja yang memiliki orang tua cerai.

Lebedour (2000: 155) meneliti di 25 universitas yang ada di 5 negara, United State, Nederland, Israel, Palestine, dan Taiwan. Dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa rasa percaya diri dipengaruhi oleh jenis kelamin dan kebudayaan. Perbedaan jenis kelamin membawa perbedaan pada rasa percaya diri. Selain itu penelitian menunjukkan bahwa kebudayaan Barat lebih memiliki rasa percaya diri daripada kebudayaan Asean.

Jhonson (1999: 55) meneliti pada 363 pelajar di 3 sekolah dasar umum dengan 174 wanita dan 189 pria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis kelamin mengakibatkan perbedaan rasa percaya diri pada pelajar.

Penelitian yang dilakukan bekerjasama dengan rumah sakit Universitas ULM ternyata anak-anak yang mempunyai kelebihan berat badan memiliki rasa percaya diri yang rendah (siaran, 2002: 2).

Syukur (2000: 52) meneliti tentang perbedaan sikap mahasiswa terhadap kepemimpinan wanita dalam poltik ditinjau dari jenis kelamin, aktivis/non aktivis dan agama. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sikap kepemimpinan wanita dalam politik antara subjek yang berstatus aktivis lebih positif dibanding subjek yang berstatus non aktivis.

Yanti (2001: 67) meneliti tentang perbedaan motif berprestasi antara mahasiswa yang aktif dan mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi intra kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam organisasi memiliki motif berprestasi yang lebih baik dibandingkan mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa yang aktif dalam organisai memiliki usaha yang lebih keras dan lebih segera dalam melaksanakan tugas-tugas yang diterima, ada usaha-usaha untuk mengungguli hasil kerja sebelumnya dan pekerjaan orang lain, memerlukan umpan balik dari hasil kerja, lebih terbuka terhadap kritik, ada usaha untuk memperbaiki diri, lebih memilih seorang yang ahli daripada teman baik, dan kemampuan untuk mengatasi masalah.

Rahman (1996: 56) meneliti tentang hubungan antara prestasi belajar pendidikan politik dengan partisipasi politik mahasiswa IKIP Malang dalam organisasi kemahasiswaan ekstra universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar pendidikan kewiraan aktivis atau pengurus organisasi kemahasiswaan ekstra universitas adalah sangat baik.

Yunaiha (2001: 47) meneliti tentang perbedaan perilaku assertif antara mahasiswa aktifis dan non–aktifis dalam organisasi kemahasiswaan di fakultas psikologi. Penelitian yang dilakukan pada mahasiswa fakultas psikologi semester IV – VIII UMM diketahui bahwa terdapat perbedaan perilaku assertif yang sangat signifikan antara mahasiswa yang aktif di organisasi (aktifis) dan mahasiswa yang tidak aktif di organisasi (non aktif). Mahasiswa yang aktif diorganisasi memilki perilaku assertif yang lebih tinggi disbanding dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi.

Khamim (2000: 41) mengadakan penelitian tentang perbedaan kepekaan sosial antara mahasiswa yang aktif dan yang tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Penelitian yang dilakukan pada mahasiswa UMM yang aktif dan yang tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan menunjukkan ada perbedaan kepekaan sosial yang sangat signifikan antara mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan dengan mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan intra kampus. Diketahui bahwa mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan intra kampus memiliki kepekaan sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak aktif.

Dari beberapa hasil penelitian yang telah dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa rasa percaya diri mempunyai hubungan dengan prestasi, motivasi belajar, perilaku konsumtif, perilaku sex, kegiatan merokok, mempermudah proses persalinan, stress pada individu, komunikasi individu dan penyesuaian sosial. Rasa percaya diri ini dipengaruhi oleh jenis kelamin, kebudayaan, wawasan dan pola pikir yang luas, perceraian orang tua serta penampilan fisik seseorang. Sedangkan mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan memilki kepekaan sosial yang tinggi, lebih berperilaku assertif, memiliki motif belajar yang bagus, berprestasi, memiliki sikap yang positif pada kepemimpinan wanita dalam politik. Berdasarkan kesimpulan ini peneliti tertarik untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan dengan rasa percaya diri.

Sabtu, 09 Juli 2011

7 Kelebihan Setan Dibandingkan Manusia

1. Pantang menyerah
Setan tidak akan pernah menyerah selama keinginannya untuk menggoda manusia belum tercapai. Sedangkan manusia banyak yang mudah menyerah dan malah sering mengeluh.

2. Selalu Berusaha
Setan akan mencari cara apapun untuk menggoda manusia dan agar tujuannya tercapai, selalu kreatif dan penuh ide. Sedangkan manusia ingin enaknya saja, banyak yang malas.

3. Konsisten
Setan dari mulai diciptakan tetap konsisten pada pekerjaanya, tak pernah mengeluh dan berputus asa. Sedangkan manusia banyak yang mengeluhkan pekerjaannya, padahal banyak manusia lain yang masih ngaggur.

4. Solider
Sesama setan tidak pernah saling menyakiti, bahkan selalu bekerjasama untuk menggoda manusia. Sedangkan manusia, jangankan peduli terhadap sesama, kebanyakan malah saling bunuh dan menyakiti.

5. Jenius
Setan itu paling pintar mencari cara agar manusia tergoda. Sedangkan manusia banyak yang tidak kreatif, bahkan banyak yang jadi peniru dan plagiat.

6. Tanpa Pamrih
Setan itu bekerja 24 Jam tanpa mengharapkan imbalan apapun. Sedangkan manusia, apapun harus dibayar.

7. Suka berteman
Setan adalah mahluk yang selalu ingin berteman, berteman agar banyak temannya di neraka kelak. Sedangkan manusia banyak yang lebih memilih mementingkan diri-sendiri dan egois.

Jumat, 08 Juli 2011

Cepat Dalam Sekejap

Ternyata tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan pacar. Buktinya, masih banyak orang yang belum punya pacar atau tidak dapat pacar alias jomblo.

Karena itulah saya pikir bahwa cara dapat pacar memang perlu dipelajari bagaimana tips dan triknya supaya bisa punya pacar atau dapat pacar. Jadi nggak jomblo lagi.

Oke, langsung saja, ini dia cara ampuh mendapatkan pacar dalam sekejap adalah sebagai berikut :

Memperluas pergaulan
Kuper, adalah salah satu penyebab kenapa seseorang jadi jomblo alias nggak punya pacar. Lingkup pergaulan yang itu-itu saja membuat seseorang sulit berkembang termasuk dalam urusan cinta. Akibatnya ya susah dapat pacar itu. Jadi, kalau kamu pengen cepat dapat pacar, langkah pertama adalah dengan memperluas pergaulan. Itu akan memudahkan kamu untuk mencari pacar.

Memperbanyak teman dan Kenalan
Semakin banyak teman kamu, semakin besar peluang kamu untuk mendapatkan pacar. Masak sih, dari sekian banyak teman kamu nggak ada yang bisa bantu kamu untuk mencari pacar atau stidaknya mengenalkan kamu ke cowok atau cewek yang sama-sama lagi jomblo..? Sungguh terlalu..!

Membuat kriteria
Buatlah daftar kriteria cowok atau cewek yang kamu incar atau kamu inginkan. Kenapa banyak orang yang suka bergaul tapi nggak juga punya pacar..? Karena kebanyakan dari mereka lupa membuat kriteria seperti apa cewek atau cowok yang diinginkannya. Dengan membuat kriteria, seseorang bisa lebih fokus.

Perhatikan penampilan
Selalu perhatikan penampilan kamu. Nggak perlu jadi cowok atau cewek cakep untuk mendapatkan pacar, kamu cuma perlu menjaga kebersihan diri aja kok. Masalah cantik atau cakep itu mah relatif. Perhatikan penampilan terutama saat mau keluar. Kenapa saat mau keluar..? Kenapa penampilan, bukankah hati lebih penting..?

Pertama, karena saat diluar rumahlah kebanyakan seseorang bertemu dengan calon pacar. Kedua, karena penampilan fisik yang pertama kali terlihat saat kita beertemu dengan seseorang. Jadi, penampilan fisik itu penting, untuk memberikan kesan yang baik.

Membuka diri
Buka baju buka celana dan tampil buka-bukaan. Bukan itu yang dimaksud membuka diri di sini, tapi membuka hati dan diri kamu buat orang-orang yang ingin mengenal kamu lebih jauh. Intinya jangan menutup diri..!


5 langkah diatas kayaknya cukup ampuh untuk mendapatkan pacar. Tinggal diimproov saja sesuai dengan keadaan kamu. Okey.., selamat mencari pacar..! Semoga sukses setelah baca bagaimana cara mendapatkan pacar.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Orang-orang Bodoh Yang Sukses

Kesuksesaan orang-orang ini bukan dalam bentuk kebanggaan status sosial atau kebanggaan sebuah seragam, dan karena itu awal karir mereka dipenuhi orang-orang yang meledek mereka ‘bodoh’.  Tapi orang-orang ini dengan sukses mengalahkan semua rintangan yang menghalangi mereka dari keberhasilan,  dan tentunya keberhasilan mereka ini diikuti dengan nominal penghasilan yang gila-gilaan! Yang oleh kebanyakan orang hanya bisa didapatkan lewat mimpi.

1) Bill Gates
bill-gatesWilliam Henry Gates III alias Bill Gates adalah orang terkaya dunia selama 13 tahun berturut-turut sejak 1995 sampai 2007. Dia adalah ketua umum perusahaan perangkat lunak Amerika Serikat, Microsoft Corp. Pada dasarnya, si Bill Gates ini memang anak yang cerdas. Gates belajar di Lakeside School, sekolah elit yang paling unggul di Seattle, dan meneruskan berkuliah di Universitas Harvard.

Lalu kenapa orang meledek dia bodoh? Karena Bill Gates gagal menyelesaikan kuliahnya di Harvard dan harus di DO alias Drop-Out. Saya ulangi.. di DROP-OUT! Tidak usah jauh-jauh lah, bayangkan saja apa kata orang tua dan orang-orang di sekitar anda bila anda harus kena DO dari kampus. Pasti banyak bunyi sumbang seperti: ‘Ah dasar memang dianya malas’, ‘Ah dasar memang dia bodoh’, ‘Ah, dasar memang dia ndak bakat jadi orang sukses’ dan lain-lain. Itu karena kebanyakan orang berkuliah bukan untuk mendapat ilmu, tapi untuk dapat titel. Bill Gates, harus mengorbankan kuliah dan kesempatannya mendapat titel untuk fokus kepada penulisan Microsoft BASIC, bahasa komputer terjemahan yang utama untuk sistem operasi komputer MS-DOS, yang akhirnya menjadi kunci pada kesuksesan Microsoft. Sekarang, jumlah kekayaan Bill Gates diperkirakan sebesar 18 trilliun dollar, yang belum juga bisa dibandingkan dengan pendapatan 20 orang pejabat korup terhormat dengan titel-titelnya yang sepanjang 10 senti.


2) Adam Khoo
adam-khooSi Adam Khoo ini adalah seorang berkebangsaan Singapura. Beda dengan Bill Gates, si Adam Khoo ini memang terkenal ‘batu’, terutama dalam hal akademis. Saking gebleknya, dia sudah dikeluarkan dari sekolah di kelas 4 SD.  Sesusah apa sih pelajaran di kelas 4 SD sampai harus  dikeluarkan?  Jadinya dia masuk ke SD terburuk di Singapura untuk terus melanjutkan sekolah. Saat pendaftaran masuk SMP, dia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, lagi-lagi dia harus masuk ke SMP terburuk di Singapura untuk melanjutkan sekolah. Dengan prestasi akademis yang kerdil ini, wajar saja dia menjadi bahan tertawaan teman-teman sejawatnya waktu itu.

Tapi kekurangaanya di dunia akademis tidak membuntukan ketajamannya di bidang bisnis. Adam Khoo memulai bisnisnya sejak umur 15 tahun. Kini dia bergerak di bidang bisnis training dan seminar. Bahkan di saat usianya baru 22 tahun, Adam Khoo sudah menjadi trainer tingkat nasional di Singapura dengan bayaran $10.000 perjam! Bayangkan saja, di umur 22 tahun saat semua orang masih disibukkan dengan ngeband, kuliah, dan mendaftarkan diri di bank-bank swasta, Adam Khoo yang dibilang bodoh sudah menghasilkan 100 juta rupiah perjam! Kini di usia 26 tahun, dia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset US$ 20 juta per tahun. Lalu bagaimana dengan teman-teman sejawatnya yang dulu meledek nilai akademis Adam? Menelan ludah! Makan tuh nilai akademis.


3) Mark Zuckerberg
Nama panjang orang ini memang bisa membuat lidah keseleo, jadi anda pasti setuju kalau saya cukup memanggilnya Mark saja. Nah, siapa si Mark ini? Anda pasti sudah akrab kan dengan situs jejaring sosial bernama Facebook tempat dimana anda berhubungan dengan kolega, atau tempat anda berusaha mencari jodoh, atau sekedar untuk memajang foto anda dengan narsisnya. Nah, Facebook adalah mesin pencetak uang bagi si Mark. Mark adalah pembuat situs Facebook dan sekarang masih menjabat sebagai CEO jejaring sosial tersebut. Mungkin anda pernah bertanya: “Kok Facebook didominasi warna biru mulu ya?” Itu karena si Mark ini ternyata buta warna hijau dan merah, dan warna terbaik yang bisa dia lihat hanya warna biru.

Lalu kenapa dia pernah dibilang bodoh? Karena si Mark nekat mengikuti jejak seniornya Bill Gates, yaitu di DO alias Drop-Out dari Harvard University. Tapi di DOnya dia bukan karena keasyikan dengan organisasi kampus atau sibuk ‘boya’ cewek-cewek junior, tapi sibuk mengembangkan situs jejaring sosial ini. Di saat teman-teman kampusnya masih sibuk dengan pertanyaan ‘Saya diterima kerja apa tidak ya?’, si Mark sudah menjadi milyarder termuda dalam sejarah, dan itu karena usahanya sendiri dan bukan karena warisan nenek moyang.


4) Thomas Alfa Edison
Kisah hidup Thomas Alfa Edison memang sangat mengharukan. Waktu kecil saya pernah meminjam buku otobiografi Thomas di sebuah perpustakaan umum, dan buku itu selalu berhasil membuat saya menangis. Karena selain kisahnya yang memang mengharukan, bukunya juga terlalu tebal hingga saya terkadang menangis karena kelelahan membaca..bleh.  Siapa yang menyangka kalau sang penemu lampu adalah seorang yang agak tuli dan hanya mengenyam pendidikan formal selama 3 bulan? Ketika berumur 4 tahun, Thomas Alfa Edison pulang ke rumah dengan membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya kemudian membaca kertas tersebut: “Tommy, anak Ibu, sangat bodoh. Kami minta Ibu mengeluarkannya dari sekolah,”

Tapi apa yang terjadi? Dengan bimbingan Ibunya, Thomas Alfa Edison dengan leluasa dapat membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri. Di usianya yang relatif muda, Thomas sudah berhasil mengukuhkan temuan-temuannya. Hingga akhir hayatnya, Thomas tercatat memegang rekor 1.093 temuan paten atas namanya. Penghasilannya dari temuan-temuan tersebut pun lebih dari cukup untuk mendirikan perusahanya sendiri. Pada tahun 1928 dia menerima penghargaan berupa sebuah medali khusus dari Kongres Amerika Serikat atas semua temuan-temuan yang telah dia patenkan. Lalu nasib si guru yang dulu mengatai Thomas bodoh lewat suratnya? Boro-boro dapat penghargaan, namanya pun tidak pernah terdengar.


5) Abraham Lincoln 
Abraham Lincoln juga adalah salah satu contoh orang yang sukses dalam meladeni kegagalannya. Bayangkan saja, beliau mengalami kegagalan demi kegagalan dalam hidupnya selama 20 tahun!

Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun1833.
Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
Gagal memenangkan kontes pembicara pada tahun 1838.
Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.

Kira-kira apa yang akan terjadi pada anda bila mengalami kegagalan demi kegagalan terus menerus selama puluhan tahun? Saya pribadi cuma punya 2 jawaban: Menyerah, atau gila. Wajar saja banyak yang menganggap dia bodoh  jika terus memaksakan dirinya berada di dunia politik. Tapi kegagalan Abraham Lincoln dalam dunia politik tidak lantas membuat dia menyerah dan membuka counter pulsa kecil (karena memang handphone saja belum ada), dia terus maju walaupun pada tahun 1836 pernah terpuruk karena kegagalan-kegagalannya. Abraham Lincoln berhasil menjadi presiden Amerika ke -16 pada tahun 1980 dan juga sebagai salah satu Presiden tersukses dalam memimpin bangsanya, menghentikan perang saudara Amerika, dan menghapuskan perbudakan.


Lalu apa yang bisa kita pelajari dari para ahli sukses di atas? Keberhasilan hanya bisa diraih dengan bertahan dari kegagalan. Dalam proses pencapaian kesuksesan, akan banyak rintangan dari luar, termasuk caci maki dari orang-orang anti-sukses disekitar anda. Tetaplah berani untuk menempuh jalan yang berbeda dari kebanyakan orang, dan tetap percaya pada potensi dan impian anda.

Membahagiakan Wanita

Terkadang kita sebagai pria tidak terlalu faham apa sebenarnya yang di inginkan wanita / pasangan kita.
Secara umum kaum pria memandang kebutuhan seorang wanita hanya dari luarnya saja, hanya sedikit pria yang benar-benar faham apa sebenarnya yang di harapkan seorang wanita,



Lalu apa sebenarnya yang di harapkan wanita dari pasangannya.????

Apakah harta kita, Kedudukan Kita, Reputasi Kita, Ataukah Seks?
Di akui atau tidak memang hal-hal yang di atas memang salah satu yang di harapkan sorang wanita,

Tapi itu bukan hal yang utama, terkadang kita lupa akan sesuatu hal yang jarang sekali kita memberikannya secara tulus.
yaitu CINTA, ya hanya cinta yang mereka harapkan,

kita lihat saja beberapa kasus yang bisa kita jadikan contoh, mungkin temen-temen pernah memperhatikan kehidupan para borzu, orang kaya, sellebriti, atau sejenisnya yang gaya hidupnya super sibuk, waktunya tersita oleh karirnya, jangankan waktu untuk orang lain, bahkan waktu untuk mengurusi dirinya sendiri saja mereka sudah jarang mendapatkannya.

Jika kita perhatikan secara kasat mata apa sih yang kurang dari mereka, harta, kedudukan, jabatan telah mereka miliki.

Sepintas wanita mana yang tidak tertarik dengan pria dengan kriteria seperti itu,
sangat mudah bagi mereka untuk mendapatkan seorang pasangan,

tapi mengapa perceraian juga sering terjadi di kalangan orang sepeerti itu?
saya yakin jawabannya sangat sederhana, karena di dalam kehiduupan mereka sangat miskin akan Cinta.

Mungkin gemerlapnya harta bisa wanita dapatkan dari pria yang mempunyai kriteria seperti itu, namun untuk kebahagiaan batin saya yakin TIDAK.

Kesimpulan dari artikel ini bukan ingin membahas kaum kaya atau sejenisnya, namun hanya ingin mengingatkan, jika memang sahabat-sahabat sekalian mengharapkan pasangan kita bahagia, Maka berikanlah Cinta pada pasangan kita, Berikanlah sedikit waktu untuk isteri / pasangan kita untuk dia merasakan kenyamanan dan perlindungan dari kita.

Jika hal itu terpenuhi, saya yakin keharmonisan akan selalu hadir di sela-sela kehidupan rumah tangga kita.

Harta, kedudukan, atau jabatan kita pada hakikatnya bukanlah hal utama yang para wanita cari.

Jadi Tetaplah Semangat, tetap semangat untuk terus menabur benih-benih cinta untuk orang yang kita cintai.

Kamis, 07 Juli 2011

Tidak Perlu Menunggu

Ini sebuah kisah nyata: ada dua orang wanita yang tinggal serumah. Keduanya selalu menyisihkan sebagian harta yang dititipkan Allah pada mereka dengan cara berinfak. Hal ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk dibicarakan. Tetapi tunggu, ulama tersebut melanjutkan kisahnya.

Siapakah kedua wanita yang tinggal dalam satu atap itu? Mereka bukanlah anak dan ibu atau kakak beradik. Lalu, siapakah gerangan mereka? Keduanya tak lain adalah seorang majikan dan pembantunya.

Tanpa diketahui oleh masing-masing, sang pembantu selalu menyisihkan rezeki yang diperoleh setiap kali menerima gaji, demikian pula dengan sang majikan. Secara logika kita pastinya berfikir bahwa penghasilan sang majikan lebih besar dari sang pembantu, maka infaknya pun tentu akan lebih besar. Sang pembantu, berapalah ia mampu infakkan, apalagi harus berbagi dengan kebutuhan hidup dan biaya pendidikan anak-anaknya.

Namun, Allah mempunyai matematika lain. Dengan gaji tak seberapa plus dipotong infak, ia hidup cukup. Anak-anaknya bersekolah sampai jenjang tertinggi.

Tentu saja bagi orang beriman yang mengakui bahwa hanya Allah yang berkuasa memberi rezeki, tak kan pernah heran atau terlontar tanya seperti demikian. Karena sudah jelas tercantum firman-Nya dalam Alquran:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261).

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka, dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.” (QS Al-Hadid: 18)

Demikianlah, Allah telah banyak menunjukkan salah satu contoh kekuasaan-Nya melalui kisah serupa. Sebagai sebuah pelajaran supaya cukuplah Allah tempat kita menyandarkan keyakinan sepenuhnya atas rezeki yang diberikan-Nya. Di samping itu kita tidak perlu merasa khawatir untuk bersedekah atau menginfakkan sebagian rezeki yang Allah titipkan tersebut karena janji Allah pastilah benar adanya. Kita pun tak perlu menunggu menjadi orang kaya untuk berbagi rezeki demi mendapatkan kemuliaan di hadapan-Nya.

“.... Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(QS Al Hujuraat [49]:13)

Pengertian Bisnis Yang Salah

Jujurkah Anda bahwa Anda mempunyai pengertian Bisnis yang sangat minim...? dan jujurkah Anda bahwa Anda tidak pernah mengakui semua itu...?. Jujurkah anda bahwa anda punya banyak kesulitan tentang menjalankan Bisnis Anda..? sebenarnya Anda ingin seseorang membantu Anda..?. Kalau semua pertanyaan tersebut menyatakan YA,.... maka anda perlu banyak belajar untuk memotivasi diri anda.
Anda harus banyak belajar dari orang - orang yang telah sukses Bisnis , seorang yang telah lihai menjalankan Bisnisnya dan sudah banyak pengalaman pun masih tidak terlepas dari masukan para pakar Bisnis atau menthor, karena terkadang kemampuan Anda mempunyai keterbatasan.  Bagaimana caranya untuk mendapatkan masukan - masukan tersebut? ada bidang yang hanya bertugas meng-couching para pemilik bisnis yang maksudnya meluruskan dan melancarkan permasalahan yang terjadi pada Bisnis mereka...wah kalau Anda mengikuti program ini saya kira cukup mahal biayanya,.. namun demi usaha Anda relakan saja dengan biaya...
Ada lagi yang lebih ringan ,..Anda membeli buku - buku bimbingan yang sekarang banyak sekali di jual tentang Bisnis, atau Anda bisa juga dapat informasi melalui Internet. Untuk meningkatkan produk inovasi dan motivasi Anda, memang harus Anda  lakukan seperti itu , karena terkadang pemikiran kita tidak sesuai dengan pengertian bisnis yang selama ini Anda jalankan
Pentingnya informasi tersebut untuk kesuksesan bisnis Anda dan meningkatkan motivasi anda , anda harus banyak belajar  menggali potensi pada orang - orang yang rela membantu anda memberikan ilmu dan ke-ahliannya melalui buku - buku Bisnis yang berbobot, dan anda bisa juga mengunjungi Internet, searching ke Google.com, yahoo.com dan banyak lagi search engine lainnya. setelah itu anda bisa browser langsung ke-situs - situs  sesuai dengan permasalahan dalam bisnis Anda.

Minggu, 03 Juli 2011

Bentuk Interaksi Sosial

Kerja sama
Kerja sama ialah suatu bentuk interaksi sosial dimana orangorang atau kelompok-kelompok bekerja sama Bantumembantu untuk mencapai tujuan bersama. Misal, gotongroyong membersihkan halaman sekolah.

Persaingan
Persaingan adalah suatu bentuk interaksi sosial dimana orangorang atau kelompok- kelompok berlomba meraih tujuan yang sama.

Pertentangan.
Pertentangan adalah bentuk interaksi sosial yang berupa perjuangan yang langsung dan sadar antara orang dengan orang atau kelompok dengan kelompok untuk mencapai tujuan yang sama.

Persesuaian
Persesuaian ialah proses penyesuaian dimana orang- orang atau kelompok- kelompok yang sedang bertentangan bersepakat untuk menyudahi pertentangan tersebut atau setuju untuk mencegah pertentangan yang berlarut- larut dengan melakukan interaksi damai baik bersifat sementara maupun bersifat kekal.

Selain itu akomodasi juga mempunyai arti yang lebih luas yaitu, penyesuaian antara orang yang satu dengan orang yang lain, antara seseorang dengan kelompok, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.

Perpaduan
Perpaduan adalah suatu proses sosial dalam taraf kelanjutan, yang ditandai dengan usaha-usaha mengurangi perbedaan yang terdapat di antara individu atau kelompok. Dan juga merupakan usaha- usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama.