Rabu, 05 Oktober 2011

Cyberoam Pengaman Jaringan

Walaupun KEMKOMINFO sedang berjuang untuk memblokir situs porno di Internet Indonesia, tampaknya lubang untuk menuju situs porno  masih menganga amat sangat lebar sekali. Kalau tidak percaya coba aja akses Internet anda dan coba akses situs tidak baik tersebut :) ..

Bayangkan sebuah kantor, sekolah, usaha kecil yang ingin memberikan akses Internet bagi karyawannya, di jamin halal pusing kepala karena tidak ada jaminan bahwa semua situs porno sudah terblokir. Belum lagi situs lainnya, seperti, situs judi, kekerasan, software bajakan, film, lagu, game dll yang bagi sebagian besar pengelola Internet di kantor merupakan hal yang tidak produktif.

Bagi kita yang membuka usaha restoran, cafe, hotel, ruang meeting sering kali akan lebih menguntungkan jika kita dapat memberikan layanan HotSpot bahkan kalau bisa gratis. Tentunya akan lebih baik jika semua pengguna merasakan akses yang cepat walau dipakai bersamaan.

Agar pengguna dapat merasakan akses yang cepat walau dipakai secara bersamaan, kita perlu sekali melakukan manajemen sambungan Internet agar hanya hal-hal yang positif yang bermanfaat saja yang dapat dilakukan melalui jaringan yang ada. Kita biasanya akan sangat ingin memblokir semua virus, spam, akses situs porno, membatasi download.

Yang membuat agak pelik, kebutuhan masing-masing pengguna, tamu, teknisi, manajer, bos / yang punya kantor biasanya akan berbeda satu sama lain, Biasanya tamu akan diberi bandwidth paling kecil. Sementara teknisi biasanya membutuhkan bandwidth yang lebih besar daripada pengguna biasa. Di samping itu, biasanya bos / yang punya kantor akan sangat ingin mengetahui. Apa saja yang terjadi di jaringan. Siapa saja yang suka mengakses situs yang tidak baik. Siapa saja yang suka menerima e-mail spam dan masih banyak lagi.

Solusi Appliance vs. Solusi Gratisan
Memang terus terang, ada banyak solusi gratisan yang tersebar di Internet dalam bentuk .iso / file CDROM yang dapat di install ke sebuah PC untuk kemudian di dedikasikan untuk menjalankan server kecil yang menjadi perantara jaringan LAN ke jaringan Internet. Solusi gratisan tersebut antara lain adalah smoothwall, ipcop, ebox dll. Bagi kita yang sedang ujicoba tidak ada salahnya untuk mencoba solusi gratisan ini.

Satu hal yang akan sangat terasa dari solusi gratisan ini adalah masalah (1) pelaporan yang tidak bisa komprehensif dan berbasis pada perilaku per pengguna / per user (2) solusi yang diberikan biasanya harus diberlakukan pada satu group agak sulit untuk memberlakukan sebuah aturan secara perorangan dan berbeda-beda satu sama lain. Bagi kita yang mempunyai banyak waktu tentunya bisa saja melakukan hal ini menggunakan solusi gratisan tapi butuh meluangkan cukup banyak untuk melakukan coding / pemrogramman ulang banyak konfigurasi software yang ada.

Bagi kita yang tidak mau pusing, tapi membutuhkan solusi yang gampang untuk di operasikan dengan harga yang tidak berbeda jauh dari sebuah komputer. Tampaknya solusi menggunakan appliance Cyberoam ini lumayan enak tanpa perlu pusing masalah instalasi alat dll. Konfigurasinya relatif gampang dan bisa langsung operasional dan langsung memblokir situs yang tidak baik.

High Light
Ada beberapa hal yang tampaknya sangat menarik dari Cyberoam, antara lain :
  • Laporan yang sangat komprehensif. Siap mengakses apa, Web yang tidak baik yang di akses, kata kunci yang digunakan di search engine, siapa spammer, siapa penyebar virus dll sangat lengkap sekali. Ini menjadikan sangat menarik untuk laporan di kantor, siapa yang suka membuat perkara di jaringan :) ..
  • Sangat mudah sekali pengoperasiannya. Untuk dapat beroperasi dengan baik sangat di bantu oleh Wizard yang sangat menyederhanakan semua konfigurasi.
  • Anti Spam, Anti Virus, Web Filter ke hal-hal yang tidak baik langsung beroperasi tanpa perlu pusing kepala. Semua traffic e-mail dapat di scan secara automatis apakah mengandung virus atau spam.
  • Deteksi serangan di jaringan pun berjalan tanpa perlu pusing. Kita juga dapat menset secara autmatis untuk memutuskan sambungan ke si penyerang jika kita inginkan.
  • Kita dapat membuat banyak sekali user tanpa batasan. Kita dapat mengatur masing-masing user, quota akses, bandwidth yang di peroleh, apa saja yang bisa di akses bisa berbeda satu sama lain.
  • Kita dapat memperoleh laporan dengan mudah tentang berbagai hal yang penting di jaringan. Seperti Virus apa saja yang beredar, web yang di akses, kata kunci yang digunakan di Google / Yahoo / Bing.
  • Bagi mereka yang ingin menghitung keuntungan yang di peroleh dengan menggunakan Cyberoam dapat menggunakan Web http://www.cyberoam.com/cyberoam/servlet/Roi
High Light: Tingkat Advanced
  • Cyberoam dapat dengan mudah mendeteksi modem USB 3G & bisa dibuat supaya menjadi sambungan alternatif ke Internet.
  • Ke empat (4) port LAN Cyberoam semua bisa programmable dan bisa dibuat menjadi sambungan WAN semua. Jadi bukan mustahil kita bisa melakukan load balancing terhadap 3 LAN port dan 1 Wireless USB WAN port sekaligus.
Terus terang Cyberoam walaupun berasal dari software open source, tapi untuk dapat mencapai apa yang ada di Cyberoam saat ini bukan merupakan pekerjaan yang gampang. Pasti para pengembang Cyberoam telah meluangkan banyak waktu untuk mengembangkan Cyberoam menjadi sebaik saat ini.

Membuat Cloud Computing Sendiri

Mungkin belakangan ini pembaca mulai banyak mendengar istilah “cloud computing”. Tentunya kalau objektifnya membeli software & hardware untuk Cloud Computing secara profesional akan lumayan mahal bagi Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia.

Pada masa lalu, biasanya kita akan membuat sebuah server dari satu buah PC yang di instalasi software server yang kita butuhkan. Untuk beban yang besar, kita biasanya akan mempersiapkan spek server yang baik misalnya menggunakan processor Xeon 8 core dengan memory belasan Gbyte.

Dengan semakin baiknya kemampuan processor, kadang kala kita merasa kapasitas processor terlalu besar. Untuk memanfaatkan kapasitas berlebih yang ada mulailah di kembangkan teknik-teknik virtualisasi. Di dunia open source, kita mengenal beberapa aplikasi virtualisasi seperti libvirt atau virtualbox.

Dengan semakin besarnya kebutuhan untuk memberikan layanan, terutama akan sangat terasa pada perusahaan yang besar, ISP, layanan hosting, akan sangat pusing jika disain layanan di batasi oleh hardware sebuah PC saja. Akan sangat bermanfaat jika kita dapat menambahkan kapasitas tanpa perlu pusing menambahkan hardware ke sistem yang sedang berjalan. Kalau bisa perlu pusing, cukup install sebuah software / sistem operasi di komputer yang di masukan ke jaringan. Secara instan akan menambah kapasitas processor, memory maupun harddisk yang di perlukan secara automatis. Pernah terpikir kita bisa mempunyai server dengan kekuatan Xeon 80 core, memory ratusan Gbyte, harddisk Petta byte?? Gilanya, user dapat melihat-nya sebagai satu buah server saja tanpa tahu bahwa itu di bangun dari banyak server yang tersambung ke sebuah cloud.

Dulu hal ini tampaknya sangat abstrak sekali, pada hari ini tampaknya kita mulai melihat realisasi yang menarik tentang ini. Kunci utama-nya adalah Ubuntu Enterprise Cloud (UEC) yang dapat di download gratis dari http://www.ubuntu.com/server/get-ubuntu/download. UEC merupakan salah satu jenis Ubuntu Server yang menjalankan aplikasi eucalyptus yang di rancang untuk mengontrol infratruktur server cloud.

Untuk experimen Private Cloud Server, kita membutuhkan paling tidak dua (2) buah Server. Satu berfungsi sebagai Clould Controller yang lain berfungsi sebagai Node Controller. Kita dapat menambahkan Noce Controller dengan mudah jika dibutuhkan tambahan kapasitas.

Detail proses instalasi & experimen Cloud bisa di lihat di  http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Ubuntu_Enterprise_Cloud terutama di bagian Ubuntu Enterprise Cloud: Eucalyptus Beginner’s Guide yang sedang saya tulis.

Minimum konfigurasi server yang digunakan adalah

Processor, Multicore, 1GHz
Processor mempunyai kemampuan Virtualization Technology (VT).
Memory 1Gbyte
Harddisk 40Gbyte

Secara umum proses instalasi pada Cloud Controller tidak banyak dan hampir semua automatis, yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

Boot server menggunakan CD Ubuntu Server 10.04. Pada menu boot grafis, pilih “Install Ubuntu Enterprise Cloud” dan lanjutkan dengan langkah dasar instalasi.
Proses instalasi hanya mengijinkan kita untuk mengkonfigurasi IP address untuk salah satu interface saja. Lakukan itu untuk eth0.
Kita perlu memilih beberapa pilihan untuk UEC pada saat proses instalasi:

Cloud Controller Address – Kosongkan ini, karena server1 adalah Cloud Controller pada setup ini.
Cloud Installation Mode – Pilih ‘Cloud controller’, ‘Walrus storage service’, ‘Cluster controller’ dan ‘Storage controller’.
Network interface untuk komunikasi dengan nodes – eth1
Eucalyptus cluster name, misalnya, myueccluster
Eucalyptus IP range, misalnya, 192.168.10.200-192.168.10.220

Secara umum proses instalasi pada Node Controller tidak banyak dan hampir semua automatis, yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

Boot Server menggunakan CD Ubuntu Server 10.04 CD. Pada menu grafis, pilih “Install Ubuntu Enterprise Cloud” dan lanjutkan dengan langkah instalasi dasar.
Instalasi hanya mengijinkan kita utuk menset IP address untuk satu interface. Lakukan untuk eth0 dan set agar IP address-nya adalah 192.168.20.2
Anda akan membutuhkan beberapa konfigurasi untuk UEC pada saat proses instalasi. Kita dapat mengabaikan banyak konfigurasi lainnya, kecuali yang berikut:
Cloud Controller Address – 192.168.20.1
Cloud Installation Mode – pilih ‘Node Controller’
Gateway – 192.168.20.1 ( IP address CC )
Masih ada beberapa langkah lagi yang perlu dilakukan yaitu membuat image sistem operasi untuk server pelanggan, memasukan image tersebut ke cloud dan mengaktifkan image dalam cloud secara virtual. Hal ini bisa dilakukan menggunakan interface web atau menggunaka command line interface.

Belajar Sambil Bermain Dengan Komputer

Sering kali kita termenjadi tidak kreatif dan mengajarkan anak-anak untuk menggunakan komputer seperti orang dewasa. Banyak sekolah dasar di Indonesia mengajarkan komputer untuk anak-anak untuk keperluan mengetik, membuat presentasi, menghitung menggunakan spreadsheet yang sebetulnya tidak cocok untuk anak-anak.

Dunia komputer jauh lebih luas daripada sekedar mengetik, membuat presentasi dan menghitung spreadsheet. Pada kesempatan ini akan di jelaskan khususnya untuk sistem operasi Linux, karena memang jauh lebih banyak aplikasi pendidikan yang menarik dan bebas / gratis di Linux di bandingkan di sistem operasi Windows.
Cara Belajar Sambil Bermain
Pengalaman saya dalam belajar sambil bermain. Di awal proses belajar tersebut tampaknya anak tidak mungkin kita lepas sendiri karena kemungkinan tidak tahu arah kemana harus mencari atau menggunakan aplikasi pendidikan.

Sangat di sarankan bahwa anak-anak terutama untuk pra-sekolah dan TK di dampingi oleh guru atau orang tua dalam proses belajar tersebut. Tapi untuk SD, mungkin ada baiknya dibuat suasana kompetisi atau kerjasama kelompok dalam belajar sambil bermain komputer tersebut karena memang software yang ada sangat memungkinkan hal ini terjadi.

Aplikasi Belajar Sambil Bermain
Konsep yang di kembangkan mungkin lebih cocok di sebut belajar sambil bermain. Aplikasi belajar perlu di tambahkan ke Ubuntu yang normal, karena Ubuntu yang normal biasanya belum di instalasi aplikasi untuk belajar ini. Bagi anda yang menggunakan Sabily, yang merupakan turunan Ubuntu, maka anda cukup beruntung karena Sabily sudah menambahkan beberapa aplikasi untuk pendidikan ini ke dalam desktop. Detail tentang cara menambahkan aplikasi pendidikan di Ubuntu akan di jelaskan sesudah ini.

Kumpulan aplikasi pendidikan pada dasarnya dapat di akses melalui dua menu, yaitu :
  • Applications → Education
  • Applications → Games
Sebagian besar memang adanya di Education. Tampak pada gambar adalah menu aplikasi pendidikan yang ada di menu Education.

Aplikasi pendidikan yang ada pada menu Games memang tidak sebanyak pada menu Education karena memang lebih banyak Games di situ. Salah satu Games pendidikan yang mungkin akan menarik untuk di lirik adalah:
  • Tux Math
  • Tux Typing
Walaupun bentuknya game, tapi menarik untuk digunakan untuk pendidikan.

Contoh Software Pendidikan untuk Pra-Sekolah & TK
Salah satu aplikasi paling klasik untuk pendidikan pra-sekolah adalah Tux Paint. Tux Paint pada dasarnya adalah aplikasi untuk menggambar. Bedanya dengan Paint Brush di Windows, Tux Paint sudah di lengkapi dengan banyak fasilitas yang membuat menggambar menjadi sangat menyenangkan. Salah satu yang mungkin akan membuat anak-anak menjadi suka adalah fasilitas Stamp. Menggunakan fasilitas Stamp Tux Paint menyediakan gambar-gambar yang sudah jadi, tentang Hewan, topi, pesawat dan banyak lagi. Yang menariknya lagi, pada saat anak mengklik salah satu gambar hewan tersebut maka Tux Paint akan mengeluarkan bunyi suara hewan yang di maksud. Jadi anak-anak menjadi tahu bentuk, gambar dan suara hewan tersebut.

Cara menggunakan Tux Paint sangat mudah sekali, mungkin yang perlu di arahkan adalah kreatifitas anak dalam berkarya menggambarkan dan memvisualisasikan apa yang ada di benak mereka dalam bentuk gambar-gambar.

Contoh Software Pendidikan untuk SD
Tux Math barangkali software paling klasik untuk pelajaran matematika di SD. Berbeda dengan proses belajar yang lain yang lebih banyak berupa latihan (drill). Tux Math berbentuk game, anak-anak akan di ajak untuk berlomba-lomba menjawab / mengisi angka dari pertanyaan matematika. Jika gagal beberapa kali menjawab pertanyaan maka “meteor” yang berisi pertanyaan akan menghancurkan Iglo tempat Pinguin mengamankan diri dan akhirnya akan hancur. Mereka yang dapat secara cepat menjawab pertanyaan akan memperoleh skor yang paling tinggi dan jadi pemenang.

Game seperti ini akan menjadi menarik karena di suasana kompetisi sangat terasa. Ada beberapa tingkat kesulitan yang di tawarkan oleh Tux Math, mulai dari yang sangat sederhana seperti tambah kurang, hingga tingkat yang lebih rumit seperti kali bagi hingga jawaban minus.

Untuk menambah tegang suasana Tux Math juga mengeluarkan suara / musik yang akan terasa jika komputer di sambungkan ke Speaker.
Kumpulan software aplikasi yang tidak kalah menarik bagi anak-anak SD adalah Gcompris yang berisi sangat banyak game untuk mendidik anak. Game yang ada membantu akan dalam berhitung, membaca dan aktifitas motorik anak, mengenali keyboard, mengenali mouse dan masih banyak lagi. Sambil bermain. Bahkan anak saya sampai kelas 3 SD sangat suka dengan game ini.


Contoh Software Pendidikan untuk SMP
Untuk SMP dan juga untuk SD, barangkali Marble akan menjadi sangat menarik. Marble adalah aplikasi yang menggambarkan Bola Dunia. Kita dapat berjalan-kalan di bola dunia dan mencari tempat-tempat yang menarik.

Marble mempunyai fasilitas untuk memutar Bola Dunia, men-Zoom supaya lebih jelas dan masih banyak lagi. Dengan demikian kita dapat melihat posisi tempat dengan lebih detail.
Jika tersambung komputer yang kita gunakan tersambung ke Internet, Marble mempunyai fasilitas yang lebih lengkap untuk memperoleh informasi tentang tempat yang kita inginkan. Dalam contoh di perlihatkan informasi tentang Kota Bandung yang di peroleh Marble dari Wikipedia.

Contoh software pendidikan lain yang tidak kalah menarik untuk tingkat SMP adalah Kstar atau Stellarium. Kedua software ini lebih di fokuskan pada dunia astronomi / bintang.

Yang menarik dari software Kstar, jika komputer yang kita gunakan tersambung ke Internet dengan kecepatan tinggi, maka kita dapat mencari gambar-gambar bintang, bulan dan planet yang ada di tata surya dari hasil jepretan kamera milik NASA atau observatorium yang di dunia.

Tampak pada gambar adalah foto dari Crab Nebula yang di ambil oleh Hubble Space Telescope yang di operasikan oleh STScl untuk NASA. Gambar ini di ambil menggunakan Kstar yang tersambung ke Internet. Kita pada dasarnya dapat dengan mudah mengambil banyak sekali gambar-gambar bintang yang mungkin tidak kita kenali di pelajaran sekolah yang normal.
Disini kita bisa banyak belajar tentang kebesaran Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya.














Contoh Software Pendidikan untuk SMA
Untuk tingkat SMA jika di gali akan sangat banyak software yang akan membantu pendidikan di SMA. Salah satu yang mungkin akan memecahkan momok pelajaran SMA adalah tabel periodik pelajaran Kimia. Software aplikasi Kalsium akan sangat membantu dalam memecahkan masalah tersebut.

Di Kalium pun terdapat fasilitas untuk memecahkan persamaan Kimia sehingga dengan mudah kita dapat mengetahui apa yang harusnya terjadi.

Salah satu yang menarik adalah jika kita mengganti legenda / skema dari kalsium agar di perlihatkan aplikasi masing-masing unsur kimia di kehidupan sehari-hari seperti tampak pada gambar.


OpenOffice vs MSOffice

Pada masa lalu, kita mungkin banyak terpaku pada pilihan hanya Microsoft Office saja. Tapi beberapa tahun belakangan, kita mempunyai pilihan menggunakan OpenOffice.org. Perlukah kita lirik OpenOffice.org? Mana yang lebih baik untuk user anda atau organisasi anda? Apa perbedaan diantara keduanya?

Dalam artikel singkat ini akan dicoba di bandingkan antara MSOffice dan OpenOffice.org secara umum. Memang kita tidak bisa membandingkan secara penuh, karena ada beberapa perbedaan yang mengharuskan kita menggunakan software open source lainnya terutama untuk Agenda / kalender / e-mail.

Word Processor, berlaku untuk MSWord vs OpenOffice Writer.
Spreadsheet, berlaku untuk Excel vs. OpenOffice Calc.
Email dan Calender, kita akan menggunakan Outlook vs. Mozilla Thunderbird dan Sunbird. OpenOffice.org tampaknya tidak mengeluarkan email dan kalender.
Database, berlaku untuk Access vs. OpenOffice base.
Presentasi, Power Point vs. OpenOffice Impress.

Beberapa software pendukung yang mungkin agak berbeda dalam konteks ini antara lain adalah,

Microsoft Visio vs. OpenOffice Draw atau Dia. Dia adalah software open source non-OpenOffice.

Secara Umum
Sebetulnya secara umum tidak ada beda yang terlalu menyolok antara OpenOffice dan Microsoft Office. Bahkan secara fungsi tidak berbeda terlalu jauh. Akan tetapi, secara filosofis, perbedaan-nya sangat menyolok antara OpenOffice vs. Microsoft Office bagaikan bumi dan langit. Yang satu berorientasi pada keuntungan komersial, sementara yang lain dibuat oleh komunitas egaliter yang suka menolong sesama.

Hal yang mungkin akan berat bagi bangsa Indonesia adalah harga. Kita harus membayar US$300-400 untuk memperoleh software office yang legal. Bayangkan kalau ada jutaan komputer di Indonesia harus menggunakan software legal, berapa uang yang harus kita setorkan ke Microsoft? Hal ini sangat berbeda dengan solusi open source.

Beberapa keuntungan yang akan di peroleh dengan menggunakan software aplikasi open source, seperti,

Aplikasi open source kadang kala bisa di peroleh secara gratis / bebas. OpenOffice dan Mozilla biasanya dapat di peroleh secara bebas / free.
Update aplikasi open source juga free.
Open Souce code selalu free. Kita dapat memperoleh isi source code program open source dan mempelajari program tersebut bahkan memodifikasinya. Microsoft sama sekali tidak membuka source codenya.
Software komerial biasanya ada perusahaan di belakangnya. Microsoft menggantungkan diri pada penjualan Office maupun produk lainnya untuk memperoleh keuntungan maupun dukungan bagi pembeli. Pada OpenOffice terdapat hubungan formal dengan Sun Microsystem.
Open Source code beyond perusahaan. Source code open source yang terbuka memungkinkan open source bergerak melebihi batas-batas perusahaan. Souce code yang baik, seperti, OpenOffice akan langgeng dan terus berkembang walaupun perusahaan di belakangnya akan berganti.
Open Source cenderung untuk menggunakan standard terbuka yang disetujui oleh banyak kalangan. Format yang digunakan di sebut Open Document File (ODF). Walaupun demikian, Openoffice.org dapat membaca & menulis dengan format .doc atau .xls.

System Yang Didukung
Baik MSOffice maupun OpenOffice pada dasarnya dapat dijalankan di berbagai komputer. OpenOffice di laporkan agak lambat jika harus membuka dokumen yang kompleks yang menggunakan format Microsoft. Tapi dengan arsitektur komputer yang kita gunakan beberapa tahun belakangan, perbedaan ini tidak terlalu terasa.

OpenOffice mendukung komputer lawas lebih baik di bandingkan dengan versi terakhir MSOffice. OpenOffice bahkan dapat di operasikan di komputer tua yang menggunakan Windows 98. Tentunya saja, jika kita menggunakan Linux seperti Xubuntu akan sangat effisien untuk di operasikan di komputer lawas dan tentunya OpenOffice di atasnya. Kombinasi Linux dan OpenOffice memungkinkan kita untuk menggunakan infrastruktur komputer lawas hingga komputer terbaru tanpa masalah.

Catatan yang menarik dari OpenOffice.org, Thunderbird, dan Sunbird semua tersedia sebagai aplikasi portabel, sedang MSOffice 2003 tidak tersedia sebagai aplikasi portabel. Untuk beberapa orang, ternyata lebih suka membawa aplikasi office yang portabel di USB drive atau portabel harddisk.  Hal ini akan sulit bagi mereka yang menggunaka MSOffice.

Penggunaan, Training dan Dukungan

Terus terang, bagi anda yang terbiasa menggunakan Word dan Excel akan di jamin nyaman dengan OpenOffice Writer atau Calc. Apalagi OpenOffice versi 3.1, sudah sangat user friendly sangat dekat sekali dengan MSOffice. Bahkan sintaks untuk rumus di Calc sama dengan Excel sehingga mereka yang terbiasa menggunakan Excel akan dengan mudah beradaptasi ke Calc.

Untuk menu yang lebih advance, seperti template dll ada kecenderungan untuk berbeda antara OpenOffice.org dengan MSOffice. Jadi bagi mereka yang terbiasa menggunakan template / layout bawaan software mungkin perlu mengatur ulang dokumen-nya agar sesuai.

Untuk Thunderbird & Sunbird memang tidak 100% sama dengan OutLook. Tapi cukup lumayanlah untuk dapat menggantkan Outlook. Biasanya mungkin yang akan kerepotan adalah untuk sinkronisasi kalender ke handphone. Kebanyakan vendor handphone lebih suka mensinkronisasi ke Outlook. Lain daripada itu, Thunderbird & Sunbird sangat mudah & enak untuk digunakan menggantikan Outlook.

Perlu di catat disini bahwa harga Thunderbird & Sunbird yang praktis gratis menjadikan-nya jauh lebih menarik untuk digunakan dibandingkan dengan Outlook.

Sharing Dokumen
Pada dasarnya, baik MSOffice dan OpenOffice.org akan dapat dengan mudah untuk membaca dokumen / file untuk satu sama lain. MSOffice memang menggunakan format de facto .doc untuk Word atau .xls untuk Excel. OpenOffice.org menggunakan format Open Documen secara default walaupun tetap dapat membaca format .doc dan .xls.

OpenOffice tampaknya banyak melakukan pengembangan untuk menjamin agar dapat membaca dan menulis ke file yang dibuat menggunakan MSOffice.

Keamanan
MSOffice, OpenOffice.org, Firebird dan Thunderbird pada dasarnya relatif aman terutama jika kita mengikuti prosedur standard, seperti, menginstall antivirus, firewall dll. Hal tersebut akan sangat dibutuhkan jika anda menggunakan sistem operasi Windows. Tentunya anda tidak perlu sampai sedemikian ketat jika kita menggunakan sistem operasi Linux yang memang relatif “bebas” dari serangan virus.

Masa Datang
Hal paling penting yang perlu kita perhitungkan untuk masa datang adalah komitmen berbagai perusahaan besar yang mengembangkan software dimaksyd. Jelas memang Microsoft pasti akan berjuang untuk tetap bertahan. Tapi OpenOffice.org, tampaknya akan semakin berkibar dengan dukungan dari SunMicrosystem maupun Google. Yang tidak kalah menarik, Mozilla si pembuat Thunderbird dan Sunbird tampaknya juga tidak ragu-ragu untuk menuangkan puluhan juta dollar ke proyeknya.

Dengan komitmen yang demikian tinggi, tampaknya cukup jelas bahwa baik MSOffice, OpenOffice.org, Thunderbird dan Sunbird akan terus langgeng untuk dapat digunakan dimasa datang.

Melihat Lebih Dekat
Untuk melihat dari dekat mungkin akan sangat sulit sekali karena pada dasarnya berbagai aplikasi ini sangat mirip satu sama lain. Jadi perbedaan yang ada kemungkinan akan sangat sedikit sekali, beberapa yang ada adalah,

Word Processor
Beberapa cuplikan fitur MSWord yang tidak di nikmati oleh Writer:
  • Grammer checker. Walaupun sebetulnya Writer mempunyai fasilitas plug-in dimana kita dapat memasukan LanguageTool, proyek open source indepeden lainya, sebagai grammer checker.
  • Word Marco. Writer tidak mendukung Word Marco, mungkin karena terlalu riskan karena ini merupakan sumber virus.
  • Animated Text. Word dapat membuat animasi text.
Fitur Writer yang tidak dinikmati oleh MSWord.
  • Membuat file PDF.
  • Kesederhanaan.
  • Membuat HTML untuk Web.
  • Writer Macro. Writer mempunyai Macro sendiri yang mempunyai struktur pohon.
  • Penggunaan Find-and-Replace.
  • Besar File. Besar file ODT yang dibuat menggunakan Writer biasanya lebih kecil daripada Word.
Spreadsheet
Fitur Excel yang tidak dinikmati Calc.
  • Hampir tidak ada. Memang ada laporan bahwa Calc kadang kala tidak berhasil membuat grafik yang persis sama dengan grafik yang dibuat oleh Excel.
Fitur Calc yang tidak dinikmati oleh Excel.
  • Membuat PDF.
  • Interface yang lebih sederhana.
E-Mail Client

Fitur Outlook yang tidak dinikmati oleh Thunderbird
  • Integrasi ke Calender.
  • Cek Spelling & Grammer.
Fitur Thunderbird yang tidak dinikmati oleh Outlook
  • Keyword search.
  • RSS Support.
  • Plain text mail.
Kalender.

Fitur Outlook yang tidak dinikmati oleh Sunbird
  • Sharing Kalender. Memang agak rumit proses-nya karena harus mengkonfigurasi Microsoft Exchange.
  • Integrasi ke Plam Pilot.
Fitur Sunbird yang tidak dinikmati Outlook
  • Mendukung iCal. Format iCal adalah format kalender yang dapat digunakan untuk sharing. Termasuk ke Google Calender dll.
Melihat sedemikian banyak keuntungan yang dapat di peroleh dari solusi open source yang tidak berbeda terlalu jauh dengan Microsoft. Sebetulnya saat ini mungkin akan jauh lebih baik menggunakan solusi open source daripada Micrsoft Office yang harganya mendekati US$300-400.