Selasa, 04 Oktober 2011

Ilmu Pengetahuan Tidak Ada Harganya

Berapa harga ilmu pengetahuan? Hmm mari kita berhitung. Kebanyakan orang masih berfikir bahwa satu-satunya cara untuk memperoleh “ilmu pengetahuan” adalah dengan masuk ke jenjang sekolah secara formal & memperoleh ijazah untuk modal kerja di kemudian hari. Dengan berdasarkan pada pola berfikir demikian maka perhitungannya menjadi sederhana biaya SD-SMP-SMU rata-rata SPP Rp. 50.000 / bulan x 12 bulan x 12 tahun = Rp. 7.200.000,- untuk seorang anak sampai SMU. Cukup lumayan mahal walaupun masih agak banyak keluarga di Indonesia yang agak mampu untuk membayari-nya.

Bagaimana dengan perguruan tinggi? Saat ini di dominasi oleh PTS yang jumlahnya sekitar 1300-an dibanding PTN yang mungkin hanya sekitar 60-70-an saja. Berapa biaya seseorang untuk menjadi sarjana D3 / S1? Rata-rata biaya SPP Rp. 3 juta / semester x 2 semester x 4 tahun = Rp. 24 juta / orang belum termasuk biaya hidup, uang pembangunan dll. Dengan biaya hidup, biaya total untuk memperoleh gelar sarjana D3 / S1 bisa mencapai Rp. 50 juta / orang terutama jika harus kost di kota lain.

Mahal? Memang mahal biaya pendidikan menggunakan jalur formal yang di atur oleh DIKNAS. Dengan berbagai alasan pendidikan menjadi mahal karena kontrol kualitas (Quality Control). Kontrol kualitas yang diatur oleh DIKNAS memang mahal, belum termasuk uang siluman kwitansiless untuk ijin mendirikan PTS. Berapa biaya untuk memperoleh akreditasi? Biaya bangunan, perpustakaan, menyekolahkan dosen dll? Semua-nya biaya & mahal …..

Lha apakah orang yang tak mampu untuk membayar demikian mahal terus harus menjadi bodoh? Apakah program pembodohan terstruktur yang dilakukan oleh DIKNAS terhadap bangsa Indonesia? Ironis memang, tapi itulah kenyataan yang ada ternyata proses pembodohan bangsa yang terjadi pada banyak program pemerintah (termasuk bidang saya di Telekomunikasi & Internet).

Hmmm kalau saya lihat sebetulnya yang paling mahal adalah ijazah-nya. Coba kalau kita mau berfikir alternatif, sebetulnya ilmu pengetahuan bisa menjadi tidak ada harganya bagi si pencari ilmu; asalkan si pencari ilmu tidak mencari ijazah. Banyak sekali ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh secara gratis, selama anda bersedia menerima-nya tanpa ijazah dari pemerintah / perguruan tinggi. Lha terus proses pengakuannya bagaimana? Ya langsung dari masyarakat saja, dengan cara menulis, memberikan ilmu yang kita miliki kepada masyarakat, memberikan servis kepada masyarakat, memberikan manfaat kepada masyarakat -  maka masyarakat secara perlahan keberadaan, kepakaran, kepiawaian kita akan di akui oleh masyarakat.

Pada jaman dahulu kala, mungkin proses ini di namakan nyantri di pesantren untuk menjadi da’i, atau magang di perguruan persilatan / shao lin untuk menjadi pendekar. Setahu saya banyak Da’i / Kiai & pendekar yang tidak memiliki ijazah dari pemerintah, tapi memperoleh pengakuan luas di masyarakat. Proses yang sama juga sebetulnya terjadi di banyak bidang ilmu pengetahuan; bahkan mungkin yang lebih ekstrim lagi di dunia teknologi informasi & Internet proses ini terlihat sangat dominan sekali. Jangan lah berharap untuk memperoleh ilmu dari bangku sekolah di Indonesia di bidang IT, karena DIKNAS dengan kurikulum nasional-nya sudah pasti lelet, lambat & ketinggalan jaman, masa WordStar & Lotus 123 masih di ajarkan di kuliah S1, itu sama saja membuang waktu & menggelikan bagi praktisi IT di lapangan.

Linux barangkali merupakan media belajar paling baik bagi anda yang ingin terjun ke dunia IT secara nyantri. Mengapa? Karena semua source code-nya terbuka & bisa dipelajari dengan mudah, semua dokumentasinya biasanya di sertakan di directory /usr/share/doc. Banyak sekali tempat diskusi Linux, terutama di http://www.linux.or.id seperti linux-admin@linux.or.id & linux-setup@linux.or.id. Semua ilmu pengetahuannya menjadi sangat transparan & dapat diperoleh secara hampir gratis, yang perlu dilakukan oleh si pencari ilmu adalah aktif berdiskusi & menggantikan media Linux yang biasanya berupa CDROM yang harganya sekitar Rp. 20.000-an di Mangga Dua / Glodok Jakarta. Hasilnya, anda akan jauh lebih baik & jauh lebih terpakai ilmunya daripada sekedar mengikuti kurikulum nasional DIKNAS yang serba ketinggal jaman itu.

Di atas, adalah pola nyantri yang terjadi di dunia teknologi informasi dapat dengan mudah di konversikan ke bidang ilmu lainnya, akan lebih mudah lagi jika mereka bersedia menggunakan teknologi informasi sebagai medianya. Bayangkan untuk mencapai gelar sarjana, seseorang harus mengambil ilmu pengetahuan sebanyak 144 SKS (Sistem Kredit Semester). Kalau kita asumsikan rata-rata mata kuliah 3 SKS & menggunakan empat (4) buah buku referensi (@ 200 halaman / buku) tiap mata kuliah. Maka untuk memperoleh gelar sarjana jumlah halaman yang harus dibaca adalah sekitar 40.000 halaman. Secara elektronik, jika rata-rata satu halaman membutuhkan tempat 5Kbyte, maka hanya dibutuhkan tempat sebesar 200Mbyte saja untuk menyimpan informasi yang dibutuhkan untuk menjadikan seseorang menjadi sarjana. Padahal satu buah CDROM mempunyai kemampuan menampung 650Mbyte data, artinya seluruh ilmu untuk menjadi sarjana dapat di simpan hanya dalam satu buah CDROM saja! Gila-nya, biaya mencetak sebuah CDROM secara massal hanya Rp. 1000,- saja, biaya untuk mengcopy CDROM di pasaran sekitar Rp. 15-20.000,-.

Masalah utamanya adalah hakcipta (copyright), karena sebagian orang yang memiliki ilmu sangat takut untuk memberikan ilmu-nya kepada orang lain, karena takut hak ekonomis yang ada nantinya hilang. Sayang, tidak banyak manusia tidak menyadari dari mana sebetulnya ilmu pengetahuan itu berasal – bagi penganut aliran copyleft / copywrong yang memberikan ilmu-nya secara gratis, maka pola pendidikan informal ini menjadi sangat powerful.

OK lah, membaca untuk CDROM anda harus memiliki komputer. Membaca CDROM saja pasti pusing, ada baiknya berdiskusi juga dengan teman / dosen / profesor, akses Internet akan sangat membantu.

Jika anda kaya, dapat membeli komputer Rp. 4-5 juta / buah. Di tambah biaya akses Internet, yang jika hanya digunakan untuk e-mail saja (bukan web & chatting), akan dapat di tekan menjadi sekitar Rp. 40.000,- / bulan untuk ISP-nya & Rp. 250.000 / bulan untuk Telkom; atau biaya telekomunikasi sekitar Rp. 14 juta s/d tamat menjadi sarjana. Jadi total Rp. 20 juta / sarjana untuk peralatan komputer & telekomunikasinya.

Alternatif lain adalah dengan berlangganan ke WARNET, dengan Rp 5000 / jam! Atau numpang ke komputer teman / tetangga – itu amat sangat jauh lebih murah daripada berlaga kaya seperti di atas.

Selain CDROM, proses diskusi dengan teman, dosen, profesor merupakan bagian penting dalam proses pemandaian seseorang. Diskusi merupakan mekanisme mendasar dalam mentransfer pengetahuan tacit (implisit) yang sangat penting untuk menjiwai, memahami jiwa dari ilmu pengetahuan yang sedang kita pelajari. Proses diskusi tidak memakan biaya banyak, tapi akan banyak memakan waktu. Pernah membayangkan membaca diskusi sebanyak 600 e-mail / hari? Dan di lakukan selama 10 tahun? Itulah yang perlu dilakukan setiap hari bagi seseorang yang ingin menjiwai ilmu-nya secara informal.

Keuntungan lain dengan keaktifan kita dalam berdiskusi, pada akhirnya acknowledgement akan diperoleh dari masyarakat banyak. Tanpa ijazah, tanpa secarik kertas di stempel, masyarakat pada akhirnya akan mengakui kepiawaian seseorang dari cara seseorang tadi menjawab berbagai pertanyaan, berinteraksi, berargumentasi dsb. Pada saat masyarakat mengakui kepiawaian seseorang, pada saat itulah pekerjaan, permintaan, permohonan akan datang pada seseorang tersebut & rizki tidak perlu dikuatirkan lagi. Perlu di catat disini bahwa semua proses mengacu pada hukum adat, konsensus & etika masyarakat, tanpa berbasis pada ijazah, stempel, cap!

Jelas disini biaya yang dibutuhkan bisa ditekan tidak perlu Rp. 50 juta / orang untuk menjadikan seseorang menjadi sarjana. Jika cukup kaya dapat investasi sekitar Rp. 20 juta untuk peralatan komputer & biaya telekomunikasi / internet selama 4 tahun untuk proses pemandaian secara informal. Atau bagi anda yang ingin memperoleh ilmu pengetahuan seorang sarjana secara murah banget dapat ditekan menjadi sekitar Rp. 20.000,- + Rp. 5000 / jam atau meminjam komputer kepunyaan teman.

Gaya Hidup Di Dunia Digital

Perubahan bisa dianggap sebagai suatu hal yang baik, atau sedikitnya mengarah ke perbaikan, terutama kalau kita menginginkan perubahan. Belakangan ini banyak sekali perubahan di teknologi informasi, demikian juga dibidang telekomunikasi - kebanyakan disebabkan karena desakan dan dahsyatnya kompetisi didunia bisnis di era dini.

Setiap kali kita mengenyami suatu perubahan dan bertikir bahwa ini-lah yang tercanggih, ternyata umur kecanggihan itu bersifat sementara, sesuatu yang lebih canggih akan muncul di arena teknologi, dan muncul di pasar sebagai produk yang tersedia untuk masyarakat umum.

Perubahan di dunia PC dan Telekomunikasi sedemikian cepat, pada tiga tahun terakhir ini kita sudah lupa bahwa teknologi yang lalu sudah tidak Iaik untuk bisa dimanfaatkan untuk aplikasi yang dibutuhkan sekarang.

Cellphone teknologi sudah mengarah ke broadband 2.3G dan 3G dimana para teknologist sudah yakin untuk bisa memanfaatkan cellphone untuk kebutuhan multimedia dengan bandwith diatas 512kbps, jadi bukan hanya untuk kemudahan menelpon seseorang dimana saja dan kapan saja, tetapi juga untuk bisa men g-download calendar, diary, email, baik anda berhenti atau sedang bergerak, baik anda berada di Jakarta ataupun sedang berada di Argo Gede menuju Bandung.

Speech recognition teknologi yang menyediakan suara sinthesis mendekati suara natural dan memahami instruksi yang mudah, sudah merupakan standard bagian dan perkembangan teknologi informasi meng-komplementasi perkembangan teknologi komputer.

Pertanyaan yang selalu di benak saya dan pembaca, dan merupakan pertanyaan yang cukup normal yang selalu disampaikan ke saya adalah, apakah kita bisa berubah secepat perubahan yang terjadi, bagaimana dengan teknologi 6 bulan yang lalu, apakah merupakan transisi dan kadaluwarsa. Jawabannya yang mungkin belum tentu akan tepat ke seluruh lapisan masyarakat luas adalah, bahwa perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi tidak bisa di stop, maupun di tunda, akan terjadi apakah kita siap atau tidak.

Yang lebih penting adalah bagaimana bisa mengantisipasi kan perubahan ini, yang sekarang merupakan siklus yang ter-prediksi. Dengan membekalkan din kita dengan pengetahuan mengenai teknologi trend, keputusan untuk membeli bisa dilakukan dengan lebih bijaksana. Ini merupakan salah satu misi dan Intel untuk bisa membenikan gambaran yang jelas kemana pengarahan perkembangan teknologi intonmasi.
Akses mengenai perkembangan teknologi sekanang, seiain bisa di peroleh dan marketing atau sales staff dan perusahaan TI, yang mungkin bisa dianggap bias karena kecendenungan untuk memihak ke produk mereka, sekarang sudah bisa di akses Iangsung ke bebenapa web situs yang tersedia untuk siapa saja. Anda bisa mengakses perusahaan A, bandingkan dengan perusahaan B, maupun mengakses perusahaan yang bersifat independen dan berfungsi untuk menganalisa penkembangan teknologi tersebut, misalnya badan standandisasi dunia, atau perusahaan swasta yang berkecimpung di bidang tersebut.

Sebagai karyawan di era dini, kita tidak perlu secana fisik untuk duduk dikantor ben-jam jam, telecommuting sudah merupakan hal yang Iazim dimana dengan cellphone dan notebook anda bisa mengakses data, email, fax, voice mail dimana pun anda berada. Dan di beberapa perusahaan yang saya tahu, staff berkumpul seminggu lx atau 2x seminggu untuk rriengadakan status meeting atau meeting penting lainnya, malah dengan absensia anda tetap bisa bergabung dengan meeting tersebut kanena penusahaan telekom anda bisa menyediakan conference call multi parti dengan harga yang terjangkau. lni merupakan aspek bisnis nilai tambah untuk penusahaan telekom dengan membenikan fasilitas tersebut. Selain conference call, penusahaan telekom juga bisa membenikan jasa untuk voicemail ataupun fax mail yang bisa di route/alihkan ke email inbox anda.

Shopping di mall akan menemukan titik keseimbangan dengan tumbuhnya e­business business to consumer. Meskipun di Indonesia menurut beberapa pakar internet masih merupakan hal yang langka, mungkin pemenintah atau NGO bisa menyelidiki penyebab hambatan. Pembelian ticket kapal terbang, kereta api sudah mulai memasuki dunia online dan berjalan sangat Iancar di negara negara tertentu.

lngin mencani peluang kerja, anda tinggal memasuki job online search dan memilih peluang yang tepat untuk anda. Birokrasi untuk menyusun resume, menginim melalui pos, dan menuggu interview balasan surat anda pun waktunya bisa menjadi minim dengan adanya email.

Membaca benita di sunat kabar, atau mencani artikel yang sesuai dengan selera anda setiap pagi, anda bisa berlangganan dengan portal tertentu dimana anda bisa meng-kustomisasi web page anda supaya benita yang merupakan pnionitas akan selalu dihalaman pertama di situs anda. Apakah konvensional surat kabar akan tercampak?

Online newspaper merupakan komplementer yang kuat untuk tradisionil surat kabar. Pembaca online newspaper di America menurut statistik dan Newspaper Association of America, cukup tinggi, dimana 67% pelanggan internet membaca daily online newspaper dan 74% membaca surat kabar minggu. Dan menurut survey yang sama, pembaca online newspaper tidak mengunangi waktu untuk membaca tradisionil surat kabar semenjak meneka membaca versi online, kanena dianggap sebagai pelengkap. Yang menjadi kenyataan dan alasan yang kuat adalah, versi online tidak bisa dilipat, dibaca di WC, keneta api, ataupun mobil.
Bagaimana dengan urusan per bank an, pembelian grocery, akses mateni untuk dunia pendidikan, advis untuk kesehatan, maupun horoskop anda yang selalu uptodate di pagi han. lnipun bisa dilakukan dengan internet banking, online grocery shopping, akses library yang mungkin sudah terkoneksi dengan bebenapa perpustakaan lainnya maupun toko buku yang mungkin mempunyai stock untuk kebutuhan anda.

Medical Advice online servis pun tersedia untuk membenikan advis mengenai gejala darah tinggi, kencing manis, obat yang tersedia dan efek sampingannya. Untuk pelajan yang mempunyai akses ke WVVW, mereka pun bisa mendapatkan informasi yang dicani baik dan industri yang bersangkutan, maupun dan sumber akademis diluar sekolah atau perguruan tinggi mereka. Kemungkinan besar sumben informasi untuk research malah akan Iebih akurat dan lebih realistik dan industni yang jauh lebih dekat ke kebutuhan pasar danipada teks book yang bisa membenikan outline secana teoni.

Pendidikan berbasis komputen berarti kampus anda adalah bangku di rumah anda yang mungkin lebih nyaman dan dengan suasana yang lebih kondusif untuk mencani dan mempelajani ilmu pengetahuan.

Untuk ibu numah tangga, mencani resep masak, dan penjuru dunia sekarang bukan berarti membeli buku masak yang kemungkinan besan barang import, tebal dan berat dan akan memakan tempat di bookshelf anda. Dengan Search Engine di website yang tersedia anda bisa mencani resep Boston Brownie, Clam Chowder, Spagghetti Maninara, dalam beberapa menit, tentunya anda membutukan printer untuk bisa mem-pnint out resep tersebut mengingat betapa sulitnya jika anda membawa notebook atau PC anda kedapun dan harus online terus menerus selama anda melakukan gourmet experiment anda.

Gaya hidup yang bersitat “search, point, click and get, while you are online” di Internet tidak bisa dibendung, demikian juga dengan pesatnya telekomunikasi teknologi dengan cellphone dimana anda bisa dikejar oleh caller dimana pun anda berada, anda bisa mengakses fax, voicemail, videomail dan email biasa dan Warnet dengan notebook ataupun dan cellphone anda. Apakah ini merubah kanakter manusiawi kita semua? Jawabannya, belum tentu.

Manusia menciptakan palu dan paku untuk membuat furniture lebih mudah, danipada memukul paku atau wooden peg dengan batu di zaman dulu, tukang kayu tetap menjalankan craftsman nya tetapi dengan penalatan yang lebih maju dan mempermudah. Penulis buku (author), mempunyai nasa takut dengan lahirnya mesin tik, karena terbiasa dengan kertas, pencil dan penghapus, perubahan yang lebih dahsyat lagi dengan lahirnya komputer dan printer. Apakah penulis berhenti menulis dengan teknologi peralatan yang lebih canggih dan tensedia, penulis tetap menulis, jurnalist tetap menulis membawa benita, hanya penkakasnya berbeda, kertas dan pensil masih dipakai, tetapi kemudahan dan fleksibilitas wondprocesson, PC dan printer tidak ditinggalkan.

Senin, 03 Oktober 2011

Kamus Basa Sunda - Bahasa Indonesia

SUNDA - INDONESIA 
 
A
Aang = Kakak
Abah = Bapak
Abdi (sim) = Saya
Abot = Berat
Acan = Belum
Acuk / Raksukan = Pakaian
Adat = Tabiat
Adeuk = Akan
Adi = Adik
Adigung = Angkuh
Adil = Adil
Agan = Tuan
Ageung = Besar
Agul = Bangga / Sombong
Aheng = Aneh / Ganjil
Aing (kasar) = Saya
Ajag = Srigala
Ajeng = Mengajukan
Ajleng /Ngajleng = Lompat / Melompat
Akang = Kakak
Akar = Akar
Aki = Kakek
Aksara = Tulisan / Huruf
Ali = Cincin
Alim = Tidak Mau
Alit = Kecil
Almenak = Almanak
Alo = Keponakan
Alung = Lempar
Alus,Sae = Bagus
Amang / Emang = Paman
Amarah = Emosi
Ambeh = Agar
Ambek = Marah
Ambekan = Hawa Nafsu
Ambeu = Mencium Bau
Ambu = Ibu
Ameng = Bermain
Amis = Manis
Ampar = Tilam
Ampir = Hampir / Nyaris
Anak = Anak
Ancin = Sedikit Makan
Anclub = Turun ke air
Ancur = Hancur
Andiprek = Lesesan
Anduk = Handuk
Angel / Anggel = Bantal
Angger = Tetap
Anggo = Pakai
Anggoan = Pakaian
Angkat = Pergi
Angkeng = Pinggang
Angkeub = Mendung
Angkeut = Dagu
Anjang = Mengunjungi
Anjeun = Anda / Kamu
Anjeunna = Dia/ia/beliau
Anom = Muda
Antawis = Antara
Anteur = Antar
Antos = Tunggu
Antuk / Antukna = Akhirnya
Anu/nu = Yang
Anyar = Baru
Aos = Baca
Apa = Bapak
Apal = Hafal
Api-api = Pura-pura
Aprak = Jelajah
Apu = Batu Kapur
Arek / Rek = Akan
Areung = Arang
Arit = Celurit
Artos = Uang
Asa = Sepertinya
Asak = Masak / Matang
Asin = Asin
Astana = Pekuburan
Astra = Wajah
Asup = Masuk
Atah = Mentah
Atanapi = Atau
Atawa = Atau
Ateul = Gatal
Atik = Didik / Ajar
Atikan = Ajaran
Atoh = Senang
Atos = Sudah
Atra / Jatra = Jelas
Awak = Tubuh/Badan
Awang-awang = Angkasa
Awewe = Perempuan / Wanita
Awi = Bambu
Awis = Mahal
Awon = Jelek
Aya = Ada
Ayak = Saring
Ayakan = Saringan
Ayeuna = Kini/Sekarang

B
Babar = Lahir
Babaturan = Teman
Badag = Besar
Bade = Akan
Bagean = Bagian
Bagel / Ngabagel = Keras / Mengeras
Bagja = Bahagia
Bagong = Ba-bi Hutan
Baham = Mulut
Baheum = Kulum
Bahe = Tumpah
Baheula = Dahulu
Bajing = Tupai
Bakal = Akan
Balad = Teman
Balanak = Belanak
Balang = Lempar
Balangsak = Melarat / Miskin
Baledog = Lempar
Baleg = Dewasa
Baleuy = Tidak terlalu panas
Balik = Pulang
Balong = Kolam
Balung = Tulang
Bancet = Katak Berekor (anak katak)
Bangga = Ribet
Bangir = Mancung (Hidung)
Bangkawarah = Kurang Ajar
Bangke = Bankai
Bangkong = Katak
Bangkuang = Bengkuang
Bango = Bangau
Bantos = Bantu
Bantun = Bawa
Baraya = Saudara
Bared = Tergores
Bareuh = Bengkak
Bari (katuangan) = Basi
Baruk = Begitukah ?
Barusuh = Sariawan
Basa = Bahasa
Basa = Ketika, Saat
Baseuh = Basah
Basisir = Pesisir
Bati = Laba
Batur = Orang Lain
Bau = Bau
Bawa = Bawa
Bayah = Paru-paru
Bayawak = Biawak
Bayeungyang = Gerah
Bayuhyuh = Gemuk
Beak = Habis
Beas = Beras
Bebene = Kekasih
Bedegong = Bandel
Bedil = Senjata Laras Panjang
Bedog = Golok
Begal = Perampok
Begang = Kurus
Begu = Anak ****
Beha = Bra
Beja = Kabar / Berita
Beke = Pendek
Bekong = Mug Besar
Belegug = Bodoh / Tolol
Belejog / Kabelejog = Tipu / Tertipu
Belenyeh = Tertawa Kecil
Belesek = Amblas
Belet = Bodoh
Bencong = Waria
Bendu = Marah
Bener = Benar
Bengkok = Lengkung / Melengkung
Bengkung = Bongkok / Lengkung
Bentang = Bintang
Bentar = Sambar (Petir)
Benten = Beda
Bere / Mere = Beri / Memberi
Berehan = Sopan
Beresih = Bersih
Beresin = Bersin
Berkat = Bingkisan
Beuheung = Leher
Beulah = Belah
Beuleum = Bakar
Beuli = Beli
Beulit = Lilit
Beungeut = Wajah
Beunghar = Kaya
Beungkeut = Ikat
Beurang = Siang
Beurat = Berat
Beureum = Merah
Beurit = Tikus
Beusi = Besi
Beuteung = Perut
Bewara = Berita
Biang = Ibu
Biantara = Pidato
Bieu = Barusan
Bikang = Betina
Bilatung = Belatung
Binangkit = Kreatip
Bingah = Gembira
Bingah = Geraham
Bingung = Kalut
Bireuk = Tidak kenal
Bisluit = SK = Surat keputusan
Bitis = Betis
Bitu = Meledak
Biwir = Bibir
Bobo = Tidur
Bobo = Lapuk
Boboko = Bakul
Bobos = Kentut
Bobotoh = Pendukung
Bodas = Putih
Bodo = Bodoh
Bodor = Lawak
Boga = Punya
Bojo = Isteri
Boloho = Bodoh
Bolokot = Kotor oleh Lumpur
Bongoh = Lengah
Bosen = Bosan
Buah = Mangga
Budah = Buih
Budak = Anak
Bueuk = Burung Ahntu
Bujal = Udel
Bujangan = Jejaka
Bujur = Pantat
Buk-Bak = Obrak-Abrik
Buktos = Bukti
Buku = Buku
Bulan = Bulan
Bulao = Biru
Buleud = Bulat
Bumi = Rumah
Bungah = Gembira
Buni = Tersembunyi
Buntut = Ekor
Bureuteu = Gendut
Buru = Lekas
Buruan = Halaman rumah
Buruh = Upah
Burung = Gila
Butuh = Perlu
Butut = Jelek
Buyur = Anak Katak

C
Caah = Banjir
Caang = Terang
Cabak = Raba
Cabok = Tampar
Cacag = Cincang
Cadu = Tak pernah
Cagak = Cabang
Cageur = Sehat
Cai = Air
Cakcak = Cecak
Caket = Dekat
Calacah = Abu Rokok
Calakan = Rajin
Calana = Celana
Caletot / Kacaletot = Keceplosan Ngomong
Calik = Duduk
Candak = Bawa, Ambil, Bawa
Cangcang = Tambat
Cangked = Tambat
Cangkeng = Pinggang
Cangkurileung = Burung Kutilang
Cape = Capai, Lelah
Capit = Jepit
Caram = Larang
Carang = Jarang
Carek = Larang
Careham = Geraham
Carengcang = Jarang (barang di toko)
Careuh = Musang
Caringin = Beringin
Carios = Cerita
Carita = Cerita/Kisah
Caroge = Suami
Carpon (carita pondok) = Cerpen (Cerita pendek)
Cawet = Celana Dalam
Cekap = Cukup
Ceker = Kaki (unggas)
Cempor = Lampu Minyak
Cenang = Bisul
Cengek = Cabai Rawit
Cengkat = Bangun (dari duduk)
Centang = Sentil
Cepil = Telinga
Cerewed = Cerewet
Ceudeum = Mendung
Ceuk = Kata
Ceuli = Telinga
Ceumpal = Lap
Ceurik = Tangis / Menangis
Ciak = Anak Ayam
Ciduh = Ludah
Cikur = Kencur
Cilaka = Celaka
Cileuh = Belek / Kotoran Mata
Cingceng = Gesit
Cingcin = Cincin
Cingir = Kelingking
Cingogo = Jongkok
Cipruk = Basah
Ciri = Tanda
Citak = Cetak
Ciwit = Cubit
Cobi = Coba
Coet = Cobek
Cokor = Kaki (binatang)
Cokot = Ambil
Colok = Jotos
Comel = Banyak Omong
Comot = Mengambil Sedikit
Congcorang = Belalang Sembah
Coplok = Lepas / Terlepas
Cucuk = Duri
Cucunguk = Kecoa
Cukang = Jembatan
Cunihin = Genit (laki-laki)
Cupu = Kotak
Cureuleuk = Jeli
Cureuleuk = Berbinar (mata)
Curuk = Jari Telunjuk

D
Dadali = Burung Garuda
Daek = Mau
Dago = Tunggu
Dahar = Makan
Dahuan = Kakak Ipar
Dalapan = Delapan
Damang = Sehat
Damar = Lampu
Damel = Kerja
Damis = Pipi
Dampal = Telapak
Dangdan = Rias
Dangdos = Rias
Danget = Saat
Dangu = Dengar
Darehdeh = Ramah
Datang = Tiba / Sampai
Datang = Sampai
Dayeuh = Kota
De-et = Dangkal
Denge (kasar) = Dengar
Deudeuh = Sayang
Deui = Lagi
Deukeut = Dekat
Deuleu (kasar) = Lihat
Deungeun = Teman
Deungeunna = Lauk Pauk
Dewek (kasar) = Saya
Diajar = Belajar
Digjaya = Sakti
Dina = Pada / Di
Dines = Dinas
Dinten = Hari
Diuk = Duduk
Doja = Ganggu / Coba
Domba = Biri-biri
Dongkap = Tiba / Sampai
Du'a = Do'a
Dudukuy = Topi
Dugi = Tiba
Duit = Uang
Duka = Tidak Tahu
Dulur = Saudara
Dumasar = Berdasarkan
Dunungan = Majikan
Dunya = Dunia
Dupak = Senggol
Duriat = Perasaan Cinta
Duruk = Bakar

E
Eces = Jelas
Edeg = Stress, Gila, Pandir
E'e = Beol
Ekek = Burung Betet
Eleh = Kalah
Eleketek = Gelitik
Elmu = Ilmu
Embe = Kambing
Embung = Tidak Mau
Empang = Kolam
Emut = Ingat
Endah = Indah
Endeur = Bergetar
Endog = Telur
Enggal = Cepat
Enggeus = Sudah
Engke = Nanti
Enjing = Besok
Enjing = Pagi
Enjing-enjing = Pagi-pagi
Entog = Bebek
Entong = Jangan
Enya = Iya
Era = Malu
Etang = Hitung
Etangan = Hitungan
Eueut = Minum
Eujeung = Dengan
Euleum = Cukup
Eunteung = Cermin
Euntreup = Hinggap
Eurad = Jerat
Eureun = Berhenti
Eusi = Isi

SUNDA - INDONESIA ( G,H,I,J,K )

G
Gabrug = Terkam
Gado = Dagu
Gaduh = Punya
Gajih = Lemah
Galengan = Pematang sawah
Galeuh = Beli
Galing = Ikal
Galumbira = Bergembira
Galungan = Gumul / Bergumul
Galur = Jalan
Gampang = Mudah
Gampil = Mudah
Gampleng = Tampar
Gancang = Cepat
Gandeng = Berisik
Gantar = Galah
Ganti = Ganti
Gapura = Gerbang
Garing = Kering
Garo = Garuk
Garong = Pencuri
Garwa = Istri
Gawe = Kerja
Gawir = Jurang
Gayor = Sangga
Gayot = Gantung
Gede = Besar
Gedong = Gedung
Gegel = Gigit
Geheng = Hangus
Gehgeran = Latah
Geleng = Gilas / Lindas
Gelo = Gila
Gelut = Berkelahi
Gembul = Lahap
Genep = Enam
Gentos = Ganti
Gepok = Tumpuk
Gering = Sakit
Gero / Ngageroan = Panggil / Memanggil
Getek = Geli
Geter = Getar
Getih = Darah
Getok = Jitak
Getol = Rajin
Geugeut = Sayang
Geulang = Gelang
Geuleuh = Jijik
Geulis = Jelita
Geumpeur = Gugup
Geuneuk = Lebam
Geunjleung = Tersiar
Geutah = Getah
Gigir = Sebelah / Samping
Gimir = Jerih
Girimis = Gerimis
Gitek = Goyang
Giwang = Anting
Godog = Rebus
Gogog = An-jing
Gohgoy = Batuk
Goreng = Jelek
Gorobag = Gerobak
Gugah = Bangun Tidur
Gugunungan = Bukit
Gugusi = Gusi
Guguyon = Humor
Guha = Goa
Gula = Gula
Guludug = Guntur
Gumbira = Gembira / Girang
Gumilang = Gemilang
Gumujeng = Ketawa
Gundam = Gigau
Gurilap = Gemerlap

H
Halabhab = Dahaga / Haus
Halimpu = Merdu
Halimun = Kabut
Halis = Alis
Halodo = Musim kering
Halu = Alu
Hambar = Tawar
Hampang = Ringan
Hampas = Ampas
Hamperu = Empedu
Hampura = Maaf
Hanaang = Dahaga / Haus
Handap = Bawah / Rendah
Haneut = Hangat
Hanjakal = Menyayangkan
Hanjelu = Sesal
Hanyir = Amis
Hapa = Hampa
Hapunten = Mohon maaf
Harangasu = Jelaga
Haratis = Gratis
Harep = Harap
Hareudang = Gerah
Hareup = Depan
Harewos = Bisik
Hariring = Dendang
Hariwang = Cemas
Harkat = Martabat
Harti = Arti
Hartos = Arti
Haseum = Asam (rasa)
Haseup = Asap
Haur = Bambu
Hawek = Loba
Hayam = Ayam
Hayang = Mau / Kepingin
Hayu = Ayo / Mari
He es = Tidur
Hejo = Hijau
Hemeng = Heran
Henteu = Tidak akan
Herang = Bening / Jernih
Hese = Susah
Heu euh = Iya
Heubeul = Dahulu
Heulang = Elang
Heuleut = Saat
Heureut = Menyempit
Heureuy = Gurau
Hideng = Rajin
Hidep = Kamu
Hideung / Hideung Lestreng = Hitam / Hitam Legam
Hieum = Rindang
Hiji = Satu
Hilap = Lupa
Hileud = Ulat
Hilik = Awas
Hilir = Ilir
Hipu = Empuk / Lunak
Hirup = Hidup
Hitut = Kentut
Honcewang = Bimbang
Hoream = Malas
Hoyong = Mau / Ingin
Hu ut = Gabah
Hudang = Bangun Tidur / Bangkit
Huis = Uban
Hujan = Hujan
Hulu = Kepala
Huma = Ladang
Huntu (kasar) = Gigi
Hurang = Udang
Hurung = Nyala
Hutang = Utang
Hyang / Sanghyang = Dewa

I
Ibak = Mandi
Iber = Kabar
Ibing = Menari
Ibu = Ibu
Ibun = Embun
Ical = Jual
Ical = Hilang
Icip = Cicip
Idek = Didekatkan
Ieu = Ini
Iga = Rusuk
Igel = Menari
Ijid = Jijik
Ilahar = Normal
Imah = Rumah
Imbit = Pantat
Impleng = Membayangkan
Imut = Senyum
Incer = Incar
Incok = Encok
Incu = Cucu
Indit = Pergi
Indung = Ibu
Inget = Ingat
Inggis = Gelisah
Ingkab = Ketiak / Ketek
Ingkig = Pergi meninggalkan
Ingon = Ternak
Injeum = Pinjam
Injuk = Ijuk
Inohong = Tokoh
Inteun = Intan
Ipis = Tipis
Iraha = Kapan
Irong = Lihat
Irung = Hidung
Ised = Geser
Isin = Malu
Istenan = Memperhatikan
Isteri = Wanita / Perempuan
Isuk = Besok
Isuk = Pagi
Isukan = Besok
Isuk-isuk = Pagi-pagi
Itu = Itu
Itung = Hitung
Iuh = Teduh
Iwal = Kecuali

J
Jaga = Kelak
Jagjag = Sehat
Jagong = Jagung
Jail = Jahil
Jajaka = Jejaka / Pemuda
Jajaten = Ilmu Kesaktian
Jalma = Manusia/orang
Jalmi = Manusia/orang
Jalu = Jantan
Jampana = Joli
Jampe = Mantera
Janari = Pagi Buta
Jandela = Jendela
Jangar = Pusing
Janggot = Janggut
Jangjang = Sayap
Jangji = Janji
Jangkorang = Tinggi Kurus
Jangkrik = Jangkrik
Jangkung = Tinggi (ukuran tubuh)
Janten = Jadi
Japati = Merpati
Jaram = Kuman
Jarhiji = Jari Manis
Jarum = Jarum
Jauh = Jauh
Jawer = Janger Ayam
Jempling = Sepi / Sunyi
Jempol = Ibu Jari
Jenengan = Nama
Jero = Dalam
Jeung = Dan / Dan
Jibreg = Basah Kuyup
Jiga = Seperti
Jilid = Jilid
Jiwa = Jiwa
Jugjug = Tuju
Jujuluk = Gelar
Jujur = Jujur
Jumblah = Jumlah
Jumpalit = Salto
Jungkrang = Jurang
Juntrung = Menjadi
Juragan = Tuan
Juralit = Salto
Jurig = Hantu
Juru = Sudut

K
Ka = Ke
Ka Dieu = Ke Sini
Ka Ditu = Ke sana
Kabeh = Semua
Kabentar = Tersambar
Kabiri = Kebiri
Kabogoh = Kekasih
Kaca = Halaman (buku)
Kacida = Amat Sangat
Kade = Awas
Kadek = Sambit
Kadongdong = Kedongdong
Kadongkapan = Kedatangan
Kaduhung = Menyesal
Kaen = Kain
Kagoda = Tergoda
Kagungan = Punya
Kahatur = Kepada
Kai = Kayu
Kajabi = Kecuali
Kajajaden = Jejadian (mahluk jadi-jadian)
Kakandungan = Hamil
Kalangkang = Bayangan
Kalapa = Kelapa
Kaleng = Aping
Kaler = Utara
Kalih = Juga
Kalong = Kelelawar
Kamar = Kamar
Kamari = Kemarin
Kampak = Kapak
Kampungan = Norak
Kandel = Tebal
Kanggo = Untuk
Kangkalung = Kalung
Kanyaho = Pengetahuan
Kaos Sangsang = Singlet
Kaping / Ping = Tanggal
Kapungkur = Dahulu
Kaput = Jahit
Karang = Tahi Lalat
Karaton = Istana
Kareueut = Manis Sekali
Kareunang = Gerah
Karunya = Kasian / Iba
Kasetrum = Tersengat Listrik
Kasuat-suat = Teringat-ingat
Katel = Wajan
Katuhu = Kanan
Kaula = Saya
Kawas = Seperti
Kawasa = Kuasa
Kawentar = Mashur
Kawih = Lagu
Kawilang = Terbilang
Kawit = Berasal
Kawon = Kalah
Kawung = Enau
Kayas = Merah Muda / Pink
Kebon = Kebun
Kecap = Kalimat
Kedul = Pemalas
Kelek = Keliak / Ketek
Kelenci = Kelinci
Kelir = Warna / Corak
Kembang = Bunga
Kempel = Kumpul
Kempelan = Perkumpulan
Kenca = Kiri
Kenging = Dapat
Kentel = Kental
Kenteng = Genteng
Kenyed = Hentak
Kenyot = Isap
Keok = Kalah
Kerek = Mendengkur
Kerekeb = Terkam
Kerepus = Topi
Keretas = Kertas
Kersa = Mau / Sanggup
Kesang = Keringat
Kesed = Sepet / Sepat
Keuheul = Jengkel / Geram
Keukeuh = Memaksa
Keukeup = Peluk
Keuneung = Tumit
Keupeul = Genggam
Keureut = Iris
Keusik = Pasir
Keuyeup = Kepiting Sawah
Kiat = Kuat
Kiceup = Kedip
Kidul = Selatan
Kieu = Begini
Kiih = Kencing
Kila-kila = Tanda-tanda
Kinca = Cairan gula aren
Kinten = Kira
Kinten-kinten = Kira-kira
Kintun = Kirim
Kirang = Kurang
Kiridit = Kredit
Kirik = Anak ******
Kiripik = Keripik
Kiruh = Keruh
Kitu = Begitu / Demikian
Kiwa = Kiri
Kiwari = Sekarang
Kiwari = Kini
Kobok = Memasukan Tangan
Koceak = Jerit
Kojor = Meninggal / Mati
Kolor = Celana Dalam
Kolot = Tua
Komo = Apa Lagi
Konci = Kunci
Koneng = Kuning / Kunyit
Kongkorong = Kalung
Kored = Kais
Koret = Pelit / Kikir
Korong = Upil
Koropak = Bagian Dari
Koropok = Berlubang
Koropos = Keropos
Korsi = Kursi
Kosok = Gosok
Ku = Oleh
Kuar = Anak Kutu Rambut
Kuciwa = Kecewa
Kudu = Harus
Kueh = Kue
Kukupu = Kupu-kupu
Kulah = Kolam
Kulambu = Kelambu
Kulawarga = Keluarga
Kulawargi = Keluarga
Kulem = Tidur
Kulon = Barat
Kulub = Rebus
Kulutus = Gerutu
Kumaha = Bagaiman
Kumbah = Cuci
Kumeli = Kentang
Kumis = Kumis
Kunaon = Kenapa
Kuncen = Juru kunci
Kunyit = Jawawut
Kunyuk = Kera
Kuping = Dengar
Kurang = Kurang
Kuring = Saya
Kuris = Cacar
Kuru = Kurus
Kurung = Kandang Burung
Kurupuk = Kerupuk
Kusir = Kusir
Kusumah = Kesuma
Kutang = Bra
Kuya = Kura-kura




SUNDA - INDONESIA ( L,M,N,O,P )

L
Laat = Telat
Lada = Pedas
Lahan = Tanah
Lain = Bukan
Lajeng = Kemudian / Selanjutnya
Laki Rabi = Suami Istri
Lalab = Lalap
Lalaki = Laki-laki
Laleur = Lalat
Lali = Lupa
Laluasa = Leluasa
Lambar = Lembar
Lambey = Bibir
Lami = Lama
Lamokot = Belepotan
Lamot = Jilat
Lampah = Jalan yang ditempuh
Lamping = Pinggir Gunur
Lampuyang = Lempuyang
Lamun = Jika / Bila
Lana = Abadi
Lanceuk = Kakak
Lancingan = Celana
Landong = Obat
Langgam = Lagu
Langit = Langit
Langki = Langka
Langkung = Lebih
Langlang, ngalanglang = Langlang, melanglang
Langlayangan = Layang-layang
Lantaran = Karena
Lantera = Lentera
Lauk = Ikan
Laun = Lambat
Lawas = Lama
Lawon = Kain
Layad / Layat = Jenguk
Layeut = Selalu Bersama
Layon = Kain
Layung = Lembayung
Le eh = Mencair
Lebar = Sayang
Lebet = Masuk
Lebu = Abu Gosok
Ledis = Habis tidak tersisa
Lega = Lebar / Luas
Leketek = Gelitik
Lekoh = Kental (kopi)
Lelepen = Cincin
Leleson = Istirahat
Lemah Cai = Tanah Air
Lembur = Desa / Kampung
Lemes = Halus
Lempeng = Lurus
Lengkah = Langkah
Lenglang = Cerah
Lengoh = Tidak Bawa Apa-apa
Lentah = Lintah
Leot = Setrika
Lepat = Salah
Leres = Benar / Betul
Lesot = Lepas
Letah = Lidah
Letak = Jilat
Letoy = Lemah
Leuit = Lumbung
Leuleus = Lemas
Leumeung = Lemang
Leumpang = Jalan
Leungeun = Tangan
Leungit = Hilang / Lenyap
Leupeut = Lontong
Leutak = Lumpur
Leutik = Kecil
Leuweung = Hutan
Leuweung Geledegan = Hutan Rimba
Leuwi = Kolam Pemandian
Leuwi = Lubuk
Leuwih = Lebih
Liang = Lobang
Liat = Alot
Lieuk = Toleh
Lieur = Pusing
Lila = Lama
Lilir = Bangun Tidur
Lima = Lima
Limpeuran = Lupa / Pelupa
Lindeuk = Jinak
Linggih = Tinggal / Berdiam di / Duduk
Lini = Gempa
Lintuh = Gemuk
Lisa = Telur Kutu Rambut
Lisung = Alu
Loba = Banyak
Lonceng = Bel
Lodaya = Harimau
Loket = Dompet
Lolong = Buta
Lomari = Lemari
Londok = Bunglon
Longok = Kunjung
Losin = Lusin
Ludes = Habis tidak tersisa
Ludeung = Berani
Luhung = Tinggi (derajat)
Luhur = Tinggi / Atas
Luhureun = Diatas
Lukut = Lumut
Lumangsung = Terjadi
Lumpat = Lari
Luncat = Loncat
Lungguh = Pendiam
Lungsur = Turun

M
Madu = Madu
Maehan = Membunuh
Maenya = Masa
Mahiwal = Janggal / Tidak Mungkin
Majeng = Maju
Maksad = Maksud / Hasrat
Makuta = Mahkota
Malengpeng = Lempar Batu
Males = Malas
Maling = Pencuri
Mamang = Paman
Mana = Mana
Manah = Hati
Manawi = Barangkali / Jika
Mandi = Mandi
Maneh = Kamu / Engkau
Manehna = Dia / Ia
Mangga = Silakan
Manggu = Manggis
Manggul = Pikul
Mangkukna = Kemarin Lusa
Mangrupa = Berupa
Mangsa = Saat
Mangsi = Tinta
Mantep = Mantap
Manuk = Burung
Maot = Meninggal dunia
Margi = Karena
Masang = Pasang
Masih = Masih
Mastaka = Kepala
Matak = Membuat / Akan
Matang = Seimbang
Mateni = Membunuh
Maung = Harimau
Mayit = Mayat
Medit = Kikir
Melak = Tanam
Mencrang = Berkilau
Mengkol = Belok
Mengpar = Lempar
Menta = Minta
Meong = Harimau
Meri = Itik
Meri = Bebek
Meser = Membeli
Metot = Tarik
Meumpeun = Menutup Mata
Meunang = Menang
Miceun = Buang
Mieling = Mengenang
Milu = Ikut
Mimiti = Mulai
Minantu = Menantu
Mindeng = Sering / Kerap
Mios = Berangkat / Pergi
Mitoha = Mertua
Modol = Beol
Mojang = Gadis / Perempuan
Molelel = Asin Sekali
Moncorong = Terik (matahari)
Mondok = Inap / Tidur
Mongkleng = Gulita
Mo-nyet = Kera
Moro = Buru
Motekar = Kreatip
Muhun = Iya
Muka = Buka
Mulih = Pulang
Mumuncangan = Mata Kaki
Muncrat = Mancur
Munding = Kerbau
Mung = Cuma / Hanya
Munggaran = Pertama
Murag = Jatuh
Murangkalih = Anak Kecil
Muriang = Demam
Muringkak = Merinding
Mutu = Ulekan
Mutuskeun = Memutuskan

N
Naek = Naik
Namba = Menimba
Nam = Nama
Namung = Tetapi
Nangkarak = Terlentang
Nangkring = Mejeng / Nongkrong
Nangkuban = Telungkup
Nangtung = Berdiri
Naon = Apa
Narpati = Raja
Nawis = Menawar
Neda = Makan
Nembe = Barusan / Baru saja
Nene = Nenek
Nerekel = Panjat
Ngabolekerkeun = Membuka Rahasia
Ngadeg = Berdiri
Ngadegdeg = Menggigil
Ngadegkeun = Mendirikan
Ngagaleong = Oleng
Ngageol = Bergoyang
Ngagitek = Menari
Ngahodhod = Menggigil
Ngalamun = Melamun
Ngalangkung = Lewat
Ngapung = Terbang
Ngaran = Nama
Ngarasa = Merasa
Ngareuah-reuah = Menyemarakan
Ngarogahala = Membunuh
Ngawitan = Mulai
Ngenaan = Mengenai
Ngendong = Menginap
Ngeunah = Ngeunah
Ngijih = Musim hujan
Ngimpleng = Mengingat
Nginum = Minum
Ngomong = Bicara
Ngora = Muda
Ngorondang = Merangkap
Nincak = Injak
Nikah = Kawin
Ningal = Lihat / Melihat
Nini = Nenek
Notog = Meluncur
Notog = Todong
Nuju = Sedang
Numpak = Menaiki
Nyaah = Sayang
Nyaeta = Yaitu / Ialah
Nyaho = Tahu
Nyakclak = Titik Air
Nyalukan = Panggil / Memanggil
Nyambat = Memanggil
Nyangkrung = Menggenang
Nyangsang = Tersangkut
Nyaram = Melarang
Nyarek = Melarang
Nyarios = Bicara
Nyere = Lidi
Nyeri = Sakit
Nyeuneu = Berapi=api
Nyeureud = Menyengat (lebah)
Nyeuseuh = Mencuci Baju
Nyiksenan = Menyaksikan
Nyiruan = Lebah
Nyiwit = Cubit
Nyongcolang = Terbaik
Nyumput = Sembunyi
Nyuruput = Meminum / Seruput

O
Oge = Juga
Ogo = Manja
Olo-olo = Kolokan
Olok = Kebanyakan
Ombak = Gelombang
Ondang = Undang
Ondangan = Undangan
Ongkoh = Katanya
Ongkos = Tarip
Opat = Empat
Oray = Ular
Orok = Bayi

P
Pacabakan = Pegangan / Pekerjaan
Pacilingan = WC di atas kolam
Pacul = Cangkul
Padaharan = Perut
Paeh = Meninggal / Mati
Pageto = Besok Lusa
Pahatu = Piatu
Pahatu Lalis = Yatim piatu
Pait = Pahit
Pajaratan = Kuburan
Pakarangan = Halaman rumah
Pake = Pakai
Palangkakan = Selangkangan
Palastik = Plastik
Palay = Mau
Palid = Hanyut
Paling = Curi
Palu = Palu / Martil
Pamajikan = Isteri
Pamarentah = Pemerintah
Pameget = Laki-laki
Pameunteu = Wajah
Panangan = Tangan
Panata Harta = Bendahara
Panceg = Teguh
Pancen = Tugas
Paneunggeul = Pemukul
Pangambung = Hidung
Panganten = Pengantin
Pangaos = Harga
Panitik = Penitih
Panon = Mata
Panonpoe = Matahari
Panto = Pintu
Pantrang = Tak pernah
Panyawat = Penyakit
Paok = Curi
Papada = Sesama
Papah = Jalan
Papatong = Capung
Papay = Telusuri
Papendak = Bertemu
Parabot = Peralatan
Paranti = Untuk (kegunaan)
Parantos = Sudah
Paras = Cukur
Parawan = Gadis / Perawan
Pareum = Padam
Paria = Pare
Parin = Serah / Memberikan
Parung = Jeram
Pasagi = Persegi
Pasanggiri = Lomba
Pasea = Bertengkar
Pasini = Janji
Pasir = Bukit
Pasisian = Kota Pinggiran
Patali = Berkaitan
Patlot = Pensil
Patuangan = Perut
Patut = Tampang
Pawon = Dapur
Payun = Depan
Pecut = Cambuk
Pedes = Lada
Pegek = Pesek
Pek = Silakan
Pelak = Tanam / Menanam
Pelem = Gurih
Pelesir = Piknik
Pelong = Tatap
Pelor = Peluru
Pendak = Bertemu
Pengker = Belakang
Pengkol / Mengkol = Belok / Membelok
Pengkolan = Belokan
Pengpar = Larikan ke sebelah
Peot = Kurus
Percanten = Percaya
Perhatosan = Perhatian
Perkara = Hal / Perihal
Perkawis = Hal / Perihal
Persaben = Tukang Minta-minta
Peryogi = Perlu
Pesak = Saku
Pesek = Kupas
Peser = Beli
Peso = Pisau
Pestol = Pistol
Peuncit = Gorok
Peunteun = Nilai
Peura = Serak / Parau
Peureum = Pejam
Peureut = Peras
Peurah = Bisa Ular
Peurih = Pedih
Peuting = Malam
Peuyeum = Tape
Pi = Bakal
Pias = Pudar
Piceun = Buang
Pidang = Menampilkan
Piding = Sekat
Piit = Pipit
Pikeun = Untuk / Teruntuk
Pilari = Cari
Pilih = Memilih
Pinarep = Payudara
Pingping = Paha
Pingpong = Tenis Meja
Pinton = Tayang
Pinter = Pintar
Pipir = Samping Rumah
Pirak = Cerai
Piraku = Masa
Pireu = Bisu
Pisan = Sekali / Amat / Sangat
Poe = Hari
Poe = Jemur
Poek = Gelap
Poho = Lupa
Pondok = Pendek
Pribados = Pribadi / Saya Sendiri
Pribumi = Tuan rumah
Pulisi = Polisi
Pulpen = Ballpoin
Pun Buang = Ibu
Punten = Maaf / Permisi
Pupuhu = Pemimpin/Ketua
Pupus = Meninggal dunia/mati
Pupus = Meninggal dunia
Pupus = Hapus
Purun = Jadi = Jadi
Purunyus = Genit
Puseur = Tengah
Putra = Anak


SUNDA - INDONESIA ( R,S,T,U,W,Y )

R
Rada = Agak
Ragaji = Gergaji
Ragrag = Jatuh
Raheut = Luka
Rahul = Bohong
Rahul = Bohong
Rajin = Giat
Raka = Kakak
Raket = Intim
Raksukan = Baju / Pakaian
Rama = Bapak
Rambut = Rambut
Rame = Ramai
Ramo = Jari
Rampak = Gabung / Bersama-sama
Rampung = Beres
Rampus = Rakus
Ranca = Rawa
Rancucut = Basah Kuyup
Randa = Janda
Randa Bengsrat = Janda Kembang
Ranggeum = Cengkram
Rangu = Renyah
Raos = Enak
Raraosan = Perasaan
Raray = Wajah / Muka
Rawayan = Jembatan
Reang = Riuh
Receh = Uang Kecil
Regot = Seruput
Rehe = Rese
Rencang = Teman
Rengkog = Berhenti Tiba-tiba
Rengkuh = Hormat
Rengse = Selesai
Repeh = Hening
Reueuk = Awan
Reueus = Bangga
Reuma = Jari
Reuneuh = Hamil
Reungit = Nyamuk
Reuwas = Terkejut
Rewog = Lahap
Reyod = Reot
Rikrik = Hemat
Ringkes = Ringkas
Ringkid = Bawa
Ririwa = Hantu
Rohangan = Ruangan
Rompo = Jompo / Renta
Rorompok = Rumah
Ruhay = Bara Api
Ruksak = Rusak
Rumaos = Merasa
Rumbah = Kumis
Rungsing = Ruwet
Runtah = Sampah
Rupa = Macam / jenis
Rupa-rupa = Aneka
Rupi = Macam/jenis
Rusiah = Rahasia
Rusuh = Terburu-buru

S
Sabalikna = Sebaliknya
Sabaraha = Berapa
Sabet = Sambit
Sadaya = Semua
Saderek = Saudara
Sae = Bagus
Saeutik = Sedikit
Saha = Siapa
Sajabina = Kecil
Sakalor = Ayan
Saladah = Seladah
Salaki = Suami
Salapan = Sembilan
Salatu = Uban
Salawe = Dua Puluh Lima
Salempang = Kuatir
Salira (awak) = Badan
Samak = Tikar
Sambel = Sambal
Sami = Sama
Sampak = Sudah Ada
Sampean = Kaki
Sampeur = Ajak
Sampurasun = Permisi
Sanes = Bukan
Sanggem = Sanggup
Sangka = Duga
Sangki = Duga
Sapagodos = Setuju
Sapalih = Sebagian
Sapatu = Sepatu
Sapertos = Seperti
Saprak = Semenjak
Sapuluh = Sepuluh
Sarakah = Tamak / Serakah
Sare = Tidur
Sarebu = Seribu
Sareng = Dan / Dengan
Sarimbit = Sekeluarga
Sarua = Sama
Sarupaning = Semacam
Sasab = Tersesat
Sasak = Jembatan
Sasapu = Menyapu
Sasih = Bulan
Satia = Setia
Sato = Binatang
Saung = Gubuk
Saur = Kata
Sawang = Bayang
Sawareh = Sebagian
Sayang = Sarang
Sayogi = Sedia
Sebat = Sebut
Seep = Habis
Segut = Semangat
Sejen = Lainnya
Selap = Sisip
Semah = Tamu
Sendal = Sendal
Sentak = Gertak / Hardik
Sepen = Kamar tidur
Sepuh = Tua
Serab = Silau
Serat = Surat
Seren = Serah
Sering = Kerap
Sesa = Sisa
Sesah = Susah
Seubeuh = Kenyang
Seueur = Banyak
Seukeut = Tajam
Seuneu = Api
Seungit = Wangi / Harum
Seupah = Sepah / Ampas
Seupan = Kukus
Seureud = Sengat
Seureuh = Sirih
seuri = Senyum / Tertawa
Seuseup = Hisap
Sia (kasar) = Kamu
Siang = Siang
Sieun = Takut
Siga = Seperti
Sihung = Taring
Siki = Biji
Siluman = Hantu
Simeut = Belalang
Simpang = Mampir
Simpe = Sunyi
Simpen = Simpan
Sinareng = Dengan
Sindang = Mampir
Sirah = Kepala
Siram = Mandi
Sireum = Semut
Sirik = Iri
Situ = Telaga / Danau
Soak = Kaget
Soang = Angsa
Sobat = Sahabat
Soca = Mata
Sologoto = Ceroboh
Solokan = Parit
Someah = Ramah-tamah
Sono = Rindu
Sonten = Sore
Sora = Suara
Soweh = Sobek
Sowek = Sobek
Suan = Keponakan
Sugan = Jika
Suku = Kaki
Sumanget = Semangat
Sumping = Datang / Tiba
Sumuhun = Iya betul
Sungut = Mulut
Supa = Jamur
Supata = Sumpah
Surak = Sorak
Sureum = Kabur
Susu = Payudara
Susukan = Sungai

T
Taar = Dahi / Jidat
Tabuh = Jam
Tajug = Surau
Taktak = Pundak
Talaga = Telaga / Danau
Taliti = Cermat
Tambelar = Durhaka
Tambih = Tambah
Tamper = Endap
Tampik = Tolak
Tampiling = Tampar
Tamu = Tamu
Taneuh = Tanah
Tanggara = Kabar
Tanggay = Kuku
Tangkal = Pohon
Tangkeup = Rangkul
Tangkub = Tengkurap
Tanpadaksa = Cacat
Tapak = Jejak
Taraje = Tangga Bambu
Taraju = Bahu
Tarang = Jidat / Dahi
Tarekah = Usaha
Tarik = Keras (suara)
Tarik = Cepat (lari)
Taros = Tanya
Tarumpah = Sandal
Tatamu = Tamu
Tatangga / Tatanggi = Tetangga
Tatih = Berdiri
Tatu = Luka
Taun = Tahun
Taun = Tahun
Tawis = Tanda (tangan)
Teang = Cari
Tebih = Jauh
Tegal = Lapang
Tegalan = Tanah Lapang
Tehel = Tegel
Teke = Jitak
Tembang = Lagu
Tembong = Kelihatan
Tempo = Lihat
Tengek = Leher
Tengen = Kanan
Tengtrem = Damai
Tenjo = Lihat
Tepang = Jumpa
Tepas = Teras
Tepung = Jumpa
Terang = Tau
Teras = Kemudian
Tere = Tiri
Teteh = Kakak perempuan
Teu = Tidak
Teuas = Keras
Teuing = Tidak Tau
Teuleum = Selam
Teuneung = Berani
Teunggeul = Pukul
Ti = Dari
Tiasa = Bisa
Tihang = Tiang
Tiis = Dingin
Tijalikeuh = Terpeleset
Tikoro = Tenggorokan
Tilar Dunya = Meninggal dunia
Tilas = Bekas
Tilik = Teliti
Tilu = Tiga
Timanten = Dari Mana
Timburu = Cemburu
Tincak = Injak
Tinggal = Lihat
Tipung = Tepung
Tiris = Dingin (suhu udara)
Tisaprak = Sejak / Semenjak
Tisoleda = Terpeleset
Titadi = Dari Tadi
Tiwu = Tebu
Tojos = Tusuk
Tonggoh = Tempat di atas
Tonggong = Punggung
Torek = Tuli
Torowongan = Terowongan
Tuang = Makan
Tuar = Tebang
Tubruk = Tabrak
Tujuh = Tujuh
Tukang = Belakang
Tulale = Belalai
Tulung = Tolong
Tumbak = Tombak
Tumbila = Kutu Busuk
Tunduh = Kantuk....Mengantuk
Tundung = Usir
Tunggara = Sedih / Merana
Tungtung = Ujung
Tutung = Hangus
Tuur = Lutut / Dengkul

U
Ucing = Kucing
Udag = Kejar
Udur = Sakit
Ulah = Jangan
Ulem = Undang
Ulin = Main
Umur = Usia
Unggal = Tiap
Unggeuk = Manggut
Ungkluk = WTS
Uninga = Tau
Upami = Jika
Urang = Saya
Urut = Bekas
Usik = Gerak
Utami = Utama
Uyah = Garam

W
Wadul = Bohong
Wahangan = Sungai / Kali
Waja = Baja
Waktos = Waktu
Walagri = Sehat
Waler = Jawab
Walirang = Belerang
Walungan = Sungai
Waluya = Sehat
Wanara = Mo-nyet
Wanci = Waktu
Wangsul = Pulang
Wangun = Bangun
Wani = Berani
Wanoh = Kenal
Wanoja = Gadis / Remaja
Wantun = Sanggup
Waos = Gigi
Waragad = Biaya
Wareg = Kenyang
Warsi = Tahun
Wartos = Warta
Waruga = Badan
Wasta = Nama
Wasuh = Cuci
Watek = Watak
Wates = Batas
Wawacan = Legenda
Wawar = Memberi Kabar
Wawasan = Hikayat
Wawuh = Kenal
Wayah = Waktu
Wedak = Bedak
Weduk = Kebal
Wegah = Enggan
Welas = Sayang
Wengi = Malam
Wetan = Timur
Wetis = Betis
Weuteuh = Baru
Widang = Bidang
Widi = Ijin
Wijaksana = Bijaksana
Wilangan = Bilangan
Wilujeng = Selamat
Wilujeng Enjing = Selamat Pagi
Wilujeng Siang = Selamat Siang
Wilujeng Sonten = Selamat Sore
Wilujeng Wengi = Selamat Malam
Winojakrama = Lomba
Wios = Biar
Wungkul = Hanya / saja
Wuruk = Mengajar
Wuwung = Atap

Y
Yen = Bahwa
Yuswa = Usia

Otentifikasi dan Keamanan Untuk Jaringan

Jika kita sering bekerja dengan jaringan, maka tidaklah mengherankan bagi kita mengapa kita perlu memikirkan otentifikasi untuk mengendalikan keamanan jaringan. Jaringan komputer atau yang dikenal dengan internet merupakan sistem terbuka (open system) dimana semua orang dapat masuk ke komputer milik orang lain yang terhubung di dalam internet. Sistem terbuka juga mensyaratkan bahwa tidak ada ‘batasan’ bagi orang lain untuk masuk ke dalam jaringan kita, misalnya dengan menggunakan web browsing, akses ftp  dan lain sebagainya.
Akan tetapi permasalahan akan timbul jika orang yang masuk ke dalam jaringan kita mempunyai maksud yang kurang baik. Seorang kompetitor misalnya, dapat saja masuk ke dalam jaringan komputer saingannya dengan tujuan mengubah sistem yang dimiliki saiangannya agar tidak dapat berfungsi dengan baik, mencuri data-data pelanggan saingan, mencuri data statistik dan lain sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan otentifikasi dan pengendalian akses ke dalam sistem. Secara sederhana sebuah prosedur otentifikasi adalah prosedur pengenalan jati diri seorang pemakai kepada sistem dan pemberian kartu hak akses tertentu dari sistem kepada pemakai yang bersangkutan. Seorang pemakai yang telah melewati proses otentifikasi tertentu akan memiliki hak akses tertentu dan tentu saja selalu dapat diawasi dan dikendalikan oleh sistem. Tulisan berikut ini akan memberikan dasar-dasar mengenai otentifikasi dan definisi-definisi yang berkaitan dengan keamanan jaringan.

ACL, NTLM dan Definisi-definisi Lainnya
Sebelum kita membahas lebih jauh, akan dikemukakan istilah-istilah yang sering digunakan untuk pengendalian hak akses terhadap sistem.

  • Access Control Lists (ACLs)
Setiap ACL merupakan daftar dari kendali akses yang menunjukkan hak akses dan informasi untuk audit yang digunakan oleh sistem, misalnya oleh Windows NT atau oleh proxy server. Didalam Windows NT, ACLs ini akan digunakan bersama-sama dengan sistem akses file sytem NTFS (New Technology File System). Windows NT menggunakan daftar ini untuk melihat siapa saja yang telah diberikan hak untuk mengakses sumber daya tertentu (file atau folder) dan hak apa yang telah diberikan kepadanya, seperti membaca, menulis dan mengeksekusi. Didalam sistem file UNIX, hak akses ini dapat dilihat dari bit-bit kode akses yang meliputi akses untuk user, akses untuk group user serta akses untuk global user. Akses untuk user berlaku untuk user yang besangkutan, akses untuk group user berlaku untuk user-user lain yang masih berada dalam satu group dengan user yang bersangkutan sedangan akses global user berlaku untuk user yang tidak berada dalam satu group dengan user yang bersangkutan. Setiap file dalam file sistem UNIX memiliki bit-bit pengendali tersebut.

  • Challenge/Response
Proses otentifikasi melibatkan prosedur challenge/response yang terjadi pada saat dimulainya sebuah otentifikasi. Ketika seorang pemakai ingin meminta hak akses kepada sistem maka sistem akan mengirimkan challenge kepada pemakai kemudian pemakai mengirimkan kode yang sesuai. Sistem akan membandingkan kode yang dikirimkan oleh pemakai dengan kode yang ada didalam database. Jika ada kecocokan maka sistem akan memberikan hak akses sesuai dengan hak yang dimiliki oleh pengguna yang bersangkutan. Contohnya, pada saat seorang administrator Web ingin mengakses IIS (Internet Information Service) di Windows NT maka proses challenge/response terjadi agar sistem dapat memberikan hak akses yang sesuai. Contoh lain dalam sistem UNIX yang menggunakan one-time password, seorang pemakai yang ingin melakukan koneksi terminal (telnet) ke dalam sistem harus memasukkan password sebelum sistem memberikan hak akses terhadap terminal. Proses challenge/response yang terjadi disini yaitu pemakai menghubungi server melalui port telnet (21), kemudian server membentuk hash serta challenge key. Pemakai kemudian membalas challenge key tersebut dengan one-time-password yang sesuai. Selanjutnya response/jawaban dari pemakai akan dibandingkan dengan database yang ada didalam sistem, sebelum diputuskan untuk memberikan akses atau tidak.

  • NTLM
NTLM adalah teknik otentifikasi Challenge/Response yang digunakan oleh Window NT. NTLM singkatan dari Windows NT LAN Manager, sebab teknik ini dikembangkan pertama kali dan digunakan oleh Microsoft LAN Manager

  • One-Time-Password
One-Time-Password adalah teknik otentifikasi Challenge/Response yang sering digunakan oleh UNIX system. Dengan teknik ini sebuah password hanya dapat digunakan satu kali dimana response yang sesuai akan diminta oleh sistem, berdasarkan challenge key yang diberikan pada saat proses otentifikasi.

  • SAM
SAM atau kepanjangan dari Security Account Manager adalah database yang berisi data pemakai dan group. SAM tidak menyimpan password dalam bentuk ASCII tetapi dalam bentuk hash. SAM digunakan oleh Windows NT dan terletak di HKEY_LOCAL_MACHINE\SAM dan HKEY_LOCAL_MACHINE\Security\SAM


Hash dalam keamanan jaringan
Dalam sebuah sistem terbuka, dimana komunikasi berlangsung melewati beberapa, ratusan bahkan ribuan komputer lainnya yang terhubung dalam jaringan maka pengiriman data dari satu tempat ke tempat lainnya akan sangat rawan terhadap penyadapan. Bagaimana jika hal ini terjadi sesaat sebelum proses otentifikasi berlangsung. Seorang ‘sniffer’ (penyadap data yang dikirimkan melalui internet) dapat mengendus password dan nama pemakai yang dikirimkan melalui jaringan. Untuk mengatasi hal ini maka dibuatlah algoritma hash, dimana password akan tersimpan dalam bentuk lain setelah diproses melalui algoritma hash tersebut. Algoritma standar hash yang sering digunakan adalah MD4 yang akan menghasilkan 16 byte (128 bit) hash, atau dengan kata lain, berapapun panjang bit yang dimasukkan dalam algoritma ini, maka panjang bit keluaran hasil hash adalah 16 byte (128 bit). Secara teoritis sangatlah tidak mungkin untuk menggabungkan hash dan algoritma yang dipakai serta kemudian melakukan proses revers secara matematis untuk memperoleh password yang bersesuaian. Atau dengan kata lain, proses hash hanya berlangsung satu arah dan bukan proses yang dapat dibalik.


Enkripsi dalam keamanan jaringan
Selain beberapa definisi serta teknik yang disebutkan diatas, salah satu teknik yang sangat penting adalah enkripsi. Coba bayangkan pada saat kita melakukan koneksi terminal (telnet , port 21) pada jaringan kita dari Jakarta ke Surabaya melalui Internet yang notabene melalui ratusan bahkan ribuan router. Dalam spesifikasinya, komunikasi terminal tersebut mentransmisikan data-data dalam bentuk text ASCII. Jika kemudian ada seorang sniffer yang mengendus data-data yang ditransmisikan antara komputer server dengan terminal kita maka data-data tersebut akan dengan mudah terbaca. Jika kemudian kita membaca email yang ada dalam server kita, maka sniffer tadi juga dapat ikut membaca email yang kita baca.
Untuk mengatasi hal tersebut diatas maka diciptakan sistem enkripsi dimana data-data yang dikirimkan sudah dalam bentuk terenkripsi. Untuk melakukan enkripsi dibutuhkan kunci pembuka yang harus diketahui oleh server dan pengguna. Akan tetapi jika seorang sniffer dapat mengendus kunci pembuka tersebut, maka dia juga dapat membuka data-data komunikasi antara pemakai dan server. Oleh karena itu diciptakan teknik enkripsi dengan kunci publik dari RSA, dimana kunci publik dapat disebarluaskan secara bebas, sementara kunci privat disimpan secara rahasia. Seorang pemakai yang ingin melakukan koneksi kemudian memberikan kunci publiknya kepada server serta mengambil kunci publik server. Pengguna yang bersangkutan kemudian melakukan enkripsi dengan kunci privat miliknya serta kunci publik milik server kemudian mengirimkan data tersebut kepada server. Server kemudian melakukan de enkripsi dengan menggunakan kunci privat miliknya serta kunci publik milik pengguna yang bersangkutan. Dengan demikian meskipun data dapat diendus oleh sniffer, namun data tersebut tidak dapat diintepretasikan dengan baik dan benar.