Tampilkan postingan dengan label Kisah Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Unik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2012

Kisah Unik Wanita Tergemuk Di Dunia

Loading image...
Wanita Tergemuk Di Dunia Yang Pernah Melahirkan Dan Menu Makanannya (Foto)   
 

Donna Simpson, menurut Guinness World Records, dia adalah wanita tergemuk yang pernah melahirkan. Butuh 30 tim medis untuk membantunya melahirkan putrinya melalui operasi caesar.
Kini empat tahun sudah berlalu pasca sang putri lahir. Berat badan Simpson semakin bertambah dan kini sudah mencapai  457 kg. Menurut Guinness, ia wanita tergemuk kedua di dunia.

Donna merupakan wanita tergemuk yang pernah melahirkan

Lihat ukuran badannya

Bersama (mantan) suami, Philippe Gouamba

Simpson sudah berpisah dari pasangan hidupnya dan orang yang membantunya makan, Philippe Gouamba. Satu-satunya orang yang kini membantunya dalam urusan makan adalah putrinya yang berusia empat tahun, Jacqueline.

Berbelanja dengan sepatu roda khusus bersama putrinya

Menu yang dia habiskan sekaligus sekali makan.

Untuk memenuhi kebutuhannya, setiap hari Simpson harus mengonsumsi 15.000 kalori. Ia pun membutuhkan bantuan Jacqueline untuk membeli dan menyiapkan makanannya.

"Dia membantuku memasak dan berbelanja. Aku biasanya memakai skuter untuk berkeliling toko dan dia yang berjalan-jalan untuk mengambil makanan kesukaanku," tuturnya pada majalah Closer.

"Siapapun yang mengatakan aku memberikan contoh buruk, sebaiknya menutup mulut mereka. Mereka tidak tahu betapa aku sangat mencintai anakku," tambah Simpson.

Wanita yang mengalami kesulitan untuk berjalan dan menderita tekanan darah tinggi, jantung dan diabetes itu mengatakan, kondisinya ini ternyata dimaklumi sang putri. Kata Simpson, Jacqueline mengagumi perut besarnya.

"Dia malaikat kecilku," tuturnya. Menurutnya, Jacqueline sangat berbeda darinya. Putrinya itu menjalani hidup yang sehat. "Dia suka makan salad dan berolahraga," jelas Simpson.


Donna sangat mengasihi putri semata wayangnya

Simpson sebenarnya sedang mencari orang lain yang bisa membantu menyiapkan makanannya sehingga putri kecilnya tidak terbebani lagi. "Orang itu harus tampan, langsing dan setidaknya 10 tahun lebih muda dari aku," katanya.

Donna merasa kerepotan dalam menjalankan urusan rumah

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Donna memiliki situs khusus pengagum orang gemuk. Dia mendapat keuntungan dari orang-orang yang datang ke situsnya dan membayar untuk melihat foto apa yang dimakannya. Sampai saat ini, ia memiliki 7 ribu penggemar dan mendapatkan keuntungan 6 ribu poundsterling setahun

Rabu, 02 Mei 2012

Kisah Sukses | Rustono Juragan Tempe Di Jepang


artikel-populer.blogspot.com - Rustono, Juragan Tempe Indonesia di JepangTerlahir di kota kecil Grobogan, Jawa Tengah ternyata tidak menyurutkan semangat juang Rustono (43) untuk meraih mimpi besarnya. Siapa sangka bila seorang mantan bell boy Hotel Sahid Yogyakarta ini sekarang bisa sukses merintis usaha tempe di negeri sakura (Jepang) serta mendapatkan gelar khusus yakni The King of Tempe.
Meskipun bisnisnya kini telah berkembang dengan pesat, namun perjalanan suksesnya dalam membangun usaha tempe tidaklah semulus apa yang kita bayangkan. Setelah memutuskan untuk menuntut ilmu di Akademi Perhotelah Sahid pada tahun 1987, Ia kemudian merintis karirnya sebagai seorang bell boy di Hotel Sahid Yogyakarta hingga bertahun-tahun lamanya. Pengalaman inilah yang kemudian mempertemukan Rustono dengan seorang wanita asli Jepang bernama Tsuruko Kuzumoto, yang kini telah dipersunting sebagai istrinya.

artikel-populer.blogspot.com - Rustono, Juragan Tempe Indonesia di Jepang
Di tahun 1997, Rustono memutuskan untuk hijrah ke Kyoto, Jepang untuk melanjutkan hidup baru bersama istri tercintanya. Dari sinilah perjuangan Rustono mulai dirintis dari awal. Ia bekerja di beberapa perusahaan Jepang mulai dari perusahaan sayur-mayur higga perusahaan roti yang semuanya menuntut ketelitian dan tanggungjawab cukup besar dari para karyawannya. Rustono yang saat itu berprofesi sebagai seorang karyawan, mendapatkan banyak ilmu dari masyarakat di negeri matahari terbit tersebut, baik dari perilaku hidup sehari-hari maupun dari segi etos kerja para karyawan yang relatif cukup tinggi.

Awal Merintis Usaha Tempe
Berbekal pengalaman dan pengetahuannya di beberapa sektor industri, hati kecil Rustono mulai terdorong untuk membuka peluang bisnis baru yang belum pernah ada sebelumnya di Negara Jepang. Terinspirasi dari makanan nato (sebangsa makanan dari kedelai yang rasanya sangat khas orang Jepang), ayah dari Noemi Kuzumoto ini mencoba menekuni sektor bisnis makanan dan membuat tempe dengan sedikit pengetahuan yang pernah Ia ketahui.
Proses trial and error Ia jalani kurang lebih selama empat bulan, bahkan Ia rela pulang ke Indonesia selama tiga bulan hanya untuk belajar membuat tempe yang lezat dari 60 pengrajin tempe di seluruh Pulau Jawa. Kuatnya tekad dan semangat Rustono untuk terus belajar memproduksi tempe, akhirnya membuahkah hasil manis sehingga Ia berhasil membuat tempe yang lezat dengan bantuan ragi dari Indonesia, dan memanfaatkan sumber mata air di sekitar kediaman mertuanya.

Setelah berhasil memproduksi tempe dengan sempurna, ternyata masih banyak kendala usaha yang dihadapi oleh Rustono. Salah satunya yaitu mengenai izin produksi di Negara Jepang yang cukup rumit (harus melalui berbagai tahap penelitian dan tes), serta kendala iklim alam yang kurang bersahabat karena memiliki kelembapan udara kurang dari 60%, sehingga proses fermentasi tempe tidak bisa berjalan maksimal tanpa bantuan peralatan khusus yang bisa menjaga kestabilan cuaca.

Semua kendala tersebut dijadikannya sebagai sebuah tantangan baru, hingga pada akhirnya Ia berhasil mengantongi perizinan dari pemerintah setempat dan memasarkan produk tempenya dengan merek Rusto Tempeh yang dilengkapi dengan ilustrasi gambar suasana kehidupan kampung di Pulau Jawa. Dengan memanfaatkan kemasan produk 200 gram, sekarang ini kapasitas produksi Rusto Tempeh bisa mencapai 16.000 bungkus setiap lima hari. Ia memasarkan produk tempenya hampir ke seluruh kota di Jepang, baik di perusahaan jasa boga, rumah makan vegetarian, toko swalayan, sekolah-sekolah, hingga ke beberapa rumah sakit di Fukuoka.

Kerja keras dan semangat juang Rustono di negeri sakura, kini telah terbayar dengan keberhasilan usaha tempe yang Ia rintis. Bila dulunya usaha tempe Rustono dijalankan di rumah kecilnya, kini suami Tsuruko Kuzumoto ini telah membangun pabrik tempe di kawasan pinggir hutan yang bermata air dan memanfaatkan lahan seluas 1.000 meter2. Semoga kisah pengusaha sukses dari Grobogan, Jawa Tengah ini memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk segera memulai usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

Minggu, 29 April 2012

Ini Dia Gan, anak Manusia Terhebat di Dunia

Kim Ung-Yong : Manusia Ber-IQ Tertinggi di Dunia

Lahir pada tahun 1962, Anak dari Korea ini dinobatkan sebagai manusia jenius di seluruh dunia. Bayangkan Pada unur 4 tahun, dia sudah bisa membaca huruf Jepang, Korea,Jerman,Inggris. Pada umur 5 tahun ia mampu memecahkan masalah pada soal kalkulus. ia mencatatkan dirinya pada Guinness Book of World Records dengan “Highest IQ” 210.
  1. Gregory Smith : Mendapatkan Penghargaan Nobel Pada Usia 12

Lahir pada tahun 1990, Gregory Smith mencatatkan namanya pada nobel perdamaian berkat usahanya dalam mendirikan International Youth Advocates yang merupakan perkumpulan Orang muda seluruh dunia. Ia pernah bertemu langsung dengan Presiden Bush, dan juga Michael Gorbacev lho…
  1. Akrit Jaswal : Dokter Bedah usia 7 tahun

Julukan “anak terpandai di dunia” telah melekat pada Akrit Jaswal, seoarang anak dari India. Ia mengejutkan Publik, ketika pada umur 7 tahun melakukan pembedahan pada seorang gadis lokal di tempatnya.
Gadis itu menderita luka bakar di tangannya, hingga tangannya tidak dapat dibuka, dan jaswalpun melakukan pembedahan hingga jemari gadis itu bisa terbuka seperti sedia kala. Saat ini, ia tercatat sebagai dokter paling muda di dunia, ia diterima di Universitas pada usia 11 tahun.
  1. Cleopatra Stratan : Bocah Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu

Lahir Pada 6 Oktober 2002 di Chisinau. ia adalah pencatat sejarah di Industri musik sebagai seorang penyanyi. Dengan albumnya tahun 2006 La vĂ¢rsta de trei ani (”pada usia 3″). Dia mencatat record seorang artis cilik yang tampil diatas panggung dengan ribuan penggemarnya. Dia juga menerima penghargaan MTV Award dalam Artis termuda yang mencetak #1 Hit
  1. Aelita Andre : Pelukis di usia 2 tahun

Anak kelahiran Australia ini, baru berumur dua tahun sudah menunjukkan kualitasnya sebagai jenius, ia memiliki sebuah gedung pertunjukkan untuk karya-karya abstraknya.
Pada mulanya Mark Jamieson, direktur dari Brunswick Street Gallery di Melbourne’s Fitzroy. Tretarik melihat sebuah poto lukisan dari Aelita Andre. dan dia menginginkannya bergabung dalam grupnya karena bakat lukisannya itu. Ketika undangan telah dibuat, ia baru saja menyadari bahwa Aelita adalah anak yang masih berumur 22 bulan. Namun ia tetap melanjutkan pertunjukannya itu.
  1. Saul Aaron Kripke : Mengajar Havard saat Masih Duduk di Bangku SMA
Lahir di New York dan tumbuh dewasa di Omaha di 1940. Jenius satu ini, saat kelas empat ia menguasai aljabar, saat akhir SD ia sudah bisa geometri, kalkulus dan filsafat. Saat SMU ia memperoleh surat dari Harvard agar melamar sebagai dosen, namun ibunya menyuruhnya untuk menamatkan sekolahnya dahulu. Kripke dihadiahi Schock Prize, Nobel Filosofi. Sekarang, ia dinobatkan sebagai ahli filsafat terbesar dalam sejarah
  1. Michael Kevin Keaulus : kuliah pada umur 10 tahun

Kaerny, lahir tahun 1984, ia menyelesaikan kuliah pada umur 10 tahun. dan tercatat sebagai sarjana termuda. ia mengajar universitas pada usia 17 tahun. Namanya semakin mencuat kala dia memenangkan sebuah kuis online. Pada 2006, dia mencapai final di tanda burnett/aol perebutanGold Rush, permainan menguji/teka-teki, dan menjadi pemenang pertama 1 juta di permainan kenyataan online.
  1. Fabiano Luigi Caruana : Grandmaster pada usia 14

Seorang anak berwarga negara America dan Italia ini sungguh jenius. Pada tahun 2007 ia memperoleh Grandmasternya, 11 bulan, 20 hari. sejarah telah mencatat namanya dalam Grandmaster termuda.
Dan baru-baru ini pada bulan April 2009, ia memperoleh Elo rating 2649, dalam usianya yang dibawah 18 tahun, membuatnya sebagai pemeroleh ranking terbanyak, dan menakjubkan, hal itu dilakukannya sebelum usianya genap 18 tahun.
  1. Willie Mosconi : Pemain Bilyard Professional pada usia 6 tahun

Mendapat julukan “Tuan Pocket Billiards”. Dia berasal dari Philadelphia, Pennsylvania. Ayahnya seorang pemilik tempat Billyard, namun ayahnya tidak mengizinkannyamain, ia sering berimprovisasi dengan gagang sapu milik ibunya. Ayahnya melihat bakat anaknya, ia sering mengalahkan orang-orang yang lebig tua darinya.
Antara tahun 1941 dan 1957, dia memenagkan BCA World Championship selama 15 kali tanpa perbah kalah sekalipun. ia memebuat berbagai macam trik, membuat banyak rekor, dan membuat billyard menjadi olahraga yang terkenal.
  1. Elaina Smith : Penyiar Usia 7 tahun

Dalam usianya yang 7 tahun Elaina telah menjadi penyiar radio dengan pendengar yang melebihi umurnya. Elaina banyak memberikan solusi tentang percintaan kepada para pendengarnya. Bagaimana caranya memutuskan pacar, Bagaimana caranya untuk membina hubungan yang harmonis.

Jumat, 27 April 2012

Kisah Inspiratif dari seorang Pepeng


Lebih dari dua tahun, mantan juara lawak mahasiswa tahun 78 ini terjebak dalam tempat tidur dan kursi roda. Sejak Juli 2005, Pepeng Allah uji dengan penyakit langka. Namanya masih asing di telinga orang kebanyakan, multiple sclerosis.

Penyakit ini menyerang susunan saraf pusat yang memunculkan terjadinya proses inflamasi dan demyelinisasi. Akibatnya, terjadi kerusakan saraf motorik, sensorik, dan otonom. Dari situlah, pria kelahiran Sumenep Madura, 23 September 1954 ini mengalami kelumpuhan.

Awalnya, Pepeng dan keluarga tidak tahu jenis penyakit yang menyerangnya. Selama kurang lebih 5 bulan, Pepeng dan keluarga diombang-ambing dengan kebingungan dan ketidakpastian.

Setelah datang ke Prof. Dr. Jusuf Misbach di RSCM, Pepeng diperiksa lebih rinci. Ada pemeriksaan tambahan yang tidak dilakukan dokter-dokter sebelumnya. Seperti, MRI, EMG, pemeriksaan cairan otak, serta pengambilan sumsung tulang belakang. Hasil pemeriksaan dikirim ke Ameriksa Serikat untuk diteliti lebih lanjut.

Pada 5 November 2005, Prof. Misbach melaporkan hasil laboratorium dari AS kepada Pepeng. Dari situlah pria yang pernah menjadi caleg Partai Keadilan Sejahtera untuk daerah pemilihan Sumenep Madura pemilu 2004 ini tahu kalau penyakitnya bernama multiple sclerosis. Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan. Kalau pun ada, hanya memperpanjang jarak kambuh.

Sejak itu, hari-hari panjang dilalui Pepeng penuh keprihatinan. Ia mencoba untuk tetap tegar dan sabar dalam menghadapi cobaan Allah yang tentu menyimpan hikmah di balik beratnya itu.

Dalam suasana hidup yang jauh dari hiruk pikuk kesibukan umumnya, ayah 4 anak ini mencoba memaknai hidup dengan lebih dalam. Ia rangkai garis demi garis peristiwa yang pernah ia alami.

Berikut penuturan Pepeng kepada Eramuslim.
Sebelum saya sakit, saya selalu road show. Aspek yang saya fokuskan adalah dalam rangka jihad i'lami, sharing informasi tapi lebih ke multmedianya. Pada tanggal 29 Mei 2007, resmi berdiri Islamic Broadcasting Forum.

Dari aspek ide, sudah bagus. Mungkin peralatan yang masih perlu peningkatan.

Saya dan isteri sudah janji. Kalau sudah enakan, mau buka lagi seperti di daerah Wanayasa Purwakarta. Melalui desa binaan itu, saya berencana mau dibuatkan radio. Subhanallah, tuh radio efektifnya bukan main dari sisi dakwah.

Banyak sekali hikmah yang ana bisa dapat selama ana sakit. Yang bener-bener sekarang saya paham, bahwa kata adalah fakta. Bukan pembentuk fakta. Kalau kecerdasan interpersonal saya, jadi saya mengoreksi diri saya, mengenali diri saya, mencari kata yang pas untuk diri saya itu salah. Berarti semua respon saya salah. Artinya, bahwa semua akhlak saya tidak sesuai dengan apa yang diajarkan.

Jadi, sekarang saya ngertiii sekali, kenapa Rasulullah menganjurkan kita untuk bicara sesuai dengan bahasa kaum. Wah, ini dalem banget buat saya.

Saya kan sedang mempersiapkan diri untuk menyelesaikan S3. Tapi, belum dapet-dapet. Karena, memang di Indonesia belum ada institusi kuliah jarak jauh, kecuali UT.

Saya merenung, apa sih yang membentuk dunia ini. Setelah saya cari, ya kata. Hatta, Allah dengan firman-Nya yang absolut, mutlak benar, tidak spekulatif, tidak asumtif; itu semua kata.

Itu semua yang akhirnya membuat saya jauuuh lebih dekat kepada keluarga saya.

Saya minta maaf ke isteri saya. Ternyata selama ini, saya nggak pantes menjadi suami. Dari semua buku yang saya baca, Rasulullah belum pernah membuat susah isterinya. Rasulullah selalu menghandle dirinya sendiri.

Belakangan ini, bahkan dalam mengartikan sakit saya, dalam kalimat pun itu sangat penting bagi diri saya. Misalkan kalau saya katakan, ini adalah musibah. Kayaknya, kita terlalu kecil sampai dikasih musibah sama Allah. Wallahu a'lam, apa saya salah.

Tapi menurut apa yang saya pahami, bahwa Allah tidak menghinakan orang sakit. Justru, Allah memberikan previlej untuk orang sakit dengan selalu dekat dengan yang sakit. Dari situ, ketakutan saya jadi hilang.

Waktu luka saya membesar, saya berduaan dengan isteri saya sudah kayak profesor. Apa yang mesti saya lakukan? Kalau toh kita ke dokter, ya aspek ekonomi lah. Yang kedua, mereka akan bolongin lagi. Dan saya sudah ngalamin dibolongi sampai 18 senti.

(Penyakit yang menjangkit di tubuh Pepeng, akhir-akhir ini memunculkan luka di bagian belakang tubuh. Luka itu terus membesar dan mengeras. Karena itu, salah satu pengobatannya adalah dengan mencongkel luka itu.)

Terus saya bilang, apa saya nyerah aja ya. Nah, ini yang salah. Waktu disiapin pisau yang akan nyayat saya, isteri seperti ingin bilang, saya takut.

Ternyata, dialog kami itu salah. Kita tidak saling mendukung. Nggak mungkin saya akan maksa dia. Kedua, kalau fear factor dia masih ada, sedangkan saya sudah hilang, saya harus ngajak dia. "Ya udahlah. Pokoknya kalau ada apa-apa, kamu nggak takut kan. Coba cek, congkel."

Bayangin, Allahu Akbar. Isteri saya ini baja banget. Anak-anak hampir nggak percaya kalau saya diurus oleh isteri yang sopan banget. Semuanya dia urus.

(Selama sakit, Pepeng tidak bisa menggerakkan tubuhnya kecuali bagian pusat ke atas. Karena itu, ia hanya terbaring di tempat tidur. Selama itu pulalah, semua keperluan ditangani isteri beliau. Mulai dari ganti pakaian, selimut, hingga bersih-bersih diri.)

Saya kan nggak bisa ngurus buang air besar dan kecil sendiri. Semua diurusin isteri saya. Subhanallah!

Waktu luka saya dicabut isteri saya, saya lagi tidur. Saya tanya, kenapa saya nggak dibangunin. Dia bilang, nggak. Aku takut nanti kamu panik. Saya bilang, apa iya saya kelihatan panik? Dia bilang, ya nggak lah.

Dulu kalau saya dapat komentar dari isteri saya tentang sakit saya, saya langsung down. Nyungsep. Makanya, saya mohon pada Allah, supaya diberi kecerdasan interpersonal. Ya Allah, kenalkan saya pada diri saya, supaya aku bisa mengenal takdirMu dari sudut pandang yang bagus sekali.

Jadi, dengan berkata-kata dengan Allah, selalu muncul kekuatan pada diri saya.

Jadi, walaupun saya merasakan sesuatu yang nggak enak pada diri saya, saya selalu mengucapkan, terima kasih ya Allah. Karena saya tahu itu semua merupakan proses menuju kesembuhan diri saya.

Saya yakin, dari semua ilmu yang saya pelajari, kalau ada rasa sakit yang berhenti, itu artinya ada perbaikan. Apalagi kalau sakit itu membaik.

Dari semua itu, saya selalu mengeluarkan statemen kepada Allah. Saat itu juga, ruhani saya jadi sehat. Dan kalau ruhani sehat, insya Allah, urusan jasmani jadi terasa kecil.

Jadi, di antara hikmah yang bisa saya petik, kata-kata itu luar biasa. Hati-hati sekali dengan kata-kata.

Bahkan ketika saya ngomong sama anak-anak saya, rangkaian kata-kata itu tidak harus keluar. Semua linguistik yang ada di tubuh kita program perilakunya itu ada dalam kata-kata.

Rasulullah saw. pernah melarang sahabat memarahi orang yang kencing di sebarang tempat. Soalnya, kencing itu bisa dibersihin. Tapi, hati itu sulit dibersihin.

Ketika bicara dengan anak-anak, Rasulullah selalu menyamakan tingginya dengan anak-anak. Jadi, mata dengan mata. Tidak ada superior dan imperior.

Kalau seorang anak yang sampai mendongak ketika berkomunikasi dengan orang tua, sebenarnya secara psikologis komunikasinya itu tidak jalan.

Saya perhatiin, apa yang terjadi di lingkungan kita itu pun karena ketidakbenaran susunan kata-kata.

Kita mesti punya kecerdasan untuk mengapresiasi apa pun yang ada pada diri kita saat ini. Ternyata, memang ada kecerdasan baru dalam dunia psikologi. Yaitu, kecerdasan mengapresiasi apa pun yang ada dalam diri kita.

Kecerdasan inilah yang menjadikan seseorang tidak pernah mengenal putus asa dalam hidup. Dari situ, saya simpulkan bahwa saya tidak sedang sick. Saya hanya pain.

Silakan Allah kasih apa saja buat diri saya. Dan saya akan berusaha untuk selalu bersyukur. (mn)

Kisah Cinta Jutawan yang Sangat Luar Biasa

http://philosofia2012.files.wordpress.com/2012/01/eko-pratomo.jpg

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.




Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Namun ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!


Usianya sudah tidak muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam
, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.


Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari
…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya-- karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing- - Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu 'agar semua anaknya dapat berhasil'.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu." Sambil air mata si sulung berlinang.

"Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi,

kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak,
dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak,
kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku. ..Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit." Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.


Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.


Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa....disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.


Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkimpoiannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama
… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit...” Sambil menangis.

"Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya...BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH".

Sumber : http://kolom-inspirasi.blogspot.com/

Rabu, 25 April 2012

Ini Dia 11 Orang Indonesia Yang Sukses Tanpa Ijazah

Siapa bilang sukses perlu pendidikan yg tinggi, ini contoh 11 orang Indonesia yg sukses tanpa ijazah:
  1. Andy F. Noya
    Andy F. Noya

    PimRed Metro TV ini belum lulus sarjana… Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,”?tutur Andy.
  2. Adam Malik
    Adam Malik

    Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata gak pernah ngenyam bangku sekolah.
  3. M. H. Ainun Najib
    Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi).
  4. Abdullah Gymnastiar
    Abdullah Gymnastiar

    Ternyata sukses menjadi kiai dan wirausahawan (pengusaha besar) tanpa ijazah. Walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini belum mengambil ijazahnya.
  5. Ajip Rosidi
    Ajip Rosidi

    Dia menolak ikut ujian akhir SMA karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”?. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA, pada usia 29 th diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Univ. Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun. Berikut Sejarah Pendidikan Beliau :
    • Sekolah Rakyat 6 tah di Jatiwangi (1950)
    • Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953)
    • Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat)
  6. Bob Sadino
    Bob Sadino
    Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 th mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan tidak melanjutkan kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 t. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.Pada th 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
  7. Andrie Wongso
    Andrie Wongso

    Anak ke 2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 th (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.
  8. Purdi E Chandra
    Purdi E Chandra

    Sosok Purdi E. Chandrakini dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan masuk MURI lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 rb siswa tiap th.Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya.
    Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa2 dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh cita2 dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius untuk berbisnis.
    Kini kabarnya sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh Indonesia.
  9. Hendy Setiono
    Hendy Setiono

    Hendy Setiono (kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 jt atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta.
  10. Buya Hamka
    Buya Hamka

    HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 th, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.
  11. Basrizal Koto
    Basrizal Koto
    Basrizal Koto atau sering disebut Basko lahir di Kampung Ladang, Pariaman dari pasangan Ali Absyar dan Djaninar. Masa kecilnya sangatlah getir, dimana Basko sempat merasakan hanya makan sehari sekali, di mana untuk makan sehari-hari saja sang ibu harus meminjam beras ke tetangga.Ayahnya hanyalah bekerja sebagai buruh tani yang mengolah gabah. Meski sempat bersekolah hingga kelas lima SD, Basko akhirnya berkesimpulan bahwa kemiskinan harus dilawan bukan untuk dinikmati. Atas seizin ibunya, diapun memilih pergi merantau ke Riau dibanding melanjutkan sekolah.Basko yang panjang akal dan visioner mengawali usahanya dengan berjualan pete.Kemahirannya berkomunikasi, membangun jaringan, menepati janji, dan menjaga kepercayaan akhirnya membawanya sukses menaklukan kemiskinan, membangun kerajaan bisnis, dan menciptakan lapangan kerja.
    Jumlah perusahaan yang dikelolanya kini mencapai 15 perusahaan dan sejak 2006 dia juga terjun ke bisnis penambangan batu bara di Riau, menyediakan jasa TV kabel dan Internet di Sumatra.Beberapa perusahaan yang masuk dalam MCB Group miliknya adalah PT Basko Minang Plaza (pusat belanja), PT Cerya Riau Mandiri Printing (percetakan), PT Cerya Zico Utama (properti), PT Bastara Jaya Muda (tambang batubara), PT Best Western Hotel (Hotel Basko), dll. Proyek terakhir yang tengah digarapnya adalah pendirian Best Western Hotel dengan 198 kamar. Sebuah hotel bintang empat plus yang tengah di bangun di Padang, Sumatra Barat.

Source : http://www.unikaneh.com

Kamis, 19 April 2012

Kisah unik Tentang Tembok Raksasa Cina


The Great Wall of China adalah suatu simbol yang sudah tertancap kokoh di dalam mitologi China dan dengan datangnya abad ke 20, Tembok Besar China sudah menjadi simbol nasional bangsa Tiongkok. Berbagai macam perang besar dan peristiwa bersejarah telah terukir di dalam tembok-tembok kuno yang membentuk salah satu keajaiban dunia ini.

Tembok Raksasa China

Berbagai macam pahlawan dan ahli perang, negarawan dan jenderal besar muncul di dalam perang-perang bersejarah di daerah Tembok Besar, semua ini memperkaya isi kebudayaan Tembok Besar. Legenda- legenda indah pun muncul dari antara batu-batu kokoh Tembok Besar, cerita-cerita yang memberi kehidupan ke dalam sosok tembok yang tinggi dan dingin. Cerita-cerita tentang jatuhnya suatu dinasti, kepintaran seorang rakyat biasa, sampai cerita cinta yang menyentuh hati.

Tembok Jiayuguan ( di propinsi Gansu ) adalah salah satu nadi yang membentang di sebagian Jalan Sutra Kuno ( jalur yang membentang dari Eropa Selatan, Arab, India, sampai ke China ). Pembangunannya memerlukan jumlah pekerja dan sumber materi yang luar biasa besarnya. Dari balik tembok-tembok Jiayuguan inilah muncul berbagai macam cerita yang kadang aneh kadang indah tentang pembangunannya.

Konon pada jaman Dinasti Ming ( 1368-1644 ) seorang pekerja yang bernama Yi Kaizhan adalah ahli matematika. Dia mengkalkulasikan bahwa pembangunan Tembok Jiayuguan akan membutuhkan 99,999 buah batu. Pengawasnya tidak percaya dan mengatakan jikalau kalkulasinya salah meskipun dengan satu buat batu saja maka dia dan seluruh pekerja akan dihukum dengan kerja keras selama tiga tahun.

Tembok Raksasa China

Setelah pembangunan selesai, si pengawas sangatlah senang ketika melihat satu batu masih tertinggal di belakang gerbang Xiwong. Tetapi saat itu juga Yi Kaizhan tiba-tiba mengatakan bahwa batu itu ditaruh disitu oleh makhluk supranatural untuk menstabilkan dan jika dipindah satu inci pun seluruh Jiayuguan akan runtuh. Sekarang, para pengunjung Tembok Jiayuguan dapat menemukan batu itu, persis seperti hari dimana si pengawas menemukannya.

SUMBER : www.vivanews.com

Rabu, 11 April 2012

Kisah Supir Taksi Berusia 83 Tahun



Mbah Djariman Taxiku 02 460x306 Supir Taksi Berusia 83 Tahun

 Bisa Anda bayangkan jika Anda disupiri seorang kakek berusia 83 tahun. Mbah Djariman, yang berprofesi sebagai supir taksi setiap harinya berkendara dengan menempuh jarak sejauh 250 km.

mantan anggota Cakrabirawa, pengawal Bung Karno era 1962 -- 1965 ini menuturkan kisah sisa hidupnya  menjadi supir Taxiku. “Hidup adalah perjuangan, jujur dan rajin menjadi dasar hidup saya.” tutur Mbah Djariman.
Meski baru setahun menjadi supir taksi, namun kegigihannya dalam kehidupan ini patut dijadikan contoh. Setiap hari jam 8 pagi Mbah Djariman sudah keluar dari pool Taxiku di kawasan Serpong, Tangerang. Menelusuri jalan-jalan Jakarta untuk mengantarkan para penumpangnya ke tempat tujuan. Kemacetan lalulintas menjadi sarapan kakek dari 9 buyut ini.
Penampilannya yang sederhana dengan blangko menempel di kepala yang menutupi rambut putihnya, menunjukkan kepribadian seorang pensiunan Polisi Militer dengan pangkat terakhir Letnan Dua. Tutur bahasanya  yang sopan dan tegas membuat penumpang  merasa nyaman saat berada di dalam taksi yang dikendarainya. “Hampir semua penumpang menanyakan usia saya,” ungkap si Mbah.
Usia bukan menjadi halangan bagi Mbah Djariman untuk terus berjuang di kota besar seperti Jakarta ini. Saat zaman sebelum Indonesia merdeka, Djariman muda telah terbiasa berjuang melawan penjajah. Pengalamannya saat menjadi seorang tentara membuat dirinya tidak cepat menyerah saat memasuki usia senja. “Negara mendidik saya untuk berani mati dan tidak boleh menyerah.” tegasnya.
Mbah Djariman mengakui dari pada tidak ada kegiatan dan bengong-bengong di rumah lebih baik menjadi supir taksi. Pengalamannya mengendarai mobil sudah tidak diragukan lagi. Apalagi pengetahuannya dengan jalan-jalan tikus yang ada di Jakarta sudah di luar kepala. Saat mulai bekerja menjadi supir taksi pun, Mbah tidak perlu mengikuti tes lagi, langsung masuk dan membawa taksi.
Pertama kali mengendarai mobil pada tahun 1940, saat itu Mbah dipercaya Komandannya membawa “Gurga” model truk tempur dari Jepang. Kemudian mobil “GAZ Komando” dari Rusia, mobil tempur yang menjadi tanggung jawabnya di tahun 1960.
“Kalau sekarang lebih enak, dahulu mobil harus diengkol agar bisa jalan. kalau sekarang tinggal jos aja.” ungkap Djariman. Merek mobil seperti Impala, Holden, Moris, Jeep Willys dan Jeep Mambo menjadi teman setianya saat bertugas sebagai seorang prajurit.
Saat ini Mbah Djariman tinggal dengan cucu dan cicitnya di rumah dinas di Berlan, Ksatrian X, Matraman, Jakarta. Setiap hari si Mbah mengendari taksi hingga jam 12 malam atau sekitar 16 jam ia berkutat  di kemacetan Jakarta. Penghasilan yang ia dapat pun rata Rp 100 ribu/ hari. Ditambah uang pensiun dari Polisi Militer sebesar Rp 1,8 juta tiap bulannya.
Penghasilan yang ia dapatkan dari profesinya sebagai supir taksi, bukan menjadi tujuan utamanya. Perjuangan yang telah ia lalui sejak zaman Presiden Soekarno hingga Presiden ke-6 Indonesia, patut ditiru oleh setiap generasi muda bangsa ini.
“Dapat uang nggak dapet uang bagi saya biasa-biasa saja.” tutup kakek kelahiran 1928 sambil menghisap rokok kreteknya.

Senin, 09 April 2012

Kisah Cinta Yang Sempurna Meski Dalam Kekurangan

Inilah kisah cinta orang cacat yang telah berkeluarga, tapi sang suaminya bisa dikatakan memiliki wajah dan tubuh yang sempurna. di dunia ini, masih ada rupanya cinta yang sempurna.
Untuk Sahabat-sahabatku, ini sebuah kisah menyentuh hati dalam foto yang nyata.

Tuhan itu Maha Adil dan Maha Penyayang, Kisah seorang suami istri dalam keluarga yang sangat sederhana, melihat rata-rata sosok lelakinya itu bisa dinilai seorang pria yang cukup sempurna terutama dalam penampilannya, tapi dia mempunyai seorang istri yang mempunyai kelainan dalam fisiknya, dimana wanita tersebut tidak mempunyai kaki sama sekali total dari ujung kaki hingga ujung paha bahkan wanita itu tidak memiliki sama sekali pinggul (bagian dari pangkal paha hingga batas pinggang), jadi sulit sekali bila duduk karena tidak memiliki alas dibawah pinggang tersebut.
Tapi kebesaran Tuhan tentu lain, wanita tersebut memiliki suami yang cukup ganteng, masih muda dan sangat cukup sempurna mau memiliki dan mengasihi seorang wanita yang mempunyai cacat fisik bawaan. Mereka sekarang dikaruniai dua orang anak yang sangat sempurna dan lucu sekali.
Silahkan Anda menyimak satu persatu foto-foto keluarga tersebut. Sungguh luar biasa ! Semoga memotivasi dan menyemangati hidup Anda.

SUMBER

Minggu, 08 April 2012

Ibuku Memperlakukanku Seperti anjing

"Ibuku sendiri memperlakukan diriku seperti seekor anjing," begitulah pengakuan seorang anak yang kesehariannya diwarnai dengan dipukuli ibunya, dikunci di ruangan, tidak diberikan tempat tidur hingga berjualan di pasar gypsy. Apa yang membuat seorang ibu tega berbuat seperti itu pada darah dagingnya sendiri?

Andrew Clappison
, 18 tahun, melaporkan ibunya, Linda Clappison, 46 tahun ke pengadilan karena perlakuan yang tidak lagi bisa diterimanya. Andrew mengaku kepada pengadilan Hull Crown bahwa ibunya dulu baik-baik saja dan penyayang sampai ayahnya meninggalkan ibunya saat dirinya berusia sepuluh tahun.
Linda-Andrew-Clappison
Dilansir Dailymail, remaja lelaki ini merasa hidupnya bagaikan teror dengan kelakuan ibunya yang kadang melarang dirinya pergi sekolah namun memaksanya untuk berjualan di pasar gypsy. Sepulang sekolah iapun dikurung di kamar dan hanya tidur di lantai tanpa cahaya lampu atau pemanas. Di hari-hari tertentu, ibunya juga sering memukuli dan menendangnya tanpa ada alasan tertentu.

Bekerja di pasar Gypsy di area Whitby dan Hull Fair diakuinya ia tak menerima bayaran sepeserun, ia hanya dijadikan pesuruh di pasar tersebut oleh para penjual lepasan. Jika para penjual itu mengeluh pada ibunya, maka ia langsung dipukuli, ditampar atau ditendang oleh ibunya di rumah.


Perlakuan aneh dari ibunya tidak hanya sampai di situ. Setelah ia dikurung di kamar, ia harus mengetuk pintu jika ingin pergi ke toilet atau minum air. "Aku diperlakukan seperti anjing pada dasarnya," akunya.


Sejak bulan Januari 2010, ibunya mengeluarkan kasur dan selimut dari kamarnya. Iapun mengakali kedinginan di musim dingin dengan mengangkat matras dan menjadikannya selimut. Saat bangun pagi, kakinya sudah membiru dan membeku. Meskipun ada pemanas di kamarnya, tapi alat itu tidak bisa digunakan tanpa radiator.


Pihak sekolah juga mengakui ke pengadilan, di periode usia Andrew yang menginjak 10 hingga 16 tahun, absensi sekolahnya hanya mencapai 43%. Saat pihak sekolah menelpon ayah atau ibunya di rumah, tidak ada yang menjawab.


Hingga saat ini,
Linda Clappison yang tinggal di Keyingham Marsh, Inggris, menolak tuntutan anaknya sendiri yang mengatakan bahwa dirinya menyiksa hingga menelantarkan. Sidangpun masih terus berlanjut.

SUMBER

Sabtu, 07 April 2012

20 Kisah Unik yang yang Kebetulan terjadi pada Zaman dahulu

Kisah - kisah berikut ini merupakan kisah unik yang benar benar terjadi pada jaman dahulu, percaya atau tidak itulah kenyataannya.

1. Pada tahun 1979, majalah German - Das Besteran – mengadakan lomba mengarang.
Para penulis harus mengirimkan cerita yang tidak biasa, tapi harus berdasarkan kisah nyata. Pemenangnya, Walter Kellner dari Munich, akhirnya memenangkan lomba itu dan ceritanya dimuat. Ia menulis tentang saat ia menerbangkan pesawat Cessna 421 antara Sardinia dan Sicily. Pesawatnya mengalami masalah di laut, mendarat di atas air, akhirnya ia terapung-apung dgn pelampung darurat cukup lama sebelum akhirnya diselamatkan. Cerita ini tak sengaja dibaca oleh seorang warga Austria, yang namanya juga Walter Kellner, yang menuduh si Kellner dari Jerman telah menjiplak ceritanya. Kellner dari Austria mengatakan bahwa ia menerbangkan pesawat Cessna 421 melewati laut yang sama, mengalami masalah mesin, dan akhirnya harus mendarat di Sardinia. Jadi intinya, itu cerita yang sama, tapi dengan akhir yang berbeda.

Majalah tersebut mengecek kebenaran cerita mereka berdua, dan dua2nya ternyata benar, bahkan nyaris sama persis.

2. Pada 28 Juli 1900, Raja Italia Umberto I makan malam di sebuah restoran di kota Monza. Ternyata si pemilik restoran wajahnya sama persis dengan raja. Nama pemilik restoran itu juga Umberto, dan nama istrinya juga sama dengan nama ratu, bahkan restoran itu dibuka pada tanggal yang sama dengan pelantikan raja.
Si pemilik restoran Umberto mati tertembak keesokan harinya. Begitu pula Raja Umberto.

3. Claude Volbonne membunuh Baron Rodemire de Tarazone dari Perancis pada tahun 1872. 21 tahun sebelumnya, ayah Baron telah dibunuh juga oleh seseorang yang lain yg juga bernama Claude Volbonne

4. Pada 13 February 1746, seorang Perancis, Jean Marie Dubarry, dieksekusi karena telah membunuh ayahnya.
Tepat 100 tahun kemudian, tanggal 13 February 13, seorang Perancis juga, yang juga bernama Jean Marie Dubarry, dieksekusi – juga karena membunuh ayahnya.

5. Pada tanggal 26 November 1911, tiga orang pria dihukum gantung di Greenberry Hill di London setelah terbukti bersalah atas pembunuhan Sir Edmund Berry. Nama mereka bertiga antara lain Green, Berry dan Hill.

6. Aktor asal British Anthony Hopkins senang sekali saat ia mendapatkan peran utama dalam film yang berdasarkan sebuah buku berjudul The Girl From Petrovka yang ditulis George Feifer. Beberapa hari setelah menandatangani kontrak, Hopkins pergi ke London untuk membeli buku tersebut. Ia mencoba beberapa toko buku tetapi tidak ada yang menjualnya. Saat menunggu kereta pulang di Leicester Square, ia melihat ada sebuah buku yang tergeletak begitu saja di kursi tunggu. Ajaibnya, ternyata itu buku The Girl From Petrovka. Ternyata kebetulan itu tidak sampai di situ saja.

Dua tahun kemudian, saat sedang syuting film di Vienna, Hopkins dikunjungi oleh George Feifer, pengarang buku tersebut.

Feifer menyebutkan bahwa ia kehilangan buku miliknya sendiri. Ia meminjamkan buku miliknya – dengan beberapa catatan tulisan tangannya sendiri – kepada temannya, yang kemudian kehilangan buku itu di suatu tempat di London. Dengan terheran-heran, Hopkins memberikan Feifer buku yang ia temukan. 'Ini bukunya?' tanyanya, 'dengan catatan di pinggiran halamannya?' Itu buku yang sama.

7. Seorang petugas Inggris, Major Summerford, ketika sedang bertempur di daerah Flanders pada February 1918 terjatuh dari kudanya karena tersambar petir dan ia menjadi lumpuh dari pinggang ke bawah. Summerford pensiun dan pindah ke Vancouver.
Satu hari pada tahun 1924, saat ia memancing di pinggir sungai, sebuah petir menyambar pohon di mana ia sedang duduk dan melumpuhkan tubuh bagian kanannya. Dua tahun kemudian Summerford sudah cukup pulih dan sudah bisa berjalan-jalan di taman. Dan ia sedang berjalan2 di taman itu di musim panas pada tahun 1930 saat sebuah petir kembali menyambarnya, dan akhirnya melumpuhkannya secara permanen. Ia meninggal dua tahun kemudian. Tetapi petir nampaknya belum puas dan masih mengejarnya. Empat tahun kemudian, saat badai, petir menyambar kuburan dan menghancurkan sebuah batu nisan. Siapa yang terkubur di bawah nisan itu? Major Summerford

8. Pada tahun 1899 sebuah petir membunuh seorang pria saat ia berdiri di halaman belakangnya di Taranto, Italy. 30 tahun kemudian, anaknya mati dengan cara yang sama di tempat yang sama. Pada 8 October 1949, Rolla Primarda, cucu dari korban pertama dan anak dari korban kedua, menjadi korban yang ketiga.

9. Henry Ziegland mengira ia sudah berhasil menghindar dari takdirnya. Pada tahun 1883, ia memutuskan hubungan dengan pacarnya.
Karena stress gadis itu kemudian bunuh diri. Kakak laki2 gadis itu sangat marah sehingga ia mengejar Ziegland dan menembaknya.
Pria itu setelah mengira ia telah membunuh Ziegland, menggunakan pistolnya untuk membunuh dirinya sendiri. Tetapi Ziegland belum mati. Peluru tersebut, ternyata hanya menggores wajahnya dan bersarang di sebuah pohon. Ziegland jadi yakin bahwa ia pria yang beruntung.
Tapi beberapa tahun kemudian, Ziegland memutuskan untuk menebang pohon itu, yang masih ada peluru di dalamnya. Tugas itu nampaknya sulit sehingga ia memutuskan untuk meledakkannya dengan beberapa dinamit.
Ledakan itu melontarkan peluru tersebut ke kepala Ziegland dan membunuhnya

10. Cerita tentang kembar identik yang nyaris sama hidup bersama biasanya menakjubkan, tapi mungkin tidak ada yang bisa menyamai cerita dua kembar identik yang lahir di Ohio. Kakak adik kembar itu terpisah saat lahir, diadopsi oleh keluarga yang berbeda.
Meski tak saling mengenal, kedua keluarga yg berbeda sama-sama menamai mereka James. Dan kebetulannya belum berhenti sampai di situ saja. Kedua James tumbuh besar tak saling mengenal, tetapi keduanya mencari pelatihan law-enforcement training, keduanya sama-sama memiliki kemampuan dalam menggambar mekanik dan pertukangan, dan mereka sama-sama menikahi wanita yang bernama Linda.
Mereka berdua punya putra, yang satu dinamai James Alan dan yang satu lagi menamai anaknya James Allan. Kedua kembar itu juga menceraikan istri mereka, dan menikahi wanita lain – yang sama-sama bernama Betty. Dan mereka sama-sama punya anjing yang diberi nama Toy.
Empat puluh tahun setelah mereka terpisah, kedua kembar itu berkumpul kembali, dan kemudian berbagi cerita kehidupan mereka yang ternyata mirip satu sama lain (Source: Reader’s Digest, January 1980)

11. Pada abad 19, penulis horror terkenal, Egdar Allan Poe, menulis sebuah buku berjudul ‘The narrative of Arthur Gordon Pym’.
Buku itu mengisahkan empat orang yang berhasil selamat dari kecelakaan di laut, mereka berada di kapal di laut terbuka berhari-hari sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membunuh dan memakan petugas kabin yang bernama Richard Parker.
Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1884, sebuah kapal, Mignonette, tenggelam. Yang selamat hanya 4 orang, yang berada di kapal kecil berhari-hari. Kemudian diketahui, anggota kru yang lebih senior, membunuh dan memakan petugas kabin.
Nama petugas kabin itu Richard Parker

12. Pada tahun 2002, dua pria bersaudara kembar berumur 70 tahun mati dalam jam yang sama di jalan yang sama tapi kecelakaan yang berbeda di Finlandia.
Kakak kembarnya mati saat ia tertabrak kereta lori saat ia mengendarai sepedanya di Raahe, 600 kilometer dari Helsinki.
Ia mati hanya 1.5 km dari tempat di mana saudaranya dibunuh. “Ini benar-benar kebetulan yang pantas diingat.
Meskipun jalannya cukup padat, tapi kecelakaan tidak terjadi setiap hari,”
Petugas polisi Marja-Leena Huhtala saat diwawancara Reuters mengatakan “Aku jadi merinding saat aku tahu mereka ternyata bersaudara dan kembar identik. Aku jadi berpikir mungkin yang di atas sana punya rencana untuk hal ini.” (Source: BBC News)

13. Joseph Aigner adalah seorang pelukis potret pada abad 19 di Austria yang nampaknya seorang pria yang tidak bahagia.
Ia beberapa kali mencoba bunuh diri. Pertama kalinya, saat berusia 18 tahun ia mencoba gantung diri, tetapi dicegah oleh kehadiran seorang biksu Capuchin yang misterius.
Waktu berusia 22 tahun ia mencoba gantung diri lagi, tetapi ia lagi2 diselamatkan oleh biksu yang sama.
Delapan tahun kemudian, ia diajukan ke tiang gantungan karena kegiatan politiknya.
Sekali lagi, hidupnya diselamatkan oleh campur tangan biksu yang sama. Pada usia 68, Aiger akhirnya berhasil bunuh diri, kali ini menggunakan pistol.
Upacara pemakamannya dipimpin oleh biksu Capuchin yang sama – seorang pria yang bahkan Aiger saja tak pernah tahu namanya. (Source: Ripley’s Giant Book of Believe It or Not!)

14. Pada tahun 1858, Robert Fallon ditembak mati oleh teman-teman main pokernya.
Fallon, menurut mereka, telah memenangkan $600 dengan cara curang. Setelah posisi Fallon kosong dan tak ada satu pemain pun yang bersedia mengambil uang $600 yang penuh kesialan itu, mereka kemudian menemukan pemain baru untuk menggantikan posisi Fallon dan memberikannya uang orang mati $600 tersebut untuk dipertaruhkan.
Saat polisi tiba untuk menyelidiki pembunuhan, pemain baru itu telah melipatgandakan uang $600 jadi $2,200.
Polisi meminta agar $600 yang asli diberikan kepada keturunan Fallon – dan ternyata pemain baru tersebut adalah anak Fallon, yang sudah tak pernah bertemu dengan ayahnya selama 7 tahun! (Source: Ripley’s Giant Book of Believe It or Not

15. Ketika Norman Mailer memulai novelnya Barbary Shore, ia tak berencana menggunakan mata-mata Rusia sebagai karakter dalam novelnya. Namun sembari ia menulis, ia mulai memperkenalkan mata-mata Rusia sebagai karakter kecil. Semakin ia menulis, mata-mata tersebut menjadi karakter yang dominan. Setelah novelnya selesai, U.S. Immigration Service menahan seorang pria yang tinggal satu lantai di atas Mailer di apartemen yang sama.
Ia adalah Colonel Rudolf Abel, yang dicurigai sebagai mata-mata Russian kelas atas yang bekerja di U.S. saat itu. (Source: Science Digest)

16. Pada tahun 1920, tiga orang pria Inggris bepergian menggunakan kereta melalui Peru.
Pada saat mereka berkenalan, hanya ada mereka di ruangan tersebut. Perkenalan mereka tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Pria pertama nama akhirnya Bingham, dan pria kedua nama akhirnya Powell. Pria yang ketiga ternyata bernama Bingham Powell.
Mereka bertiga tidak berhubungan sama sekali.

17. Pada tahun 1975, saat sedang mengendarai motor di Bermuda, seorang pria tak sengaja tertabrak mati sebuah taxi.
Satu tahun kemudian, kakak laki2 dari pria ini mati dengan cara yang sama. Bahkan, ia mengendarai motor yang sama.
Tak hanya itu, ia juga ditabrak oleh pengendara taxi yang sama, bahkan taxi itu sedang membawa penumpang yang sama!

18. Tahun 1950 di kota Nebraska 15 orang anggota paduan suara seharusnya berkumpul di gereja pada jam 7.20, dalam hidupnya mereka jarang sekalit terlambat, bahkan hampir tidak pernah, tp mereka semua datang terlambat pada hari itu karena berbagai alasan, tiba2 saja pada jam 7.25, gereja itu hancur ditabrak pesawat. 15 orang itu selamat secara kebetulan

19. Tahun 1976 seorang bayi jatuh dari lantai 14 dan mendarat tepat dalam pelukan seorang pria inggris yang bernama Joseph Figlock, setahun kemudian seorang bayi kembali jatuh dari lantai yang sama, dan kembali diselamatkan oleh Joseph Figlock

20. Seorang wanita belanda menemukan cincinnya sendiri yang telah lama hilang, dalam kentang yg hendak ia makan, kemungkinan cincin tersebut jatuh ke ladang kentang dan akhirnya berada dalam kentang

SUMBER

Rabu, 04 April 2012

Wow! Konser Musik di London untuk Tukang Sampah Jakarta

Seorang warga Inggris yang merasakan menjadi tukang sampah di Jakarta menjadi sorotan ketika kegiatannya dilaporkan stasiun televisi BBC London dalam acara "Toughest Place to be a Binman".

Wilbur Ramirez, demikian nama sosok asal Inggris ini, kemudian mengelar malam dana di The 100 Club, salah satu klub musik ternama di London, guna membantu para tukang sampah di Jakarta, akhir pekan lalu. Demikian laporan ANTARA London, Senin (2/4/2012).


Dalam acara "Toughest Place to be a Binman" itu, pembawa acara membandingkan tukang sampah di London dan Jakarta.

Melanjutkan sukses penayangan itu, Wilbur Ramirez, "tukang sampah" (dadakan) yang juga seniman ini tampil di The 100 Club, klub jazz ternama di Oxford Street, London.

Wilbur Ramirez, yang punya kelompok musik, dalam acara malam dana itu tampil dengan lagu berirama blues dan jazz, disaksikan sekitar 150 orang.

Hadirin ikut bergoyang selama satu setengah jam, termasuk Endang dan suaminya, Argo Onny Widjono, yang bekerja di Kedutaan Brunei, London.

"Saya sangat terharu dengan niat baik Wilbur Ramirez yang menggelar acara malam dana untuk tukang sampah di Jakarta," ujar Argo Onny Widjono.

Kepada ANTARA London, Minggu, ia menyebutkan bahwa hanya mereka berdua orang Indonesia yang hadir.

Dia mengatakan, konser musik Ramirez yang di antaranya melantunkan lagu "Mr and Mrs Jones" itu begitu memukau dan dilantunkan dengan penuh penghayatan.

"Saya kira kelompok musik Wilbur Ramirez itu kelompok musik asal-asalan. Rupanya di luar dugaan mereka sangat profesional," ujar Argo yang sudah menetap lama di London.

Ia mengaku sangat terharu karena masih ada orang asing yang memiliki perhatian terhadap nasib tukang sampah di Jakarta.

"Sayangnya dari 150 penonton, hanya kami berdua orang Indonesia," ujar ayah dua putra ini.

Ia berharap, Kedutaan Besar Republik Indonesia London (KBRI London) bisa merangkul Wilbur Ramirez dan mengundangnya untuk mengisi acara di KBRI sehingga membuka mata masyarakat Indonesia di London, lalu ikut berpartisipasi dan mengumpulkan dana.

Untuk pendidikan

Pengalaman di Jakarta menjadi tukang sampah membuat Wilbur membentuk badan dana untuk mengumpulkan bantuan bagi para tukang sampah yang ia temui, khususnya Imam Syafi dan keluarga (tukang sampah di kawasan Guntur, Jakarta).

Ramirez Charity Group berhasil menggalang dana sebesar 1.500 poundsterling atau sekitar Rp 21 juta dari penjualan tiket, belum termasuk raffle tickets malam itu.

"Saya lihat Wilbur Ramirez tampil habis-habisan dan sampai keringatan, dan ia senang sekali karena yang mau ikut membantu para tukang sampah di Jakarta banyak," tutur Endang.

Wilbur Ramirez sendiri berterima kasih kepada pengunjung dan juga anggota band, bahkan istrinya sendiri yang juga mau membeli tiket seharga 11 pound agar bisa masuk ke klub.

Seusai konser, Wilbur mengatakan bahwa tujuannya tidak hanya ingin membelikan gerobak baru bagi para tukang sampah, tetapi juga pendidikan anak-anak para tukang sampah di Jakarta.

"Saya ingin membantu Imam dan teman-temannya mendapat gerobak baru, dan mudah-mudahan bisa kami kirim ke Jakarta dalam dua atau tiga bulan ini," kata Wilbur Ramirez selepas bernyanyi di The 100 Club.

Wilbur merasakan menjadi tukang sampah di Jakarta selama 10 hari dengan menemani Imam Syafi di kawasan Guntur, Jakarta Selatan, berkeliling mengumpulkan sampah di kawasan perumahan.

Pengalamannya ini mengudara dalam acara televisi BBC "Toughest Place to be... a Binman" (Tempat Tersulit untuk menjadi... Tukang Sampah) pada Februari lalu.

Wilbur mengatakan, bantuan gerobak merupakan tahap pertama, dan ia ingin menggalang dana lebih lanjut untuk membantu pendidikan anak-anak Imam serta tukang sampah lain yang ia temui di kawasan Guntur.

Selasa, 13 Maret 2012

Siti Bocah Yatim Tangguh: Jualan Bakso dengan Upah Rp. 2000,- Sehari



Sore kemarin – Selasa, 06 Maret 2012 – saya pulang kantor rada “tenggo”, jadi sampai di rumah jam 17.30-an, saya sempat nonton acara “Orang-Orang Pinggiran” di Trans7. Dada saya sesak menyaksikannya, air mata saya meleleh tanpa bisa ditahan, tak mampu berkata-kata. Siti, seorang bocah yatim yang ditinggal mati ayahnya sejak usia 2 tahun. Kini Siti berumur 7 tahun. Sehari-hari sepulang sekolah Siti masih harus berkeliling kampung menjajakan bakso. Karena ia masih anak-anak, tentu belum bisa mendorong rombong bakso. Jadi bakso dan kuahnya dimasukkan dalam termos nasi yang sebenarnya terlalu besar untuk anak seusianya. Termos seukuran itu berisi kuah tentu sangat berat.


Tangan kanan menenteng termos, tangan kiri menenteng ember plastik hitam berisi mangkok-mangkok, sendok kuah, dan peralatan lain. Dengan terseok-seok menenteng beban seberat itu, Siti harus berjalan keluar masuk kampung, terkadang jalanannya menanjak naik. Kalau ada pembeli, Siti akan meracik baksonya di mangkok yang diletakkan di lantai. Maklum ia tak punya meja. Terkadang jika ada anak yang membeli baksonya, Siti ingin bisa ikut mencicipi. Tapi ia terpaksa hanya menelan ludah, menahan keinginan itu. Setelah 4 jam berkeliling, ia mendapat upah 2000 perak saja! Kalau baksonya tak habis, upahnya hanya Rp. 1000,- saja. Lembaran seribuan lusuh berkali-kali digulung-gulungnya.







Sampai di rumah, Siti tak mendapati siapapun. Ibunya jadi buruh mencangkul lumpur di sawah milik orang lain. Tak setiap hari ia mendapat upah uang tunai. Terkadang ia hanya dijanjikan jika kelak panenan berhasil ia akan mendapatkan bagi hasilnya. Setiap hari kaki Ibunda Siti berlumur lumpur sampai setinggi paha. Ia hanya bisa berharap kelak panenan benar-benar berhasil agar bisa mendapat bayaran.


Hari itu Siti ingin bisa makan kangkung. Ia pergi ke rumah tetangganya, mengetuk pintu dan meminta ijin agar boleh mengambil kangkung. Meski sebenarnya Siti bisa saja langsung memetiknya, tapi ia selalu ingat pesan Ibunya untuk selalu minta ijin dulu pada pemiliknya. Setelah diijinkan, Siti langsung berkubang di empang untuk memetik kangkung, sebatas kebutuhannya bersama Ibunya. Petang hari Ibunya pulang. Siti menyerahkan 2000 perak yang didapatnya. Ia bangga bisa membantu Ibunya. Lalu Ibunya memasak kangkung hanya dengan garam. Berdua mereka makan di atas piring seng tua, sepiring nasi tak penuh sepiring, dimakan berdua hanya dengan kangkung dan garam. Bahkan ikan asin pun tak terbeli, kata Ibunda Siti.







Bayangkan, anak sekecil itu, pulang sekolah menenteng beban berat keliling kampung, tiba di rumah tak ada makanan. Kondisi rumahnya pun hanya sepetak ruangan berdinding kayu lapuk, atapnya bocor sana-sini. Sama sekali tak layak disebut rumah. Dengan kondisi kelelahan, dia kesepian sendiri menunggu Ibunya pulang hingga petang hari.


Sering Siti mengatakan dirinya kangen ayahnya. Ketika anak-anak lain di kampung mendapat kiriman uang dari ayah mereka yang bekerja di kota, Siti suka bertanya kapan ia dapat kiriman. Tapi kini Siti sudah paham bahwa ayahnya sudah wafat. Ia sering mengajak Ibunya ke makam ayahnya, berdoa disana. Makam ayahnya tak bernisan, tak ada uang pembeli nisan. Hanya sebatang kelapa penanda itu makam ayah Siti. Dengan rajin Siti menyapu sampah yang nyaris menutupi makam ayahnya. Disanalah Siti bersama Ibunya sering menangis sembari memanjatkan doa. Dalam doanya Siti selalu memohon agar dberi kesehatan supaya bisa tetap sekolah dan mengaji. Keinginan Siti sederhana saja : bisa beli sepatu dan tas untuk dipakai sekolah sebab miliknya sudah rusak.




(Siti di depan rumahnya yang -maaf - mirip kandang kambing)


Kepikiran dengan konsidi Siti, dini hari terbangun dari tidur saya buka internet dan searchsitus Trans7 khususnya acara Orang-Orang Pinggiran. Akhirnya saya dapatkan alamat Siti di Kampung Cipendeuy, Desa Cibereum, Cilangkahan, Banten dan nomor contact person Pak Tono 0858 1378 8136.


Usai sholat Subuh saya hubungi Pak Tono, meski agak sulit bisa tersambung. Beliau tinggal sekitar 50 km jauhnya dari kampung Siti. Pak Tono-lah yang menghubungi Trans7 agar mengangkat kisah hidup Siti di acara OOP. Menurut keterangan Pak Tono, keluarga itu memang sangat miskin, Ibunda Siti tak punya KTP. Pantas saja dia tak terjangkau bantuan resmi Pemerintah yang selalu mengedepankan persyaratan legalitas formal ketimbang fakta kemiskinan itu sendiri. Pak Tono bersedia menjemput saya di Malimping, lalu bersama-sama menuju rumah Siti, jika kita mau memberikan bantuan. Pak Tono berpesan jangan bawa mobil sedan sebab tak bakal bisa masuk dengan medan jalan yang berat.


Saya pun lalu menghubungi Rumah Zakat kota Cilegon. Saya meminta pihak Rumah Zakat sebagai aksi “tanggap darurat” agar bisa menyalurkan kornet Super Qurban agar Siti dan Ibunya bisa makan daging, setidaknya menyelematkan mereka dari ancaman gizi buruk. Dari obrolan saya dengan Pengurus Rumah Zakat, saya sampaikan keinginan saya untuk memberi Siti dan Ibunya “kail”. Memberi “ikan” untuk tahap awal boleh-boleh saja, tapi memberdayakan Ibunda Siti agar bisa mandiri secara ekonomi tentunya akan lebih bermanfaat untuk jangka panjang. Saya berpikir alangkah baiknya memberi modal pada Ibunda Siti untuk berjualan makanan dan buka warung bakso, agar kedua ibu dan anak itu tidak terpisah seharian. Siti juga tak perlu berlelah-lelah seharian, dia bisa bantu Ibunya berjualan sambil belajar.




(alagkah lebih baik kalau Siti bisa melayani pembeli di warung bersama Ibunya, jadi dia tak perlu kelelahan seharian)


Mengingat untuk memberi “kail” tentu butuh dana tak sedikit, pagi ini saya menulis kisah Siti dan memforward ke grup-grup BBM yang ada di kontak BB saya. Juga melaluiFacebook. Alhamdulillah sudah ada beberapa respon positif dari beberapa teman saya. Bahkan ada yang sudah tak sabar ingin segera diajak ke Malimping untuk menemui Siti dan memeluknya. Bukan hanya bantuan berupa uang yang saya kumpulkan, tapi jika ada teman-teman yang punya putri berusia 7-8 tahun, biasanya bajunya cepat sesak meski masih bagus, alangkah bermanfaat kalau diberikan pada Siti.


Adapula teman yang menawarkan jadi orang tua asuh Siti dan mengajak Siti dan Ibunya tinggal di rumahnya. Semua itu akan saya sampaikan kepada Pak Tono dan Ibunda Siti kalau saya bertemu nanti. Saya menulis artikel ini bukan ingin menjadikan Siti seperti Darsem, TKW yang jadi milyarder mendadak dan kemudian bermewah-mewah dengan uang sumbangan donatur pemirsa TV sehingga pemirsa akhirnya mensomasi Darsem. Jika permasalahan Siti telah teratasi kelak, uang yang terkumpul akan saya minta kepada Rumah Zakat untuk disalurkan kepada Siti-Siti lain yang saya yakin jumlahnya ada beberapa di sekitar kampung Siti.


Mengetuk hati penguasa formal, mungkin sudah tak banyak membantu. Saya menulisshout kepada Ibu Atut sebagai “Ratu” penguasa Banten ketika kejadian jembatan ala Indiana Jones terekspose, tapi toh tak ada respon. Di media massa juga tak ada tanggapan dari Gubernur Banten meski kisah itu sudah masuk pemberitaan media massa internasional. Tapi dengan melalui grup BBM, Facebook dan Kompasiana, saya yakin masih ada orang-rang yang terketuk hatinya untuk berbagi dan menolong. Berikut saya tampilkan foto-foto Siti yang saya ambil dari FB Orang-Orang Pinggiran. Semoga menyentuh hati nurani kita semua.




(termos penuh berisi kuah bakso tentu tidak ringan untuk ukuran anak seusia Siti)


TAMBAHAN :


Setelah tulisan ini tayang 1,5 jam, melihat respon pembaca dan ada yang ingin langsung memberikan bantuan, saya dengan senang hati sekaligus berterimakasih atas respon teman-teman.


Jika ada yang ingin langsung bertemu Siti, anda bisa menghubungi Pak Tono yang akan mengantar ke lokasi kampung Siti. No HP sudah saya tulis di atas, alamat lengkap ini : 
Kampung Cibobos 02/05, Desa Karangkamulyan, Kec. Cihara, Kabupaten Lebak, Banten Selatan. Kode pos 42391.

Semua kiriman paket, wesel, dll melalui Pak Tono, sebab Siti tidak bisa mengambil karena Ibunya tak punya KTP dan identitas diri lainnya sebagai bukti persyaratan pengambilan.


Demikian info tambahannya.