Sabtu, 05 November 2011

Perbedaan Portal, E-Commerce, Web Site, Provider

Kerancuan bebagai istilah sering sekai terjadi di Internet terutama karena mudah sekali seseorang menyodorkan sebuah istilah untuk sebuah konsep yang baru. Saran awal saya ada baiknya coba anda membaca lebih dulu beberapa website yang dikhususkan untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan istilah-istilah di Internet, salah satu yang terbaik adalah http://webopedia.internet.com

setelah berhasil masuk ke web terseebut kita cukup memasukan istilah yang kita cari, nanti webopedia akan menjelaskan istilah yang dimaksud sering kali webopedia juga meyediakan link ke beberapa website yang terbaik tentang konsep yang dimaskud dari istilah tersebut.

Baiklah untuk istilah yang dimaksud di atas dapat diterangkan sebagai berikut:

portal, kira-kira berarti pintu gerbang - yang maksudnya tempat utama penyedia informasi.

e-commerce, adalah transaksi dagang secara elektronik antara beberapa pihak biasanya dilakukan antar komputer. Seringkali orang membuat rancu antara portal & e-commerce, tidak harus e-commerce menggunakan portal juga tidak harus portal melakukan e-commerce.

website, sering di sebut sebagai situs web adalah wadah / tempat meletakan naskah yang di tulis dalam format HTML yang bisa di download menggunakan web browser seperti internet explorer. Nah portal, e-commerce hanyalah salah 2 aplikasi yang dijalankan di atas website - tentunya masih banyak lagi jenis aplikasi yang bisa dijalankan di atas website tersebut bisa berbentuk media online, teleeducation dll.

Provider, terjemahannya adalah penyedia jasa. Merupakan perusahaan yang menyediakan jasa tertentu. Misalnya Internet Service Provider (ISP) adalah perusahaan yang menyediakan jasa akses Internet. Internet Content Provider adalah penyedia jasa pembuatan web / content Internet.

Selasa, 01 November 2011

Rahasia Sholat Subuh

Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat subuh. Bagi mereka yang beriman segera saja melemparkan selimut dan segera wudhu dan shalat baik di rumah masing-masing atau ke mushalla atau masjid terdekat dengan berjalan kaki.
Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengani manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu.
Dalam adzan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah “ash shalatu khairun minan naum”.
Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat ”ash shalatu khairun minan naum”?
Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain.
Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi disisi mana manfaat itu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulukan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati.
Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular.
Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.
Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.
Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sma lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini.
Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat ”ash shalatu khairun minan naum”? Shalat subuh lebih baik dari tidur?
Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya (dikerok).
Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin.
Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran.
“Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”.
Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida.
Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.
Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga.
Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita.
Jadi kalau kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, tatkala tamu yang tidak kita inginkan selalu saja sowan pada setiap pagi gelap, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular.
Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus.
Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO.
Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.
Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintahNya akan tetapi memandangnya sebagai kebutuhan kita. Sehingga tidak merasa berat dan terpaksa dalam menjalankan ibadah dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid.
Dan juga anda jangan jadi terlalu bersemangat, karena ingin sehat sehingga shalat subuhnya jadi 3 atau 4 rakaat. Itu tidak ada dalam petunjuk shalat. Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini. Amien.

sumber : Dr. dr. Barita Sitompul SpJP 

Keutamaan Shalat Fajr (Qabliyah Shubuh)

عن عائشة عن النبي  قال (( ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها )). رواه مسلم. وفي رواية (( لهما أحب إلي من الدنيا جميعاً ))
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] dalam riwayat lain dengan lafazh : “Sungguh kedua raka’at tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya.”
 
Makna Kalimat :
Shalat Fajr : yakni Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah Shubuh.
lebih baik dari pada dunia : yakni lebih baik daripada perhiasan dunia. Ada juga yang berpendapat maknanya : lebih baik daripada menginfakkan harta dunia di jalan Allah. Makna pertama lebih tepat.
Pelajaran dari Hadits :

1. Keutamaan akhirat dibanding dunia. Karena perhiasan dunia, bagaimanapun indah dan mahalnya, maka itu semua akan hilang dan sirna. Adapun akhirat, maka kenikmatannya kekal selama-lamanya dan tidak akan sirna. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ [النحل/96]
“Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” [An-Nahl : 96]
 
Maka orang yang berakal sehat tidak akan menyibukkan dirinya dengan sesuatu yang fana dengan meninggalkan yang kekal. Namun seorang yang berakal sehat adalah seorang yang senantiasa memperhatikan dan bersemangat terhadap sesuatu yang membawa kebaikan untuk akhiratnya, dengan tetap mencari kehidupan dunia sekadar mencukupi kebutuhannya. Allah Azza wa Jalla berfirman :
وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا [القصص/77]

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kehidupan dunia.” [Al-Qashash : 77]

2. Betapa besar nilai pahala yang Allah berikan untuk dua rakaat shalat fajr (yakni shalat sunnah rawatib qabliyah shubuh), padahal dua raka’at tersebut adalah amalan yang ringan. Ini merupakan salah satu bentuk keutamaan dan keluasan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla.

3. Jika seorang muslim telah mengetahui betapa besar nilai pahala shalat fajr, maka selayaknya dia untuk senantiasa menjaganya. Sungguh dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam benar menjaga shalat fajr tersebut dengan sebenar-benar penjagaan, sampai-sampai ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan : “Beliau sama sekali tidak pernah meninggalkan kedua rakaat tersebut.” beliau juga menuturkan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menjaga amalan nafilah lebih kuat dibanding konsistensi beliau menjaga dua rakaat fajr.”

4. Tuntutan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melaksanakan dua rakaat ini dengan ringan. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringankan pelaksanaan dua rakaat shalat yang dikerjakan sebelum shalat shubuh, sampai-sampai aku mengatakan, ‘Apakah beliau membaca Ummul Kitab‘?” [Muttafaqun ‘alaihi]

5. Tuntunan sunnah pada rakaat pertama setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (Qul huwallahu ahad).
Atau boleh juga pada rakaat pertama membaca ayat :
قُولُوا آَمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (136) [البقرة/136]

Katakanlah (wahai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. [Al-Baqarah : 136]
 
Sedangkan pada rakaat kedua membaca :
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ (64) [آل عمران/64]
Katakanlah: “Wahai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, yaitu kita tidak beribadah kecuali kepada Allah dan tidak kita persekutukan-Nya dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Rabb-Rabb selain Allah”. Kika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. [Ali ‘Imran : 64]
 
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah :
أن رسول الله قرأ في ركعتي الفجر ( قل يا أيها الكافرون ) و (قل هو الله أحد) رواه أبو داود
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada shalat dua rakaat fajr surat “Qul Ya Ayyuhal Kafirun” dan surat “Qul Huwallahu Ahad” [HR. Abu Dawud]
 
Shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan :
كان رسول الله يقرأ في ركعتي الفجر (قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا ) والتي في آل عمران ( تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم ) رواه مسلم

 
Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada dua rakaat fajr :
(قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا )
 
dan berikutnya ayat yang pada surat Ali ‘Imran
( تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم )  [HR. Muslim]

6. Apabila seorang muslim mengerjakan shalat fajr tersebut di rumahnya, kemudian dia merasa ingin istirahat sejenak, seperti kalau sebelumnya ia telah mengerjakan shalat tahajjud dengan sangat panjang, maka dituntunkan baginya untuk berbaring pada bagian kanan, dengan syarat dia yakin bahwa ia tidak akan ketinggalan shalat shubuh berjama’ah di masjid. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila shalat dua rakaat fajr, beliau kemudian berbaring pada bagian kanannya.” [HR. Al-Bukhari]

7. Shalat sunnah fajr adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat shubuh. Apabila dia sampai ke masjid ternyata iqamat sudah dikumandangkan (sementara dia belum sempat mengerjakan shalat fajr), maka ia tetap langsung shalat shubuh berjama’ah bersama imam. Kemudian dia bisa mengerjakan shalat sunnah fajr tersebut setelah shalat berjama’ah shubuh. Atau kalau dia mau, dia menunggu sampai matahari terbit dan mengerjakannya ketika matahari sudah tinggi.
 
Dari shahabat Qais bin ‘Amr :
رأى رسول الله رجلا يصلي بعد صلاة الصبح ركعتين، فقال رسول الله: ( صلاة الصبح ركعتان ) فقال الرجل : إني لم أكن صليت الركعتين اللتين قبلهما، فصليتهما الآن. فسكت رسول الله

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang pria shalat dua rakaat setelah shalat shubuh. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menegurnya, “Shalat shubuh itu hanya dua rakaat.” Maka pria tersebut menjawab, “Aku tadi belum sempat mengerjakan shalat dua rakaat yang dikerjakan sebelumnya (yakni qabliyah shubuh), maka aku mengerjakannya sekarang.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun diam (tanda setuju). [HR. Abu Dawud. Dan Al-Imam Al-Mubarakfuri mentarjih hadits ini shahih, dalam kitab beliau Tuhfatul Ahwadzi Syarh At-Tirmidzi).

Meraih Keberkahan Di Pagi Hari

Awalilah pagi harimu dengan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, sungguh sangat banyak keberkahan yang Allah subhanahu   wata’ala turun-kan di pagi hari, janganlah engkau enggan untuk menyingkirkan selimut yang meng-hangati tubuhmu, tinggalkan kenikmatan tidur sesaat di pagi hari itu walaupun udara sangat terasa dingin. Janganlah   memanjakan hawa nafsu dengan kemalasan untuk beranjak dari tempat tidur, karena akan ada banyak kerugian tatkala keberkahan di pagi hari itu engkau   biarkan lewat begitu saja berlalu. Berikut ini adalah kiat-kiat dan tahapan untuk meraih keberkahan di   pagi hari:    

Pertama: Raihlah keberkahan dengan berusaha bangun tidur sebelum adzan   Shubuh dikumandangkan, lalu raihlah keberkahan bangun tidurmu dengan   dengan memunajat-kan do'a bangun tidur, artinya,:

"Segala puji bagi Allah   yang telah membangunkan kami kembali setelah Dia menidurkan kami dan   hanya kepada-Nya tempat kami kembali."

Kedua: Sebelum memasuki kamar mandi raihlah keberkahan tatkala engkau   meletakkan pakaianmu seraya mengucapkan, "Bismillah", dan jangan lupa   berdo'a ketika mau masuk ke kamar mandi dengan ucapan,:

"Bismillah, Ya   Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki dan syetan perempuan"


dan juga jangan lupa untuk mendahulukan kaki kiri kita tatkala memasuki kamar mandi agar ada keberkahan yang bisa kita kumpulkan.  Lalu sucikanlah dirimu dengan meraih keberkahan wudhu`, agar wudhu` yang engkau lakukan itu mendapatkan keberkahan dari Allah subhanahu wata’ala maka sesuaikanlah dengan sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, dan ingatlah bahwa wudhu yang sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam akan meleburkan dosa-dosamu dan meng-hapuskan kesalahan-kesalahanmu serta akan mengangkat derajatmu disisi-Nya. 

Dan dahulukanlah kaki kananmu tatkala engkau keluar dari kamar mandi  seraya ber-do'a, "Ghufroonaka (Aku minta ampunan-Mu wahai Rabb-ku)", itu akan menambahkan keberkahan bagimu. Tatkala engkau sudah berada di luar kamar mandi hendaklah berdo'a   selesai wudhu,:

"Aku bersaksi (berikrar) bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali   Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, Aku bersaksi (berikrar) bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya"


Laksanakanlah olehmu shalat sunat wudhu 2 raka'at, Allah subhanahu   wata’ala memberkahi hamba-Nya dengan balasan surga, ingatlah sebuah hadits   yang men-jelaskan tentang keutamaan Bilal radhiyallahu’anhu (muadzdzin   Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam) dia masuk surga karena   senantiasa shalat sunat wudhu` 2 raka'at setiap kali selesai berwudhu`.    

Ketiga: Jawablah olehmu panggilan adzan yang dikumandang oleh muadzdzin dari rumah Allah, dan sempurnakanlah keberkahan menjawab panggilan adzan tersebut dengan membaca sholawat Nabi shallallahu’alaihi wasallam dan seuntaian do'a setelah adzan berkumandang, artinya:

"Ya Allah,   Tuhan Pemilik panggilan adzan yang sempurna ini dan shalat (wajib) yang akan didirikan, berikanlah Al-Wasilah (derajat di dalam surga) dan fadhilah kepada Muhammad, dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam yang terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguh Engkau tidak mengingkari janji."

Bermunajatlah engkau kepada Sang Penciptamu yang senantiasa mengabulkan   do'a para hamba-Nya, berdo'alah kepada-Nya dengan do'a apa saja yang   engkau inginkan, karena do'a antara adzan dan iqomah dikabulkan dan diijabahkan oleh-Nya, sebagaimana ucapan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, Do'a antara adzan dan iqomah tidak ditolak.   

Keempat: Lanjutkanlah dengan melaksanakan shalat sunat sebelum Shubuh   sebanyak dua raka'at dan sebaiknya engkau lakukan di rumah-mu, karena   Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah menganjurkan agar ummatnya   menghidupkan rumah mereka dengan shalat-shalat sunat, tilawatil qur`an,   dzikir-dzikir, dan amal ibadah sunat lainnya. Renungkanlah olehmu tentang keberkahan, kehebatan dan keutamaan yang  Allah subhanahu wata’ala sediakan bagi siapa saja yang mengerjakan shalat sunat dua raka'at sebelum Shubuh, tentang hal ini Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda,

"Dua raka'at shalat sunat fajar   (shalat sunat sebelum shalat Shubuh) lebih baik daripada dunia dan   seisinya" (al-Hadits).

Kelima: Lalu langkahkanlah kakimu ke luar rumah untuk menuju rumah   Allah, dan berdo'alah kepada-Nya tatkala engkau keluar dari rumahmu dengan   ucapan,:

"Bismillahi tawakkaltu 'alallahi laa haula walaa quwwata illa   billah" (Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada   daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah), dan do'a-doa   lainnya


Dan tatkala engkau akan memasuki masjid jangan lupa mendahulukan kakimu   yang kanan karena engkau akan memasuki rumah Allah, tempat yang suci   lagi diagungkan, muliakanlah rumah-Nya dengan do'a,:

"Bismillah   washsholaatu wassalaamu 'alaa Rasulillahi, Allahum-maftahlii abwaaba rahmatika"  (Dengan menyebut nama Allah, semoga sholawat dan salam tercurah kepada   Rasulullah, Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).

Muliakanlah rumah Allah yang engkau masuki dengan melaksanakan shalat   sunat tahiyyatul masjid dua raka'at, niscaya keberkahan pasti Allah subhanahu wata?ala limpahkan kepadamu.    

Keenam: Tunaikanlah shalat Shubuh dengan khusyu' agar engkau   dimuliakan dan digolongkan dalam barisan orang-orang yang beruntung,   renungkanlah firman Allah subhanahu wata’ala berikut ini, artinya,

"Sungguh   beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam   shalatnya" (QS. Al-Mu’minun: 1-2)

Dan ingatlah bahwa tujuan utamamu berada di rumah Allah di pagi hari   itu hanyalah untuk mengejar dan memburu keberkahan dan kehebatan shalat   Shubuh berjama'ah, oleh karena itu renungkanlah dengan sebaik-baiknya   tentang keagungan, kehebatan dan keutamaan sholat subuh berjama'ah di   masjid, renungkanlah apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam tentang hal itu, diantaranya: Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Tidak ada shalat   yang paling berat bagi orang-orang munafik selain shalat Shubuh dan Isya,   seandainya mereka mengetahui kebaikan didalam jamaah kedua shalat   tersebut, pasti mereka akan mendatangi-nya walaupun dengan merangkak”.  (Muttafaqun 'Alaih)

Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 

"Barangsiapa yang menghadiri shalat Isya berjama'ah maka seolah-olah dia   shalat setengah malam dan barangsiapa yang menghadiri shalat Shubuh   berjama'ah maka seolah-olah dia shalat semalam suntuk. (HR. Muslim)

Dalam hadits lain beliau bersabda:

“Barangsiapa shalat Shubuh   berjama'ah maka dia berada dalam jaminan Allah (maksudnya: Dia melindungi,   memperhatikan dan menjaga hamba tersebut).”
 (HR. Ibnu Majah dan Thabrani)


Dalam hadits lain beliau bersabda:

"Sesungguhnya Allah kagum terhadap   orang-orang yang shalat berjama'ah"
(HR.Ahmad).


Ketujuh: Selesai menunaikan shalat Shubuh berjama'ah, jangan sia-siakan keberkahan selanjutnya yaitu dzikir setiap selesai shalat fardhu.   (lihat teks dzikir selesai shalat fardhu dalam buku tuntunan do'a dan   wirid).  Setelah mengerjakan wirid selesai shalat fardhu, jangan terburu-buru untuk meninggalkan masjid, raihlah beribu-ribu keberkahan lainnya yang   telah Allah subhanahu wata’ala sediakan bagi siapa yang mau memburu,   keberkahan itu adalah dzikir pagi hari karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berpesan melalui sabdanya,:

"Sungguh aku duduk bersama kaum berdzikir kepada Allah setelah shalat Shubuh hingga terbit matahari lebih aku senangi dari memerdekakan 4 orang keturunan (Nabi) Isma'il, dan Sungguh aku duduk bersama kaum berdzikir kepada Allah setelah shalat Ashar hingga terbenam matahari lebih aku senangi dari memerdekakan 4  orang keturunan (Nabi) Isma'il" (HR. Abu Daud)

Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,  

"Barangsiapa yang menunaikan shalat Shubuh berjama'ah, lalu dia berzikir   kepada Allah hingga terbit matahari lalu dia shalat dua raka'at, maka   dia mendapatkan pahala seperti pahala haji atau pahala umroh dengan   sempurna, sempurna dan sempurna" (HR. At-Tirmizi dan dishahihkan oleh Syekh   Al-Albani).